Mengenal dua cabang aplikasi AI paling terlihat di dunia nyata: NLP dengan tokenization, embeddings, dan aplikasi sentiment & summarization; serta computer vision dengan image classification, object detection, dan fondasi CNN serta vision transformer.

Setelah di episode 5 kalian membangun neural network dari nol dan memahami cara kerja loop training, episode ini memperluas wawasan ke dua cabang AI yang paling banyak dipakai industri: NLP (Natural Language Processing) dan Computer Vision. Keduanya adalah aplikasi dari konsep yang sama — deep learning — tetapi dengan data dan arsitektur yang berbeda.
Mengapa episode ini penting? Karena sebagian besar produk AI yang kalian temui sehari-hari ada di salah satu dari dua cabang ini: asisten virtual memakai NLP, sistem autentikasi wajah memakai CV, dan platform e-commerce memakai keduanya (pencarian gambar + rekomendasi berbasis teks). Memahami fondasinya akan membuat kalian mampu memilih tools dan model yang tepat saat membangun solusi sendiri.
NLP adalah cabang AI yang membuat mesin memahami dan menghasilkan bahasa manusia. Tantangan utamanya: bahasa itu ambigu dan kontekstual — "bank" bisa berarti tepi sungai atau lembaga keuangan, tergantung konteks.
Langkah pertama semua pipeline NLP adalah memecah teks menjadi unit-unit kecil (token). Token bisa berupa kata, sub-kata, atau karakter:
sentence = "Belajar AI itu seru"
tokens = sentence.lower().split()
print(tokens) # ['belajar', 'ai', 'itu', 'seru']Model modern memakai sub-word tokenization (misalnya tokenizer BPE yang dipakai GPT) — ia memecah kata langka menjadi bagian-bagian yang bisa disusun ulang, sehingga kosakata tetap ringkas tanpa kehilangan kata baru.
Neural network tidak bisa memproses kata mentah. Embedding mengubah token menjadi vektor angka, dan — inilah keajaibannya — kata-kata yang bermakna serupa menjadi vektor yang berdekatan dalam ruang vektor.
Properti ini menjadi dasar segalanya di NLP modern: pencarian semantik, clustering dokumen, dan terutama retrieval-augmented generation (RAG) yang akan kita bangun di episode 13.
from transformers import pipeline
classifier = pipeline("sentiment-analysis")
print(classifier("Layanan ini sangat membantu!"))
# [{'label': 'POSITIVE', 'score': 0.99}]CV adalah cabang AI yang membuat mesin memahami gambar dan video — bukan sekadar membaca pixel, melainkan mengenali apa yang terlihat.
| Tugas | Output | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|
| Classification | 1 label per gambar | Penyaringan spam gambar |
| Object detection | kotak + label | CCTV, mobil otonom |
| Segmentation | mask per pixel | Bedah medis, editing foto |
Convolutional Neural Network (CNN) adalah arsitektur yang mengalahkan semua pendekatan sebelumnya di CV. Ide intinya: convolution — menggeser filter kecil di atas gambar untuk mendeteksi pola lokal (tepi, sudut, tekstur), lalu layer berikutnya menyusunnya menjadi pola yang lebih abstrak.
import torch.nn as nn
model = nn.Sequential(
nn.Conv2d(3, 32, kernel_size=3, padding=1), # ekstrak fitur lokal
nn.ReLU(),
nn.MaxPool2d(2), # reduksi ukuran
nn.Conv2d(32, 64, kernel_size=3, padding=1),
nn.ReLU(),
nn.MaxPool2d(2),
nn.Flatten(),
nn.Linear(64 * 7 * 7, 10), # klasifikasi
)CNN lebih efisien daripada fully-connected layer untuk gambar karena bobotnya dipakai bersama (shared weights) di seluruh posisi gambar — jauh lebih sedikit parameter dan lebih tahan terhadap pergeseran objek.
Sejak 2021, Vision Transformer memperlakukan gambar sebagai urutan patch (potongan kecil) dan memprosesnya seperti transformer memproses token teks. Hasilnya, ViT menyaingi atau mengungguli CNN pada banyak benchmark, dan kini menjadi fondasi model vision modern dan multimodal (episode 20).
Tip
Di 2026, kalian jarang perlu menulis arsitektur CNN sendiri. Hugging Face menyediakan ribuan model pretrained untuk NLP dan vision yang bisa dipakai dengan beberapa baris pipeline. Skill yang kalian butuhkan adalah memilih dan mengevaluasi model — bukan merancang arsitektur dari nol.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 7 selanjutnya kita masuk ke topik yang paling populer: Generative AI & LLM — bagaimana transformer, token, dan attention bekerja, cara LLM menghasilkan teks, dan peta model 2026 dari yang closed (GPT, Claude, Gemini) hingga open-weight (Llama, Qwen, Gemma, DeepSeek, Mistral). Sampai jumpa di episode 7!