Mengenal bagaimana generative AI bekerja: mekanisme transformer, token, dan attention, cara LLM menghasilkan teks dengan prediksi kata, serta peta model 2026 dari yang closed seperti GPT, Claude, dan Gemini hingga open-weight seperti Llama, Qwen, dan DeepSeek.

Setelah di episode 6 kalian mengenal NLP dan computer vision, episode ini membahas topik yang paling banyak dibicarakan di 2026: Generative AI dan LLM. Model-model inilah — GPT, Claude, Gemini, Llama — yang mengubah cara jutaan orang bekerja, dan yang akan menjadi pusat praktik di separuh sisa series ini.
Mengapa episode ini penting? Karena memahami cara kerja LLM adalah kunci untuk memakainya dengan benar: kapan ia bisa dipercaya, kapan ia berhalusinasi, dan mengapa prompt engineering, RAG, dan fine-tuning diperlukan. Tanpa pemahaman ini, kalian akan memperlakukan LLM seperti mesin pencari — dan itu penyalahgunaan yang paling umum di dunia.
Ini rahasia paling sederhana dari LLM: ia adalah mesin prediksi kata berikutnya yang sangat besar. Diberi teks, model memprediksi token paling mungkin setelahnya, lalu mengulangi proses itu token demi token. "Kecerdasan" yang tampak hanyalah konsekuensi dari prediksi berantai yang dipelajari dari miliaran contoh.
Temperature mengontrol keacakan prediksi ini: rendah (0-0.2) → deterministik dan konsisten, tinggi (0.8+) → kreatif tapi kadang tidak fokus. Untuk tugas yang butuh akurasi, gunakan temperature rendah.
LLM tidak membaca karakter per karakter, melainkan token — potongan teks (kata atau sub-kata). Satu token kira-kira 4 karakter untuk teks Inggris. Token penting karena: (1) harga API dihitung per token, dan (2) konteks model dibatasi jumlah token — "context window" adalah batas input yang bisa diproses sekaligus.
Token "Belajar AI itu seru" -> [Belajar][ AI][ itu][ seru]Transformer (paper Attention Is All You Need, 2017) adalah arsitektur di balik semua LLM modern. Inovasinya adalah mekanisme attention: saat memproses setiap token, model menghitung seberapa relevan token lain dalam konteks terhadap token ini.
Analoginya: saat membaca kalimat "Rina membawa payung karena hari ini hujan", model memberikan attention tinggi dari "payung" ke "hujan" — keduanya terhubung, meski tidak berdekatan. Kemampuan memodelkan hubungan jarak-jauh inilah yang membuat transformer jauh lebih kuat daripada arsitektur sebelumnya (RNN).
Sebagai pengguna, kalian tidak perlu melalui tahap ini — model siap pakai. Tetapi memahami tahapannya menjelaskan mengapa model besar mahal, mengapa open-weight model (yang melakukan ini secara publik) mengubah industri, dan apa arti "fine-tuning" yang kita lakukan sendiri di episode 12.
Generative AI tidak hanya menghasilkan teks. Satu keluarga model kini bisa menghasilkan berbagai modalitas:
| Modalitas | Arsitektur | Contoh Model |
|---|---|---|
| Teks | Transformer (decoder-only) | GPT, Claude, Gemini, Llama |
| Gambar | Diffusion | Stable Diffusion, Imagen |
| Audio | Audio transformer / diffusion | Whisper (speech-to-text), Suno (musik) |
| Video | Video diffusion | Sora, Veo, Runway |
Fondasi bersama: semua belajar distribusi data dari contoh dalam jumlah raksasa, lalu mengambil sampel baru dari distribusi itu. Episode 20 membahas model multimodal yang menggabungkan semuanya dalam satu model.
Kelebihannya: kualitas tinggi, tanpa infrastruktur sendiri, fitur lengkap (tool calling, vision). Kekurangannya: data mengalir ke pihak ketiga, biaya per token, dan vendor lock-in.
Kelebihannya: bisa dijalankan sendiri (privasi), tanpa biaya per token, bisa di-fine-tune bebas. Kekurangannya: butuh GPU & skill deployment, kualitas bisa tertinggal dari model closed terbaik.
ollama run qwen3:8bNote
Pilihan closed vs open bukan soal "mana yang lebih baik", melainkan soal konteks: data sensitif, biaya, skala, dan kapabilitas tim. Episode 22 memandu kalian memilih model berdasarkan task, lisensi, hardware, dan budget.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 8 selanjutnya kita membahas keterampilan yang paling sering diabaikan: evaluasi model & etika AI — metrik, validation, bias/variance, kualitas LLM (groundedness, hallucination), plus bias, fairness, privacy, EU AI Act, NIST AI RMF, dan praktik responsible AI. Sampai jumpa di episode 8!