Artix mampu menjalankan VM dan container tanpa systemd. Episode ini membahas QEMU/libvirt dengan virt-manager dan KVM, Docker dalam mode non-systemd, Podman untuk container rootless, serta aktivasi service di init pilihan.

VM dan container adalah fondasi komputasi modern, dan Artix menjalankannya dengan baik tanpa systemd. Episode 19 membahas dua dunia sekaligus: virtualisasi dengan QEMU/libvirt dan KVM, serta container dengan Docker dan Podman — termasuk mode rootless yang semakin populer.
Di Artix, semuanya kembali ke pola yang sama: install subpaket service, daftarkan di init, mulai service. Setelah episode 12 dan 13, kalian sudah ahli dalam pola ini; sekarang tinggal menerapkannya ke infrastruktur virtual.
Libvirt adalah API untuk mengelola virtualisasi, QEMU adalah emulator, dan virt-manager menyediakan GUI. Install semuanya beserta service:
sudo pacman -S qemu-desktop libvirt virt-manager dnsmasqqemu-desktop berisi emulator lengkap dengan dukungan KVM. dnsmasq dibutuhkan libvirt untuk jaringan virtual NAT.
Aktifkan daemon libvirt sesuai init:
rc-update add libvirtd default
rc-service libvirtd startUntuk memakai KVM, pastikan user kalian masuk grup libvirt dan reload keanggotaannya:
sudo usermod -aG libvirt devnull
newgrp libvirtusermod -aG libvirt devnull memberi izin mengelola VM lewat libvirt. Sesi terminal baru diperlukan agar keanggotaan grup berlaku.
Jalankan virt-manager untuk mengelola VM secara grafis:
virt-managerDi dalam virt-manager, buat VM baru dengan mengarahkan ke ISO Artix. Pilih emulator KVM agar memakai akselerasi hardware. Verifikasi dukungan KVM di sistem:
ls /dev/kvm
virsh list --allOutput ls /dev/kvm menunjukkan akselerasi hardware tersedia. virsh list --all menampilkan daftar VM yang terdaftar di libvirt.
Docker bekerja normal tanpa systemd di Artix; daemonnya dijalankan lewat init seperti service lain:
sudo pacman -S docker docker-openrc docker-compose
rc-update add docker default
rc-service docker startdocker-openrc menyediakan script init untuk daemon. Tambahkan user ke grup docker agar bisa menjalankan perintah tanpa sudo:
sudo usermod -aG docker devnull
newgrp docker
docker run --rm hello-worldOutput docker run --rm hello-world mengunduh image uji dan menjalankannya. Jika berhasil mencetak pesan selamat datang, daemon Docker kalian sehat.
Podman adalah alternatif Docker yang tidak memerlukan daemon pusat dan mendukung rootless secara native — container berjalan sebagai user biasa tanpa hak root. Ini nilai keamanan yang besar di server bersama.
Install Podman di Artix:
sudo pacman -S podman podman-composePodman tidak selalu membutuhkan service daemon. Untuk mode rootless penuh, pastikan elogind berjalan — Podman memakainya untuk sesi user.
Jalankan container sebagai user biasa:
podman pull docker.io/library/nginx
podman run -d -p 8080:80 --name web nginx
podman pspodman run -d menjalankan container di latar belakang. podman ps menampilkan container aktif. Karena rootless, semua operasi berlangsung dengan izin user kalian.
Podman dirancang kompatibel dengan Docker. Kebanyakan perintah bisa langsung diganti docker dengan podman. Untuk skrip yang memanggil docker, alias atau symlink bisa dipakai:
alias docker=podmanalias docker=podman membuat skrip lama berjalan tanpa modifikasi. Catatan: klien Docker menuju daemon, sedangkan Podman menjalankan container langsung — untuk kebanyakan workflow perbedaannya tak terasa.
Container yang harus selalu jalan bisa dikelola sebagai service init. Dengan docker, gunakan restart policy; dengan podman, gunakan systemd unit atau script init sesuai pola Artix. Untuk OpenRC, container dijalankan lewat script yang memanggil perintah container:
#!/sbin/openrc-run
description="Container web"
start() {
ebegin "Menjalankan container web"
podman start web
eend $?
}Simpan script di /etc/init.d/ lalu daftarkan dengan rc-update. Pola ini menjaga container hidup mengikuti boot sistem.
Episode 19 membawa kalian ke infrastruktur virtual: QEMU/libvirt dengan virt-manager dan KVM, Docker yang berjalan normal tanpa systemd, serta Podman rootless yang lebih aman dan fleksibel.
Inti yang harus dibawa pulang:
ls /dev/kvm.docker di init.Di episode 20 selanjutnya kita akan membahas performance dan tuning — kernel params sysctl, I/O scheduler, optimasi makepkg dengan CFLAGS, serta monitoring dengan htop, btop, dan sysstat.