Belajar Artix Linux (Arch Linux tanpa systemd dengan init system pilihan OpenRC, runit, s6, dan dinit) dari dasar hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa Artix, konsep dasar & arsitektur utama, instalasi & setup dengan basstrap, package management dengan pacman, OpenRC init & service management, init alternatif runit s6 & dinit, user group network & boot, desktop environment & Xorg, audio bluetooth & multimedia, storage LVM Btrfs & encryption, kernel & firmware, web server & LEMP stack, firewall nftables & iptables, security & hardening, AUR & AURIS, backup restore & system update, rolling release & repositori testing, systemd service migration, virtualization & container, performance & tuning, roadmap & community, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum memasang Artix Linux, kalian perlu menguasai Linux CLI, konsep package manager, partisi & bootloader, serta cara kerja layanan/servis. Di episode ini kalian menyiapkan ISO Artix, VM untuk mencoba, dan memverifikasi repositori base serta world.

Artix lahir pada 2012 sebagai kelanjutan Arch-OpenRC dan Manjaro-OpenRC yang ditinggalkan, dengan tujuan menghadirkan Arch tanpa systemd. Episode ini mengupas sejarah, filosofi, dan alasan mengapa sistem tanpa systemd dengan init pilihan pengguna tetap relevan.

Artix memadukan kernel dan userland Arch dengan lapisan init non-systemd sebagai PID 1. Episode ini membedah arsitekturnya: komponen pengganti systemd, peran repositori base, world, galaxy, serta alur boot dari init sampai login manager.

Instalasi Artix memakai basestrap, installer berbasis pacman yang menginstall sistem ke direktori mount. Episode ini membahas partisi, mount, basestrap, fstabgen, chroot, dan pemasangan GRUB sampai sistem pertama kali boot dengan init pilihan.

pacman adalah jantung package management Artix: rolling upgrade, install, remove, query, dan file search. Episode ini membahas perintah-perintah inti, konfigurasi /etc/pacman.conf, mirrorlist, dan verifikasi tanda tangan PGP untuk keamanan paket.

OpenRC adalah init default paling populer di Artix, dengan konsep runlevel dan script service yang familier. Episode ini membahas rc-update, rc-service, rc-status, direktori /etc/runlevels/ dan /etc/conf.d/, serta dependency antar-service dengan rc_need.

Selain OpenRC, Artix mendukung runit, s6, dan dinit — tiga init dengan filosofi berbeda. Episode ini membandingkan cara kerja dan perintah masing-masing: sv untuk runit, s6-svc untuk s6, dan dinitctl untuk dinit, plus kapan memilih tiap init.

Episode ini menyatukan manajemen user dan group, konfigurasi jaringan dengan NetworkManager, nmcli, dan dhcpcd, hingga proses boot tanpa systemd. Kalian juga belajar konfigurasi IP static dan memilih kernel beserta initramfs saat boot.

Membangun desktop di Artix berarti memilih DE/WM, display server, dan display manager yang selaras dengan init pilihan. Episode ini membahas instalasi KDE Plasma, GNOME, XFCE, i3, dan Hyprland, perbedaan XLibre dengan Wayland, serta lightdm, sddm, dan greetd.

Artix memakai PipeWire sebagai default audio sejak 2023, menggantikan PulseAudio. Episode ini membahas WirePlumber, wpctl untuk kontrol volume, bluetooth dengan bluez, codec gstreamer dan ffmpeg, serta driver GPU mesa dan NVIDIA agar multimedia berjalan lancar.
