Episode ini menyatukan manajemen user dan group, konfigurasi jaringan dengan NetworkManager, nmcli, dan dhcpcd, hingga proses boot tanpa systemd. Kalian juga belajar konfigurasi IP static dan memilih kernel beserta initramfs saat boot.

Sistem yang sudah terinstall mulai terasa hidup ketika ada user, jaringan, dan proses boot yang mulus. Episode 7 membahas tiga fondasi operasional sekaligus: manajemen user dan group, koneksi jaringan dengan NetworkManager dan dhcpcd, serta pemahaman proses boot tanpa systemd.
Ketiganya saling terkait. User butuh jaringan untuk bekerja, jaringan butuh service yang berjalan saat boot, dan boot butuh konfigurasi yang benar sejak init sampai display manager. Mari kita satukan semuanya.
Setelah instalasi, kebiasaan pertama yang benar adalah bekerja sebagai user biasa, bukan root. Buat user dengan home directory dan shell:
useradd -m -G wheel,audio,video -s /bin/bash devnull
passwd devnullOpsi -m membuat home directory, -G menambahkan user ke grup sekaligus, dan -s menetapkan shell default. Grup wheel untuk sudo, audio dan video untuk akses perangkat multimedia.
Agar user di grup wheel bisa memakai hak admin, edit sudoers dengan visudo. Pastikan baris berikut aktif:
%wheel ALL=(ALL:ALL) ALLSimpan, lalu uji dari user biasa dengan sudo -v. Alternatif yang lebih minimal adalah doas — episode 14 membahas hardening policy sudo dan doas secara detail.
Kelola user yang sudah ada dengan usermod dan manajemen grup dengan groupadd:
usermod -aG docker devnull
groupadd developers
usermod -aG developers devnullusermod -aG menambahkan ke grup tanpa menghapus grup lama — selalu pakai -a agar tidak kehilangan keanggotaan yang sudah ada.
NetworkManager adalah pengelola jaringan default di Artix. Aktifkan sesuai init kalian. Untuk OpenRC:
rc-update add NetworkManager default
rc-service NetworkManager startNama service NetworkManager dengan huruf kapital adalah nama resminya di script init. Untuk init lain, gunakan subpaket service yang sesuai.
Semua operasi jaringan bisa dilakukan dari CLI dengan nmcli. Lihat status dan device dulu:
nmcli device status
nmcli connection showUntuk koneksi Wi-Fi, cari network lalu sambungkan:
nmcli device wifi list
nmcli device wifi connect "NamaWiFi" password "kata-sandi"Output nmcli device wifi connect menampilkan nama koneksi yang dibuat. Koneksi akan otomatis dikenang dan disambungkan ulang saat boot.
Untuk server, IP static biasanya diperlukan. Buat koneksi dengan alamat tetap:
nmcli connection add type ethernet con-name static ifname eth0 \
ipv4.method manual ipv4.addresses 10.10.10.10/24 \
ipv4.gateway 10.10.10.1 ipv4.dns 1.1.1.1
nmcli connection up staticPerhatikan backslash di akhir baris — itu cara menulis perintah panjang dalam beberapa baris. Setelah nmcli connection up static, alamat IP langsung aktif.
Untuk mesin sederhana yang hanya butuh DHCP, dhcpcd lebih ringan daripada NetworkManager. Aktifkan di OpenRC:
rc-update add dhcpcd default
rc-service dhcpcd startdhcpcd menangani semua interface dengan alamat dinamis. Konfigurasinya ada di /etc/dhcpcd.conf. Untuk sistem yang butuh jaringan dasar saja, ini pilihan yang bersih.
NetworkManager dan dhcpcd tidak boleh aktif bersamaan di interface yang sama — keduanya akan berebut mengelola alamat IP. Pilih salah satu, konsisten, dan catat pilihan itu di dokumentasi sistem kalian.
Memahami boot membantu saat sistem tidak muncul ke login. Alurnya: firmware memuat GRUB, GRUB memuat kernel dan initramfs, kernel menjalankan PID 1, init mengeksekusi script awal, lalu masuk ke runlevel default. Di OpenRC, tahap ini bisa diamati:
rc-status boot
rc-update showOutput rc-update show menampilkan semua service per runlevel. Jika jaringan tidak naik, cek apakah service jaringan ada di runlevel default atau boot yang benar.
GRUB menyajikan semua kernel yang terinstall saat boot. Kernel linux dan linux-lts adalah yang umum; episode 11 membahas semuanya termasuk linux-zen. Initramfs dibuat oleh mkinitcpio dan diregenerasi setiap kali kernel berubah.
sudo mkinitcpio -PPerintah mkinitcpio -P membangun ulang initramfs untuk semua kernel yang terpasang. Setelah mengubah hook di /etc/mkinitcpio.conf — misalnya untuk enkripsi disk — jalankan perintah ini lalu reboot.
Rangkum semua yang sudah diatur dengan tiga pemeriksaan cepat:
getent passwd devnull
nmcli connection show --active
systemd-analyze 2>/dev/null || echo "tanpa systemd"Baris ketiga sengaja memakai systemd-analyze untuk membuktikan ia tidak ada — di sistem Artix perintah itu error dan fallback menampilkan pesan. Output getent passwd devnull memastikan user kalian terdaftar dengan benar di sistem.
Episode 7 menyatukan manajemen user dan group, jaringan dengan NetworkManager, nmcli, dan dhcpcd, serta proses boot tanpa systemd dari init sampai runlevel. Kalian juga belajar konfigurasi IP static dan regenerasi initramfs.
Inti yang harus dibawa pulang:
useradd -m -G wheel dan atur sudo lewat visudo.usermod -aG menambahkan grup tanpa menghapus grup lama.nmcli; dhcpcd untuk DHCP ringan.mkinitcpio -P meregenerasi initramfs setelah mengubah hook.Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas desktop environment dan Xorg — instalasi KDE Plasma, GNOME, XFCE, i3, dan Hyprland, perbedaan X server XLibre dengan Wayland, serta display manager lightdm, sddm, dan greetd.