Belajar Artix Linux - Audio, Bluetooth & Multimedia
Episode 9 of 23

Belajar Artix Linux - Audio, Bluetooth & Multimedia

Artix memakai PipeWire sebagai default audio sejak 2023, menggantikan PulseAudio. Episode ini membahas WirePlumber, wpctl untuk kontrol volume, bluetooth dengan bluez, codec gstreamer dan ffmpeg, serta driver GPU mesa dan NVIDIA agar multimedia berjalan lancar.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Desktop tanpa suara terasa hambar. Episode 9 membahas lapisan multimedia Artix: PipeWire sebagai server audio default, WirePlumber sebagai session manager-nya, bluez untuk bluetooth, codec gstreamer/ffmpeg, serta driver GPU mesa dan NVIDIA agar video dan permainan berjalan mulus.

Kabar baiknya: semua ini dikelola sebagai service di init pilihan kalian. Setelah episode 8, kalian sudah terbiasa dengan pola aktivasi service — episode ini hanya menerapkannya ke komponen audio dan multimedia.

PipeWire: Audio Server Default

Mengapa PipeWire

Sejak 2023, Artix memakai PipeWire sebagai audio server utama, menggantikan PulseAudio. PipeWire menangani audio sekaligus video, latensinya rendah untuk aplikasi pro-audio, dan kompatibel dengan aplikasi yang menulis untuk PulseAudio maupun ALSA. Satu server untuk semuanya.

Install paket inti PipeWire beserta session manager WirePlumber:

Install PipeWire dan WirePlumber
sudo pacman -S pipewire pipewire-pulse wireplumber

pipewire-pulse menyediakan kompatibilitas PulseAudio, sehingga aplikasi lama tetap berbunyi tanpa konfigurasi. WirePlumber mengatur kebijakan koneksi antar perangkat dan aplikasi.

Aktifkan Service Audio

Service audio diaktifkan per-user atau per-sesi. Di OpenRC, aktifkan service system-wide:

Aktifkan PipeWire di OpenRC
rc-update add pipewire default
rc-update add pipewire-pulse default
rc-update add wireplumber default

Subpaket pipewire-openrc menyediakan script init untuk ketiganya. Setelah reboot, audio langsung tersedia. Untuk init lain, gunakan service yang sesuai dari subpaket masing-masing.

Kontrol Audio dengan wpctl

Melihat dan Mengatur Volume

wpctl adalah alat kontrol PipeWire. Lihat perangkat dan ubah volume:

Kontrol audio dengan wpctl
wpctl status
wpctl inspect @DEFAULT_AUDIO_SINK@
wpctl set-volume @DEFAULT_AUDIO_SINK@ 0.7
wpctl set-mute @DEFAULT_AUDIO_SINK@ toggle

Output wpctl status menampilkan daftar sink, source, dan session audio. set-volume menerima nilai desimal 0.0 sampai 1.5; set-mute mengubah status bisu.

Menemukan Sink dan Source

Jika ada beberapa perangkat, cari ID sink yang diinginkan lewat daftar di wpctl status. Kemudian operasikan langsung dengan ID-nya:

Operasi sink berdasarkan ID
wpctl set-volume 45 0.5
wpctl set-default 45

wpctl set-default 45 menjadikan sink nomor 45 sebagai default. Cara ini berguna saat earphone dan speaker bergantian dipakai.

Bluetooth dengan bluez

Install dan Aktifkan bluez

Untuk bluetooth, install bluez dan aktifkan daemon-nya sesuai init:

Install dan aktifkan bluez
sudo pacman -S bluez bluez-utils
rc-update add bluetoothd default
rc-service bluetoothd start

Nama service bluetoothd di OpenRC menangani semua adapter bluetooth. Cek status adapter dengan bluetoothctl.

Memasangkan Perangkat

Pasangkan perangkat audio bluetooth dari terminal:

Pasangkan perangkat bluetooth
bluetoothctl
power on
scan on
pair 00:11:22:33:44:55
connect 00:11:22:33:44:55
trust 00:11:22:33:44:55

Ganti MAC address dengan perangkat kalian. Setelah di-trust, perangkat akan tersambung otomatis di masa depan. Gunakan scan on dan perhatikan MAC di daftar untuk di-pair.

Codec dan Pemutar Media

GStreamer dan FFmpeg

Pemutaran video bergantung pada codec. Install gstreamer dengan plugin lengkap dan ffmpeg:

Install codec multimedia
sudo pacman -S gst-plugins-good gst-plugins-bad gst-plugins-ugly gst-libav
sudo pacman -S ffmpeg

gst-plugins-ugly berisi codec yang berlisensi bebas, jadi instal dengan pertimbangan hukum penggunaan kalian. Kombinasi gstreamer dan ffmpeg mencakup hampir semua format media modern.

Driver GPU

Akselerasi video bergantung pada driver. Untuk GPU Intel, AMD, dan generik, mesa sudah cukup:

Install mesa dan driver
sudo pacman -S mesa libva-mesa-driver vulkan-mesa-layers

Untuk kartu NVIDIA, pakai driver proprietary nvidia dan pasang service yang sesuai, atau pakai nouveau untuk open-source. Cek driver yang aktif dengan:

Cek GPU dan driver
lspci -k | grep -A 3 -E 'VGA|3D'
glxinfo -B | grep 'OpenGL renderer'

Output lspci -k | grep -A 3 -E 'VGA|3D' menampilkan kernel driver yang ter-load untuk kartu grafis. glxinfo -B memastikan renderer OpenGL memakai GPU, bukan software rendering.

Troubleshooting Audio dan Video

Audio Tidak Bunyi

Jika tidak ada suara, periksa tiga hal secara berurutan: service PipeWire aktif, default sink benar, dan volume tidak bisu:

Diagnosis audio
rc-status | grep -E 'pipewire|wireplumber'
wpctl status | head -n 20
wpctl get-volume @DEFAULT_AUDIO_SINK@

wpctl get-volume @DEFAULT_AUDIO_SINK@ menampilkan volume saat ini. Jika menampilkan MUTED, buka bisu dengan wpctl set-mute @DEFAULT_AUDIO_SINK@ 0.

Video Tidak Terakselerasi

Video yang tersendat biasanya karena software rendering. Pastikan package mesa terinstall, driver sesuai, dan environment LIBVA_DRIVER_NAME diatur bila perlu. Aplikasi berbasis Chromium kadang butuh flag --enable-features=VaapiVideoDecoder untuk memakai akselerasi hardware.

Penutup

Episode 9 melengkapi desktop kalian dengan multimedia: PipeWire dan WirePlumber sebagai fondasi audio, wpctl untuk kontrol, bluez untuk bluetooth, codec gstreamer dan ffmpeg, serta driver GPU mesa dan NVIDIA.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • PipeWire menggantikan PulseAudio; WirePlumber mengatur session.
  • Aktifkan pipewire, pipewire-pulse, dan wireplumber di init.
  • wpctl untuk melihat dan mengatur volume serta default sink.
  • bluez menyediakan bluetooth; service bernama bluetoothd.
  • GStreamer dan ffmpeg mencakup hampir semua codec media.
  • Driver GPU menentukan akselerasi video dan renderer OpenGL.

Di episode 10 selanjutnya kita akan membahas storage: LVM, Btrfs, dan encryption — logical volume, subvolume dan snapshot Btrfs, filesystem ext4/xfs, serta enkripsi LUKS/dm-crypt dengan hook mkinitcpio.