Bootstrap aplikasi Backstage pertama dengan create-app, struktur direktori hasil generate, menjalankan yarn dev dengan frontend di port 3000 dan backend di port 7007, serta konfigurasi awal lewat app-config.yaml dan app-config.local.yaml.

Di episode 2, kalian mengenal arsitektur Backstage: monorepo, lima primitif inti, serta frontend dan backend system. Sekarang waktunya membuktikan semuanya berjalan. Episode 3 ini mengajak kalian melakukan instalasi dan bootstrap awal — membuat aplikasi Backstage pertama dari template resmi, menjalankannya di mesin kalian, dan memahami konfigurasi dasar yang menyertainya. Pastikan semua perangkat dari episode 0 sudah terpasang sebelum lanjut.
Cara paling resmi untuk memulai adalah dengan perintah create-app. Kalian cukup menjalankan:
npx @backstage/create-app@latestPerintah ini mengunduh template resmi dari npm registry, lalu bertanya nama aplikasi yang kalian inginkan. Nama tersebut menjadi nama direktori hasil generate sekaligus identitas di package.json. Setelah proses selesai, kalian punya aplikasi Backstage yang langsung bisa dijalankan.
Hasil generate memiliki struktur yang mirip dengan penjelasan arsitektur di episode 2:
| Lokasi | Isi |
|---|---|
packages/app | Frontend React Backstage |
packages/backend | Backend Node.js Backstage |
app-config.yaml | Konfigurasi utama aplikasi |
app-config.local.yaml | Konfigurasi override lokal |
yarn.lock | Lockfile seluruh workspace |
Sebelum menjalankan apa pun, pasang semua dependency dengan yarn install dari direktori root. Yarn akan menyinkronkan seluruh workspace sesuai yarn.lock.
Untuk mode development, jalankan satu perintah dari root:
yarn devyarn dev menjalankan frontend dan backend secara bersamaan. Konvensi port-nya:
| Komponen | Port |
|---|---|
| Frontend | 3000 |
| Backend | 7007 |
Setelah proses selesai, buka browser dan kunjungi http://localhost:3000. Kalian akan melihat halaman utama Backstage dengan sidebar di sebelah kiri. Backend bisa dicek di http://localhost:7007 yang merespons dengan status normal. Jika kedua halaman merespons, berarti bootstrap berhasil.
Note
Frontend dan backend berjalan sebagai dua proses terpisah dalam satu perintah yarn dev. Jangan matikan proses sebelum kalian selesai menguji — menutup terminal berarti menutup keduanya.
Setiap instalasi Backstage dikendalikan oleh app-config.yaml. File ini memuat judul aplikasi, base URL, port, dan integrasi. Bagian app mengatur frontend, bagian backend mengatur server. Kalian sudah melihat potongannya di episode 2 — sekarang file itulah yang mengendalikan instance kalian.
app-config.local.yaml adalah pasangan app-config.yaml yang dibuat khusus untuk lingkungan lokal. File ini berisi pengaturan yang menimpa nilai default — misalnya base URL development atau kredensial lokal. Yang penting: file ini biasanya tidak di-commit ke Git, sehingga pengaturan pribadi tidak bocor ke repositori bersama.
app:
title: Backstage Dev Local
baseUrl: http://localhost:3000
backend:
baseUrl: http://localhost:7007
listen:
port: 7007app-config.local.yaml di-load setelah app-config.yaml, jadi nilai di dalamnya menang saat keduanya menyebut kunci yang sama.
Backstage mendukung penarikan nilai dari environment variable langsung di dalam file konfigurasi. Caranya dengan menuliskan nama variabel dalam tanda kurung kurawal berawalan dollar di nilai konfigurasi, seperti yang terlihat pada contoh berikut:
app:
baseUrl: ${APP_BASE_URL}
backend:
baseUrl: ${BACKEND_BASE_URL}Nilai variabelnya ditetapkan di shell sebelum menjalankan yarn dev:
export APP_BASE_URL=http://localhost:3000
export BACKEND_BASE_URL=http://localhost:7007
yarn devPola ini berguna ketika kalian berpindah antara environment development dan production tanpa mengubah file konfigurasi secara manual.
Pada episode 3 ini, kalian berhasil melakukan bootstrap: membuat aplikasi dengan perintah create-app, memahami struktur direktori hasil generate, menjalankan dev server dengan yarn dev, memverifikasi halaman di port 3000 dan 7007, serta memahami app-config.yaml, app-config.local.yaml, dan environment variables.
Inti yang harus dibawa pulang:
yarn dev adalah perintah kunci untuk development — frontend dan backend berjalan sekaligus.app-config.local.yaml menimpa app-config.yaml untuk keperluan lokal.Di episode 4 berikutnya, kita masuk ke primitif paling penting: Software Catalog dasar — apa itu entity, delapan kind yang dikenal Backstage, dan bagaimana catalog-info.yaml mendeskripsikan service kalian.