Belajar Backstage dari dasar hingga production-grade: pre-requisites & setup environment, sejarah & latar belakang, konsep dasar & arsitektur utama, instalasi & bootstrap awal, software catalog dasar, catalog ingestion & processing, software templates (Scaffolder), TechDocs, authentication & identity, konfigurasi lanjutan & secrets, scaffolder advanced & custom actions, catalog advanced & data model, persistence & databases, authorization permission framework & RBAC, secrets & external service integration, deployment security & hardening, search & discovery, frontend plugin development, backend plugin & backend framework, scaling & performance, observability & tech insights, production deployment & adoption, hingga ekosistem modern & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Menyiapkan skill dasar dan perangkat yang wajib dimiliki sebelum masuk ke ekosistem Backstage: Node.js 20+ LTS, Yarn 4 lewat Corepack, TypeScript dan React, konsep monorepo, Git dengan alur CI/CD, hingga Docker, akun GitHub, dan IDE. Episode pembuka dari series Belajar Backstage.

Memahami evolusi platform engineering dari era DevOps, ledakan microservices, masalah discoverability dan cognitive overload, hingga kelahiran platform engineering dan IDP, termasuk asal usul Backstage dari Spotify, donasi ke CNCF, dan masalah yang diselesaikannya.

Mengenal arsitektur monorepo Backstage dengan packages app dan backend, file app-config.yaml, lima primitif inti seperti Software Catalog dan Scaffolder, serta New Frontend System dan New Backend System yang menjadi fondasi modernnya.

Bootstrap aplikasi Backstage pertama dengan create-app, struktur direktori hasil generate, menjalankan yarn dev dengan frontend di port 3000 dan backend di port 7007, serta konfigurasi awal lewat app-config.yaml dan app-config.local.yaml.

Mempelajari Software Catalog dasar: konsep entity, delapan kind yang dikenal Backstage, struktur catalog-info.yaml dengan metadata dan spec, anotasi backstage.io, serta relasi antar entity seperti ownedBy, partOf, dan providesApi.

Memahami catalog ingestion lewat static locations, URL dan file locations, serta entity providers untuk discovery otomatis, termasuk pipeline pengolahan dari entity provider hingga stitching, dengan integrasi GitHub discovery.

Membangun golden path pengembangan dengan Scaffolder: memahami struktur template YAML berisi metadata, parameters, steps, dan output, memakai placeholder nilai user pada form schema, serta merangkai workflow scaffolding sederhana memakai action bawaan seperti fetch, publish, dan register.

Membawa dokumentasi masuk ke alur kerja dengan TechDocs: memahami konsep docs-as-code memakai MkDocs dan techdocs-core, menata struktur folder docs, menandai entity dengan annotation backstage.io/techdocs-ref, serta membangun dan menerbitkan dokumentasi dengan techdocs-cli ke storage lokal maupun cloud seperti S3, GCS, dan Azure Blob.

Mengamankan pintu masuk Backstage: memilih dan mengonfigurasi auth provider mulai dari guest mode untuk pengembangan, OIDC, GitHub, Google, SAML, hingga Microsoft Entra ID dan provider kustom, memahami sign-in resolvers, serta menelusuri identitas Backstage lewat token, header Backstage-Identity, dan user principal.

Merapikan fondasi konfigurasi Backstage: memahami hirarki app-config, memvalidasi schema dengan @backstage/config-lint, memakai nested config, substitusi environment variable, dan dynamic config, serta mengelola secrets berbasis environment dan integrasi dengan Vault tanpa pernah menaruh kredensial di kode.
