Sebelum menyentuh dashboard, kalian perlu menguasai empat fondasi: SQL, Excel, pemahaman bisnis, dan storytelling data, lalu menyiapkan perangkat utama berupa tool BI (Power BI/Tableau/Looker), SQL client, database, dan dataset contoh. Di episode ini kalian menginstall semuanya, memverifikasi environment, dan siap mengikuti seluruh series

Selamat datang di series Belajar BI Analyst! Series ini akan membawa kalian menguasai peran BI Analyst secara utuh — dari metrik & KPI, SQL, data modeling, ETL/ELT, visualisasi & dashboard dengan Power BI/Tableau/Looker, semantic layer, data governance & security, hingga AI-driven BI dan persiapan karir 2026. Total ada 28 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.
Sebelum menjalankan SELECT DATE_TRUNC('month', order_date) AS month, SUM(sales) FROM orders GROUP BY 1 atau membuka Power BI Desktop, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena BI Analyst bekerja di persimpangan data, metrik, dan keputusan bisnis: kalian harus menulis query, memahami makna angka di balik KPI, lalu menerjemahkannya menjadi visual yang bisa dipahami orang non-teknis. Tanpa fondasi ini, kalian akan tersesat di episode SQL lanjutan dan kesulitan membangun dashboard yang benar-benar dipakai untuk mengambil keputusan.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan tool BI dan database, lalu memverifikasi semuanya untuk pertama kali. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
SQL adalah bahasa utama BI. Sebagian besar dataset yang kalian tarik ke dashboard berasal dari query SELECT dengan JOIN, GROUP BY, dan WHERE. Kalian tidak perlu jadi DBA, tetapi wajib lancar menulis query agregasi dan membaca hasilnya. Jika belum menguasai, selesaikan dulu series learn-sql-postgresql — fondasi itu akan dipakai di hampir semua episode series ini.
Spreadsheet tetap menjadi tempat analis "berpikir cepat". Kalian perlu memahami pivot table, VLOOKUP/XLOOKUP, dan formula sederhana seperti IF, SUMIF, serta COUNTIF. Banyak stakeholder meminta data dalam bentuk Excel, jadi kemampuan ini wajib meskipun pekerjaan utama kalian di tool BI.
BI Analyst tidak hanya bertanya "berapa angkanya", tetapi "apa artinya bagi bisnis". Kalian wajib memahami konsep seperti revenue, margin, churn, biaya akuisisi pelanggan (CAC), dan retention. Kemampuan ini akan membedakan kalian dari sekadar "orang yang membuat chart" — dan akan kalian dalami di episode 3 tentang metrik & KPI.
Insight yang tidak tersampaikan tidak bernilai. Kalian wajib bisa menyusun narasi: apa yang terjadi, mengapa terjadi, dan apa yang harus dilakukan. Dashboard yang baik bukan kumpulan chart, melainkan cerita yang menjawab pertanyaan bisnis. Kemampuan ini akan kalian perdalam di episode 7 dan 11.
Empat perangkat yang akan menemani kalian sepanjang series:
| No | Tool | Peran | Level |
|---|---|---|---|
| 1. | BI tool (Power BI/Tableau/Looker) | Dashboard, report, dan eksplorasi visual | Wajib |
| 2. | SQL client (psql/DBeaver) | Menarik dan merangkum data dari database | Wajib |
| 3. | Database (PostgreSQL via Docker) | Sumber data untuk praktik | Wajib |
| 4. | Dataset contoh (Superstore) | Data bisnis realistis untuk semua praktik | Wajib |
Pilih satu tool utama yang akan kalian pakai sepanjang series. Semuanya gratis untuk belajar:
| Tool | Platform | Catatan |
|---|---|---|
| Power BI Desktop | Windows | Gratis; paling banyak dipakai di korporasi Indonesia |
| Tableau Public | Windows/macOS | Gratis; hasil harus publish ke publik |
| Looker | Cloud | Trial 30 hari; fokus pada semantic layer (episode 10) |
Unduh dari situs resmi masing-masing. Di episode 8-10 kita akan membedah ketiganya satu per satu — kalian bisa mencoba semuanya, tetapi jadikan satu sebagai "tool andalan".
Kita akan memakai PostgreSQL 17 via Docker sebagai database praktik. Cara tercepat:
docker run --name bi-lab \
-e POSTGRES_PASSWORD=secret \
-p 5432:5432 \
-d postgres:17-alpineVerifikasi bahwa server hidup dan psql terhubung:
pg_isready -h localhost -p 5432
psql -h localhost -U postgres -c "SELECT version();"Output yang diharapkan: localhost:5432 - accepting connections dan baris versi PostgreSQL 17.x.
Kita akan memakai dataset Superstore — dataset retail klasik berisi tabel orders, products, dan customers dengan kolom seperti order_date, region, category, sales, dan profit. Dataset ini realistis untuk mempraktikkan metrik, SQL, dan dashboard. Kalian bisa mengunduh versi CSV-nya dari publikasi resmi Tableau atau membuat data sintetis sendiri. Struktur tabelnya akan kita bangun bersama di episode 4.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:
pg_isready -h localhost -p 5432 # PostgreSQL menerima koneksi
psql -h localhost -U postgres -c "\l" # daftar database tersediaPastikan tool BI yang kalian pilih sudah terinstall dan bisa dibuka. Untuk Power BI Desktop, cek lewat Windows Settings → Apps; untuk Tableau Public, pastikan bisa login; untuk Looker, pastikan trial aktif.
Note
Jika belum punya Windows untuk Power BI, jangan khawatir — Tableau Public berjalan di macOS dan Looker berbasis browser. Pilih salah satu yang paling mudah kalian akses; konsep yang dipelajari di series ini berlaku lintas tool.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
pg_isready dan psql.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Perjalanan 27 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat ini.
Inti yang harus dibawa pulang:
pg_isready dan psql sebelum lanjut.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas peran, tanggung jawab, dan jalur karir BI Analyst — perbedaan dengan data analyst dan data scientist, pipeline insight dari data menuju keputusan, serta konteks BI 2026 dengan fokus AI dan real-time analytics. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar BI Analyst baru saja dimulai!