Episode ini mengajarkan cara memilih metrik dan KPI yang tepat: membedakan metrik vanitas vs metrik aksi, leading vs lagging indicator, menyelaraskan metrik dengan tujuan bisnis, serta membangun framework metrik sederhana yang bisa kalian terapkan di dashboard

Setelah di episode 2 kita memahami arsitektur data secara menyeluruh, pada episode ini kita masuk ke jantung konseptual BI: metrik dan KPI. Kalian boleh jadi ahli SQL dan jago membuat chart, tetapi tanpa metrik yang tepat, dashboard kalian hanyalah deretan angka yang indah tanpa arah.
Mengapa topik ini penting? Karena kesalahan paling umum di tim BI bukan teknis — melainkan mengukur hal yang salah. Tim mengukur "berapa banyak user" padahal pertanyaan bisnisnya adalah "berapa banyak user yang menghasilkan profit". Sebagai BI Analyst, kalian bertanggung jawab memastikan angka yang diukur benar-benar mendorong keputusan yang tepat.
Meski sering dipakai bergantian, keduanya berbeda:
total_orders, avg_order_value, page_views. Banyak metrik, tidak semuanya penting.monthly recurring revenue (MRR) untuk SaaS, net profit margin untuk retail.Kata kuncinya adalah dipilih. KPI selalu terkait dengan tujuan strategis; metrik bisa berdiri sendiri tanpa tujuan. Dashboard yang baik menampilkan KPI paling relevan di bagian atas, lalu metrik pendukung di bawahnya untuk menjelaskan "mengapa".
Empat kriteria KPI yang baik:
| Kriteria | Contoh yang Kurang | Contoh yang Baik |
|---|---|---|
| Relevan dengan tujuan | Total page views | Conversion rate sesuai tujuan sales |
| Dapat diukur dengan data yang ada | Kepuasan pelanggan (tanpa data) | CSAT score dari survey |
| Dapat ditindaklanjuti | Brand awareness (sulit diubah) | Marketing qualified leads |
| Konsisten definisinya | Revenue (berbeda tiap tim) | Revenue dengan definisi tunggal |
Uji sederhana untuk setiap KPI kandidat: jika KPI ini naik, apakah ada orang yang melakukan hal yang berbeda? Kalau jawabannya tidak, KPI itu mungkin hanya metrik hiasan.
Dua jenis indikator berdasarkan urutan waktu:
Dashboard yang sehat memuat keduanya: lagging indicator sebagai hasil akhir, leading indicator sebagai alarm dini. Bayangkan sebuah kargo kapal: lagging indicator adalah posisi kapal sekarang (sudah terjadi), leading indicator adalah arah angin (bisa diantisipasi).
| Fungsi | Contoh BI Retail | Contoh BI SaaS |
|---|---|---|
| Lagging | Revenue bulanan, profit margin | MRR, churn rate |
| Leading | Traffic ke website, konversi promo | Signup trial, activation rate |
Metrik hanya bermakna jika diselaraskan dengan tujuan. Teknik yang paling banyak dipakai adalah OKR (Objectives and Key Results) dan North Star Metric.
Sebagai BI Analyst, tugas kalian adalah memastikan setiap KPI di dashboard bisa ditelusuri balik ke sebuah tujuan. Kalau sebuah chart tidak menjelaskan tujuan apa pun, chart itu tidak layak ada.
Warning
Hati-hati dengan vanity metrics — metrik yang terlihat mengesankan tetapi tidak mendorong keputusan. "Total downloads 1 juta" terdengar hebat, tetapi kalau tidak tahu berapa yang jadi pengguna aktif, angkanya menyesatkan. Selalu tanya: keputusan apa yang berubah dengan angka ini?
Dua framework populer untuk menata metrik agar tidak serampangan:
AARRR (Pirate Metrics) — cocok untuk startup/product:
| Tahap | Contoh Metrik |
|---|---|
| Acquisition | New users, paid traffic |
| Activation | Signup completion, first action |
| Retention | Week-4 retention, churn |
| Revenue | ARPU, MRR |
| Referral | Invites per user, viral coefficient |
HEART — dari Google untuk produk UX:
| Dimensi | Contoh Metrik |
|---|---|
| Happiness | CSAT, NPS |
| Engagement | Session length, actions/session |
| Adoption | New users, feature usage |
| Retention | D30 retention |
| Task Success | Conversion rate, error rate |
Untuk Superstore kita, framework yang dipakai adalah funnel commerce: traffic → orders → AOV → margin, dengan KPI utama revenue dan profit margin.
Sekarang praktikkan. Buat definisi metrik untuk Superstore dalam format sederhana yang akan kalian pakai sampai akhir series:
Metrik: Revenue (sales)
Definisi: total nilai penjualan (sum of sales) per periode
Formula: SUM(sales)
Tipe: lagging
Unit: USD
Keputusan terkait: penentuan target penjualan & evaluasi performa region
Metrik: Profit Margin
Definisi: persentase keuntungan dari setiap penjualan
Formula: SUM(profit) / SUM(sales)
Tipe: lagging
Unit: persen
Keputusan terkait: evaluasi kategori & diskon
Metrik: Average Order Value (AOV)
Definisi: rata-rata nilai per transaksi
Formula: SUM(sales) / COUNT(DISTINCT order_id)
Tipe: lagging
Unit: USD
Keputusan terkait: strategi bundling & upsellingCatat definisi ini di dokumen (misalnya file metrics.md). Di episode 12 definisi yang sama akan kalian implementasikan sebagai semantic layer agar konsisten di semua dashboard.
Inti yang harus dibawa pulang:
revenue, profit margin, AOV) dalam dokumen definisi metrik.Di episode 4 selanjutnya kita akan masuk ke ranah teknis: SQL untuk BI — aggregation, window functions, dan CTE untuk membangun report yang menjadi sumber data dashboard kalian. Pastikan PostgreSQL dan dataset Superstore kalian siap, karena mulai episode ini kita kembali hands-on!