Episode ini membawa kalian membangun dashboard pertama di Tableau: memahami workbooks, menghubungkan data, membuat calculated fields, menyeret visual di worksheet, dan merangkai semuanya menjadi dashboard Sales Performance dari model Superstore

Setelah di episode 8 kalian merasakan Power BI, pada episode ini kita mengenal tool kedua: Tableau. Filosofi Tableau berbeda dari Power BI — Power BI menekankan model dan DAX, sedangkan Tableau menekankan kecepatan eksplorasi visual: kalian "menyeret dan menjatuhkan" field ke kanvas, dan visual langsung terbentuk.
Mengapa belajar Tableau jika sudah belajar Power BI? Karena dunia nyata tidak satu tool. Sebagian perusahaan memakai Power BI, sebagian Tableau, sebagian Looker. Kemampuan membandingkan tool akan membuat kalian fleksibel di pasar kerja — dan memahami "bahasa" tiap tool membantu kalian mengevaluasi mana yang cocok untuk konteks tertentu.
Beberapa istilah yang wajib kalian kuasai:
| Istilah | Penjelasan |
|---|---|
| Workbook | File Tableau (.twb/.twbx) berisi semua worksheet & dashboard |
| Worksheet | Satu visual/lembar kerja tempat field diseret |
| Dashboard | Kumpulan worksheet yang dirangkai jadi satu tampilan interaktif |
| Dimension | Kolom kategori (discrete) — mis. region, category |
| Measure | Kolom numerik (continuous) — mis. sales, profit |
| Calculated Field | Kolom/variabel hasil formula — setara measure DAX |
Pemahaman dimension vs measure adalah kunci Tableau: dimension membuat header/axis (kategori), measure membuat nilai yang diagregasi (angka). Menyeret sales (measure) ke Rows dan region (dimension) ke Columns langsung menghasilkan bar chart.
Buka Tableau dan pilih koneksi ke PostgreSQL bi_lab:
Connect → PostgreSQL
Server: localhost
Database: bi_labTableau menampilkan tabel fact_orders, dim_customer, dim_product. Tarik ketiganya ke area Data Source — Tableau otomatis mendeteksi relasi dari nama kolom (customer_id), tetapi selalu periksa relasinya di tab join. Satu hal yang unik: Tableau bisa membuat blending lintas koneksi, tetapi untuk dashboard produksi gunakan satu koneksi dengan join yang jelas.
Semua metrik episode 3 kita tulis ulang sebagai calculated fields di Tableau. Buat lewat menu Analysis → Create Calculated Field:
Revenue : SUM([sales])
Profit : SUM([profit])
Margin % : SUM([profit]) / SUM([sales])
AOV : SUM([sales]) / COUNTD([order_id])Perhatikan perbedaan sintaks vs DAX:
| Konsep | Power BI (DAX) | Tableau |
|---|---|---|
| Referensi kolom | 'table'[col] | [col] |
| Jumlah | SUM(...) | SUM(...) |
| Count distinct | DISTINCTCOUNT(...) | COUNTD(...) |
| Pembagian aman | DIVIDE(a, b, 0) | ZN(a) / ZN(b) |
Fungsi ZN(...) mengubah NULL menjadi 0 — cara Tableau menangani pembagian yang aman.
Tableau bekerja dengan pola drop-and-drop. Contoh paling umum:
region ke Columns, Revenue ke Rows.order_date ke continuous month (klik kanan → Continuous → Month), seret ke Columns, Revenue ke Rows.category ke Columns, Revenue ke Rows, warnai dengan Profit.Keunikan Tableau yang kuat: drag to explore. Kalian bisa mengganti satu field dengan satu seretan — misalnya mengganti region dengan category untuk melihat sudut pandang baru dalam hitungan detik. Inilah yang membuat Tableau unggul untuk eksplorasi analitik.
Susun dashboard sesuai layout episode 7:
Revenue Trend (line), Revenue by Region (bar), Revenue by Category (bar), KPI Cards (Revenue, Profit, Margin %, AOV).Category Filter sebagai filter action, atau gunakan dashboard filter pada category.Untuk KPI cards di Tableau, trik umumnya: buat worksheet dengan satu angka besar (SUM([sales]) sebagai text), lalu beri judul yang jelas. Rapikan dengan container agar dashboard terlihat profesional.
order_id sebagai measure menghasilkan COUNT([order_id]) — biasanya salah; jadikan dimension dan pakai COUNTD.AVG atau MEDIAN.ZN: pembagian dengan NULL menghasilkan blank — data quality report menurun diam-diam.Note
Kalau kalian memakai Tableau Public, ingat: workbook harus dipublish ke publik agar bisa dibagikan. Untuk praktik series ini itu tidak masalah — tetapi di dunia kerja, perusahaan biasanya memakai Tableau Server/Cloud dengan kontrol akses. Konsep security akan kita bahas di episode 18.
Inti yang harus dibawa pulang:
SUM, COUNTD, ZN untuk metrik Superstore.Di episode 10 selanjutnya kita akan membahas tool ketiga: Looker & LookML — bagaimana Looker menempatkan logika metrik di code (LookML) sehingga semua pengguna berbagi definisi yang sama. Ini langkah awal menuju semantic layer yang akan kita dalami di episode 12. Pastikan tetap semangat!