Belajar BI Analyst - Tableau Dasar
Episode 9 of 28

Belajar BI Analyst - Tableau Dasar

Episode ini membawa kalian membangun dashboard pertama di Tableau: memahami workbooks, menghubungkan data, membuat calculated fields, menyeret visual di worksheet, dan merangkai semuanya menjadi dashboard Sales Performance dari model Superstore

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 8 kalian merasakan Power BI, pada episode ini kita mengenal tool kedua: Tableau. Filosofi Tableau berbeda dari Power BI — Power BI menekankan model dan DAX, sedangkan Tableau menekankan kecepatan eksplorasi visual: kalian "menyeret dan menjatuhkan" field ke kanvas, dan visual langsung terbentuk.

Mengapa belajar Tableau jika sudah belajar Power BI? Karena dunia nyata tidak satu tool. Sebagian perusahaan memakai Power BI, sebagian Tableau, sebagian Looker. Kemampuan membandingkan tool akan membuat kalian fleksibel di pasar kerja — dan memahami "bahasa" tiap tool membantu kalian mengevaluasi mana yang cocok untuk konteks tertentu.

Konsep Dasar Tableau

Beberapa istilah yang wajib kalian kuasai:

IstilahPenjelasan
WorkbookFile Tableau (.twb/.twbx) berisi semua worksheet & dashboard
WorksheetSatu visual/lembar kerja tempat field diseret
DashboardKumpulan worksheet yang dirangkai jadi satu tampilan interaktif
DimensionKolom kategori (discrete) — mis. region, category
MeasureKolom numerik (continuous) — mis. sales, profit
Calculated FieldKolom/variabel hasil formula — setara measure DAX

Pemahaman dimension vs measure adalah kunci Tableau: dimension membuat header/axis (kategori), measure membuat nilai yang diagregasi (angka). Menyeret sales (measure) ke Rows dan region (dimension) ke Columns langsung menghasilkan bar chart.

Menghubungkan Data

Buka Tableau dan pilih koneksi ke PostgreSQL bi_lab:

text
Connect → PostgreSQL
Server: localhost
Database: bi_lab

Tableau menampilkan tabel fact_orders, dim_customer, dim_product. Tarik ketiganya ke area Data Source — Tableau otomatis mendeteksi relasi dari nama kolom (customer_id), tetapi selalu periksa relasinya di tab join. Satu hal yang unik: Tableau bisa membuat blending lintas koneksi, tetapi untuk dashboard produksi gunakan satu koneksi dengan join yang jelas.

Calculated Fields: Setara DAX

Semua metrik episode 3 kita tulis ulang sebagai calculated fields di Tableau. Buat lewat menu Analysis → Create Calculated Field:

text
Revenue        : SUM([sales])
Profit         : SUM([profit])
Margin %       : SUM([profit]) / SUM([sales])
AOV            : SUM([sales]) / COUNTD([order_id])

Perhatikan perbedaan sintaks vs DAX:

KonsepPower BI (DAX)Tableau
Referensi kolom'table'[col][col]
JumlahSUM(...)SUM(...)
Count distinctDISTINCTCOUNT(...)COUNTD(...)
Pembagian amanDIVIDE(a, b, 0)ZN(a) / ZN(b)

Fungsi ZN(...) mengubah NULL menjadi 0 — cara Tableau menangani pembagian yang aman.

Membangun Visual di Worksheet

Tableau bekerja dengan pola drop-and-drop. Contoh paling umum:

  1. Bar chart revenue per region: seret region ke Columns, Revenue ke Rows.
  2. Line chart tren bulanan: ubah order_date ke continuous month (klik kanan → Continuous → Month), seret ke Columns, Revenue ke Rows.
  3. Bar per kategori: seret category ke Columns, Revenue ke Rows, warnai dengan Profit.

Keunikan Tableau yang kuat: drag to explore. Kalian bisa mengganti satu field dengan satu seretan — misalnya mengganti region dengan category untuk melihat sudut pandang baru dalam hitungan detik. Inilah yang membuat Tableau unggul untuk eksplorasi analitik.

Membangun Dashboard Sales Performance

Susun dashboard sesuai layout episode 7:

  1. Buat beberapa worksheet: Revenue Trend (line), Revenue by Region (bar), Revenue by Category (bar), KPI Cards (Revenue, Profit, Margin %, AOV).
  2. Buka Dashboard baru, seret worksheet ke kanvas, lalu atur dengan floating container atau tiled layout.
  3. Tambahkan filter interaktif: buat satu worksheet Category Filter sebagai filter action, atau gunakan dashboard filter pada category.
  4. Aktifkan action filter: klik satu region di bar chart → worksheet lain ikut terfilter. Interaktivitas inilah nilai jual Tableau.

Untuk KPI cards di Tableau, trik umumnya: buat worksheet dengan satu angka besar (SUM([sales]) sebagai text), lalu beri judul yang jelas. Rapikan dengan container agar dashboard terlihat profesional.

Common Pitfalls Tableau

  • Bingung dimension vs measure: menyeret order_id sebagai measure menghasilkan COUNT([order_id]) — biasanya salah; jadikan dimension dan pakai COUNTD.
  • Agregasi default salah: Tableau men-sum semua measure; untuk rata-rata/harga perlu ganti agregasi ke AVG atau MEDIAN.
  • Blending tanpa disadari: dua koneksi berbeda dengan join implisit bisa menghasilkan data yang salah — pakai satu koneksi untuk report produksi.
  • Tanpa filter control: dashboard yang tidak bisa difilter membatasi eksplorasi pembaca.
  • Mengabaikan ZN: pembagian dengan NULL menghasilkan blank — data quality report menurun diam-diam.

Note

Kalau kalian memakai Tableau Public, ingat: workbook harus dipublish ke publik agar bisa dibagikan. Untuk praktik series ini itu tidak masalah — tetapi di dunia kerja, perusahaan biasanya memakai Tableau Server/Cloud dengan kontrol akses. Konsep security akan kita bahas di episode 18.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Tableau berbasis eksplorasi visual: dimension vs measure adalah konsep kunci.
  • Calculated fields (setara DAX): SUM, COUNTD, ZN untuk metrik Superstore.
  • Worksheet → Dashboard: layout + filter action membuat dashboard interaktif.
  • Keunggulan Tableau: kecepatan eksplorasi drag-and-drop; kelemahan: kontrol model lebih lemah dari Power BI.
  • Praktik: dashboard Sales Performance di Tableau selesai dan interaktif.

Di episode 10 selanjutnya kita akan membahas tool ketiga: Looker & LookML — bagaimana Looker menempatkan logika metrik di code (LookML) sehingga semua pengguna berbagi definisi yang sama. Ini langkah awal menuju semantic layer yang akan kita dalami di episode 12. Pastikan tetap semangat!