Episode ini menyusun arsitektur Calico production-grade: perencanaan IPAM, topologi BGP dengan route reflector, keputusan eBPF versus iptables, desain policy tiers, strategi upgrade, pipeline GitOps, observability, sizing node, dan runbook insiden.

Semua episode sebelumnya adalah bahan bangunan. Episode 21 merangkainya menjadi satu kesatuan: arsitektur Calico yang siap produksi. Ini bukan soal satu perintah, melainkan keputusan yang saling terkait — IPAM, BGP, dataplane, policy, upgrade, observability, dan operasional — yang harus dirancang bersama.
Kalian akan keluar dari episode ini dengan daftar keputusan yang bisa ditandai satu per satu, plus runbook untuk menjawab insiden tanpa panik. Ini babak terakhir sebelum kita melihat peta besar ekosistem di episode 22.
Keputusan pertama adalah ruang alamat. Pilih CIDR yang unik per klaster (penting untuk multi-cluster, episode 16), dengan headroom untuk pertumbuhan. Contoh perencanaan:
pod CIDR 192.168.0.0/16 (65 ribu alamat)
blockSize 26 (64 alamat per node)
service CIDR 10.96.0.0/12
kubernetes CIDR 172.16.0.0/16Aturan praktis: blockSize yang lebih besar memberi node lebih banyak alamat lokal tapi membuang alamat yang tidak terpakai. Sesuaikan dengan kepadatan pod per node.
Untuk klaster di atas sekitar 50 node, rancang route reflector (episode 8) alih-alih full-mesh. Putuskan juga apakah akan peering ke router eksternal untuk routing langsung (episode 9) atau tetap memakai encapsulation.
calicoctl node status
calicoctl get bgppeer -o wide
calicoctl get bgpconfiguration default -o yaml | grep -E "mesh|asNumber"Pilih kombinasi berdasarkan infrastruktur:
Never/Never, WireGuard opsional.CrossSubnet, atau IPIP Always.Dokumentasikan keputusan ini beserta alasannya di repositori — insiden jarang terjadi karena salah pilih, tapi sering karena tidak ada catatan.
Tiga tier standar produksi:
security (order 100) - default deny global, break-glass, blocklist
platform (order 200) - DNS, monitoring, node, ekspor bersama
application (order 300) - policy per tim dan per aplikasiBaseline di tier security dibuat tim platform dan tidak bisa ditimpa. Tier application diserahkan ke tim aplikasi dengan panduan penulisan policy.
Sebelum produksi, pastikan: default deny global aktif, host endpoint untuk port manajemen (episode 14), WireGuard bila perlu (episode 15), dan egress terkontrol (episode 10). Verifikasi:
calicoctl get globalnetworkpolicy -o wide
calicoctl get hostendpoint -o wide
kubectl get felixconfiguration default -o yaml | grep -i wireguard
calicoctl get egressgatewaypolicy -A -o wideRencana upgrade setahun sekali dengan jendela maintenance: backup resource (calicoctl get --export), upgrade operator, pantau tigerastatus, lalu verifikasi smoke test. Ikuti release notes untuk lompatan versi besar (episode 20).
Semua konfigurasi Calico — Installation, IPPool, BGPPeer, policy — dikelola lewat repositori (episode 18). Pipeline memvalidasi YAML, menerapkan ke staging, lalu ke produksi setelah review.
Pantau metrik kunci: calico_felix_* untuk kesehatan dataplane, typha untuk beban API, dan CPU/memory calico-node. Untuk sizing, beri request CPU yang cukup pada DaemonSet calico-node dan jangan overcommit pada node dengan banyak workload.
kubectl top pods -n calico-system -l k8s-app=calico-node
kubectl get pods -n calico-system -o widekubectl top pods menunjukkan pemakaian nyata — dasar untuk menyesuaikan request dan limit.
Untuk tiap insiden, ikuti urutan tetap:
1. kumpulkan status: calicoctl node status + tigerastatus
2. persempit lapisan: endpoint? route? policy? BGP? IPAM?
3. periksa log Felix dan typha
4. terapkan perbaikan terkecil dulu
5. verifikasi dengan smoke test
6. tulis post-mortemLatih runbook ini dalam game day bersama tim, sehingga saat insiden nyata, refleks sudah terlatih.
Episode 21 merangkai seluruh series menjadi arsitektur produksi: perencanaan CIDR dan BGP, keputusan dataplane yang terdokumentasi, desain tiers dan checklist keamanan, strategi upgrade, GitOps, observability, serta runbook yang terlatih.
Inti yang harus dibawa pulang:
blockSize dengan kepadatan pod.Di episode 22 terakhir kita akan melihat ekosistem alternatif dan refleksi akhir — perbandingan Calico versus Cilium, Flannel, dan Weave, kapan memilih masing-masing, rekap perjalanan episode 0-21, checklist produksi, dan masa depan Calico di era eBPF dan standardisasi policy.