Episode ini memandu kalian membangun cluster Ceph yang nyata: instalasi dengan cephadm, konfigurasi MON, OSD, dan MGR, memahami config file dan cluster keys, sampai verifikasi health dengan ceph status. Kalian akan punya cluster tiga node yang siap dipakai.

Selamat datang di episode 3 series Belajar Ceph! Dua episode pertama membangun fondasi konsep. Sekarang waktunya praktik: kalian akan membangun cluster Ceph tiga node yang nyata dari nol, lengkap dengan MON, OSD, dan MGR yang berjalan normal.
Ada dua pendekatan instalasi Ceph: manual install dengan paket RPM/DEB dan cephadm yang menjalankan daemon sebagai container. Kita akan fokus pada cephadm karena menjadi cara yang direkomendasikan untuk semua release modern, termasuk untuk upgrade rolling nanti di episode 19.
Di akhir episode ini, kalian akan memiliki cluster dengan health HEALTH_OK, tiga node yang terdaftar, dan OSD yang menyimpan data. Mari kita mulai.
Semua node harus saling terhubung via SSH. Buat user yang sama di setiap node, misalnya ceph, dengan sudo tanpa password. Tambahkan public key node pertama ke authorized_keys semua node agar cephadm bisa mengontrol host jarak jauh.
useradd -m -s /bin/bash ceph
echo "ceph ALL=(ALL) NOPASSWD:ALL" >> /etc/sudoers.d/ceph
mkdir -p /home/ceph/.sshVerifikasi bahwa dari node pertama kalian bisa SSH ke node lain tanpa password:
ssh node2 hostname
ssh node3 hostnamePerintah ssh node2 hostname harus mengembalikan nama host node2 tanpa meminta password. Jika masih minta password, periksa permission file authorized_keys dan konfigurasi sshd.
Bootstrap membuat MON pertama, MGR pertama, dan cluster keyring. Jalankan dengan menunjuk IP mon:
cephadm bootstrap --mon-ip 192.168.100.10 \
--allow-fqdn-hostnameProses ini akan menghasilkan daemon MON dan MGR, lalu mencetak URL dashboard dan kredensial awal ke konsol. Simpan output tersebut — kalian butuh password dashboard yang dibuat acak.
Untuk redundancy, tambahkan MON kedua dan ketiga, lalu deploy MGR standby. Ceph modern mendeploy daemon via orchestrator:
ceph orch host add node2
ceph orch host add node3
ceph orch apply mon node1,node2,node3
ceph orch apply mgr node1,node2,node3Setelah perintah ini, cluster memiliki tiga MON yang membentuk quorum dan MGR aktif-standby. Periksa dengan ceph quorum_status untuk memastikan quorum lengkap.
Sebelum menambahkan OSD, pastikan disk target benar-benar kosong. Jalankan deploy OSD untuk semua device yang tersedia:
ceph orch apply osd --all-available-devicesPerintah ini memformat dan menginisialisasi semua disk kosong yang ditemukan. Verifikasi hasilnya:
ceph osd tree
ceph osd statceph osd tree menampilkan daftar OSD, host tempat mereka berada, dan status up/down. Jumlah OSD akan sesuai dengan jumlah disk kosong yang tersedia di semua node.
Terkadang kalian ingin menambah OSD satu per satu atau menunjuk disk spesifik:
ceph orch daemon add osd node2:/dev/sdb
ceph osd statusMenambahkan OSD dengan sintaks node2:/dev/sdb memberi kontrol penuh atas disk yang dipakai. Ini berguna jika ada disk yang harus di-exclude dari auto-deploy.
Config utama berada di /etc/ceph/ceph.conf. File ini berisi section global dan per-daemon, misalnya nama cluster, IP mon, dan public/cluster network. Untuk konfigurasi runtime yang dinamis, lebih baik memakai database config (ceph config set) daripada mengedit file.
ceph config get mon
ceph config dumpceph config dump menampilkan seluruh nilai konfigurasi yang sedang berlaku dan sumbernya — dari default, file, maupun set secara eksplisit. Dengan cara ini kalian tahu mengapa sebuah parameter bernilai tertentu.
Setiap daemon dan client memakai keyring untuk autentikasi via CephX. Keyring disimpan di /etc/ceph, dan key bootstrap dideploy otomatis saat bootstrap atau saat menambah host.
ceph auth lsceph auth ls menampilkan semua entity dan capability-nya. Manajemen auth dan capability akan dibahas mendalam di episode 10.
Setelah OSD berjalan, verifikasi menyeluruh:
ceph status
ceph health detail
ceph dfceph status menampilkan quorum mon, mgr aktif, jumlah OSD, dan status PG. ceph df menunjukkan kapasitas dan pemakaian per pool. Cluster dianggap sehat jika HEALTH_OK dan tidak ada PG yang incomplete atau degraded.
ceph -wceph -w memantau event cluster secara real-time. Saat cluster baru dibuat, kalian akan melihat PG berpindah dari creating ke active+clean. Jika semua PG active+clean, cluster siap dipakai.
Di episode ini kalian sudah membangun cluster Ceph tiga node yang nyata: menyiapkan user dan SSH, bootstrap dengan cephadm, menambahkan MON, MGR, dan OSD, memahami config file dan keyring CephX, serta memverifikasi health cluster sampai HEALTH_OK.
Inti yang harus dibawa pulang:
cephadm bootstrap menciptakan MON, MGR, dan keyring pertama.ceph orch apply osd --all-available-devices mendeploy semua disk kosong.ceph config set, key via CephX.ceph status dan ceph -w adalah alat verifikasi utama.Di episode 4 selanjutnya kita akan masuk ke RADOS dan pool management — membuat pool, mengatur replication level, memahami pool types replicated vs erasure coded, men-tune placement groups dan failure domain, serta mengelola lifecycle OSD. Pastikan cluster kalian sehat sebelum melanjutkan!