Belajar Ceph (distributed storage untuk block, file, dan object storage) dari dasar hingga production-grade: pre-requisites & setup environment, sejarah & latar belakang, konsep dasar & arsitektur, instalasi & cluster setup dasar, RADOS & pool management, block storage dengan RBD, file storage dengan CephFS, object storage dengan RGW, Ceph client integration, performance tuning & data placement, security & access control, monitoring & observability, high availability & fault tolerance, multi-site & geo-replication, data protection & disaster recovery, advanced pool & CRUSH strategies, Ceph in Kubernetes & cloud native, object lifecycle & S3 features, extending Ceph ecosystem, operational readiness & runbooks, real-world use cases & patterns, ecosystem & tools, hingga future-proofing Ceph skills dengan total 23 episode.
Sebelum menyentuh Ceph, kalian perlu memahami konsep storage block, file, dan object, serta dasar distributed systems dan fault tolerance. Di episode ini kalian menyiapkan environment Linux, bootstrap cluster pertama dengan cephadm, dan memverifikasi health cluster.

Ceph lahir pada tahun 2006 dari tesis Sage Weil dan berkembang menjadi standard de facto distributed storage. Episode ini mengulas evolusi Ceph, keunggulan unified storage dan scalability, perbandingan dengan SAN/NAS dan GlusterFS, serta use case di cloud block storage, file system, object storage, dan database backend.

Episode ini membedah arsitektur Ceph dari komponen inti MON, OSD, MDS, MGR, dan RGW, sampai RADOS sebagai foundation semua layanan. Kalian juga mempelajari CRUSH map dan data placement, konsep pool, placement groups, replikasi, serta erasure coding.

Episode ini memandu kalian membangun cluster Ceph yang nyata: instalasi dengan cephadm, konfigurasi MON, OSD, dan MGR, memahami config file dan cluster keys, sampai verifikasi health dengan ceph status. Kalian akan punya cluster tiga node yang siap dipakai.

Episode ini fokus pada pengelolaan pool RADOS: membuat pool, mengatur replication level, membedakan pool replicated dan erasure coded, men-tune placement groups dan failure domain, serta mengelola lifecycle OSD mulai dari menambah hingga menghapus OSD yang rusak.

Episode ini membahas RBD, interface block storage Ceph: konsep dan use case untuk VM, membuat image RBD dan memetakannya sebagai block device, integrasi dengan OpenStack Cinder dan Kubernetes RBD CSI, serta snapshot, clone, dan thin provisioning.

Episode ini membahas CephFS, interface file storage Ceph: arsitektur metadata server dan data path, membuat filesystem dan mount client dengan POSIX semantics, active-active MDS untuk scaling metadata, serta quotas, snapshot, dan konsistensi client.

Episode ini membahas RADOS Gateway, interface object storage Ceph: konsep RGW dan API S3/Swift, menyiapkan realm, zone, dan zonegroup, manajemen bucket, object, dan user, serta integrasi dengan S3 client dan object lifecycle.

Episode ini membahas cara menghubungkan client Linux ke CephFS dan RBD, mengonfigurasi RADOS Gateway clients, integrasi dengan Kubernetes CSI drivers dan platform cloud, serta best practice autentikasi client dan manajemen keyring.

Episode ini membahas tuning performa cluster Ceph: optimasi OSD dengan Bluestore dan DB/WAL, tuning network dengan pemisahan public dan private network, penyesuaian placement groups dan device classes, serta memantau throughput, latency, dan backfill.
