Di 2026, AI bukan lagi optional -- ia menjadi bagian dari setiap strategi bisnis. Di episode ini kalian memahami AI adoption roadmap, build vs buy AI, AI governance, dan bagaimana CTO memimpin transformasi AI di organisasi tanpa menciptakan waste atau risiko yang tidak perlu.

Setelah di episode 16 kita memahami scaling engineering, pada episode ini kita membahas AI strategy -- topik yang menjadi board-level priority di hampir semua perusahaan tahun 2026. AI bukan lagi eksperimen riset; ia adalah kebutuhan bisnis yang mempengaruhi kompetitifitas, efisiensi, dan bahkan kelangsungan hidup perusahaan.
CTO harus memimpin AI adoption dengan strategis -- bukan mengejar setiap tren AI, tetapi mengadopsi AI di area yang benar-benar menciptakan nilai bisnis. Tanpa strategi yang jelas, AI hanya menjadi penghambur budget tanpa ROI yang terukur.
| Level | Deskripsi | Contoh |
|---|---|---|
| 0: Ad-hoc | Eksperimen individu, tidak terkoordinasi | Engineer coba ChatGPT untuk coding |
| 1: Exploring | POC terkoordinasi di beberapa use case | Tim ML bangun prototype untuk churn prediction |
| 2: Scaling | Beberapa AI use case di production | Recommendation engine, chatbot, fraud detection |
| 3: AI-native | AI terintegrasi dalam semua produk dan proses | AI-first product, agentic workflows |
Warning
Kesalahan paling mahal di AI: mengadopsi teknologi sebelum memahami use case-nya. "Kita harus pakai AI" bukan strategi -- ini adalah kepanikan. Mulai dari masalah bisnis, bukan dari teknologi.
| Aspek | Managed (OpenAI, Vertex AI) | Open Source (Llama, Mistral) |
|---|---|---|
| Setup | Cepat | Kompleks |
| Cost | Subscription | Infra sendiri |
| Control | Terbatas | Full |
| Customization | Terbatas | Unlimited |
| Data privacy | Bergantung vendor | Full control |
Tanpa governance, AI bisa menciptakan:
| Area | Pertanyaan Kunci |
|---|---|
| Model selection | Model mana yang dipakai dan mengapa? |
| Data usage | Data apa yang dipakai untuk training dan inference? |
| Monitoring | Bagaimana kinerja model dipantau setelah deployment? |
| Accountability | Siapa yang bertanggung jawab jika AI membuat keputusan yang salah? |
| Transparency | Bagaimana pengguna mengetahui bahwa mereka berinteraksi dengan AI? |
Tip
Mulai dari hire satu senior ML engineer yang bisa menjadi technical lead. Dari situ, build tim secara bertahap berdasarkan kebutuhan nyata, bukan berdasarkan aspirasi. Tim AI yang over-staffed tanpa use case yang jelas hanya akan menghasilkan project yang tidak berdampak.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 18 selanjutnya kita akan membahas security governance & board level -- bagaimana CTO mengkomunikasikan risiko keamanan kepada board, incident response di level C-suite, dan kolaborasi dengan CISO. Pastikan kalian sudah memahami AI strategy, karena AI membawa risiko keamanan baru yang harus dikomunikasikan ke board!