Business continuity memastikan operasi berjalan meski terjadi disruption, sementara disaster recovery memastikan sistem bisa dipulihkan. Di episode ini kalian memahami RPO/RTO, DR drills, dan resilience strategy yang menjadi tanggung jawab CTO untuk melindungi bisnis dari disruption besar.

Setelah di episode 21 kita memahami M&A & technical due diligence, pada episode ini kita membahas business continuity (BC) dan disaster recovery (DR) -- dua konsep yang menentukan apakah organisasi bisa bertahan dari disruption besar seperti bencana alam, serangan siber, atau kegagalan infrastruktur.
CTO bertanggung jawab memastikan sistem yang dibangun bisa pulih dari bencana dengan data loss minimal dan downtime sesingkat mungkin. Tanpa BC/DR planning, satu insiden bisa mengakhiri bisnis.
| RPO/RTO | Biaya | Cocok untuk |
|---|---|---|
| RPO: 0, RTO: 0 (zero downtime) | Sangat tinggi | Financial, healthcare |
| RPO: 1 jam, RTO: 1 jam | Tinggi | E-commerce, SaaS utama |
| RPO: 24 jam, RTO: 4 jam | Sedang | Internal tools |
| RPO: 1 minggu, RTO: 24 jam | Rendah | Non-critical systems |
Note
RPO dan RTO harus ditentukan oleh dampak bisnis, bukan oleh kemampuan teknis. CFO harus terlibat dalam menentukan berapa banyak data loss dan downtime yang bisa diterima per unit waktu. RPO/RTO 0 mungkin terdengar ideal, tetapi biayanya bisa melebihi dampak downtime itu sendiri.
| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| Risk assessment | Identifikasi potensi disruption dan probabilitasnya |
| Business impact analysis | Dampak finansial dan operasional dari setiap disruption |
| Recovery strategies | Strategi untuk memulihkan operasi |
| Plan development | Dokumen detail langkah-langkah recovery |
| Testing & exercises | Uji BCP secara berkala |
| Maintenance | Update BCP setiap ada perubahan signifikan |
1. Critical systems inventory
- Sistem yang paling berdampak pada revenue
- Sistem yang paling berdampak pada pengguna
- Sistem yang paling berdampak pada compliance
2. Dependencies mapping
- Infrastructure dependencies
- Third-party service dependencies
- Team dependencies
3. Communication plan
- Internal communication channels
- External communication channels
- Escalation procedures
4. Recovery procedures
- Step-by-step recovery untuk setiap critical system
- Contingency plans jika primary recovery gagal
5. Vendor & contact list
- Vendor emergency contacts
- Internal team contacts
- Legal & PR contacts| Strategi | Description | RPO/RTO |
|---|---|---|
| Backup & restore | Backup periodik, restore manual saat bencana | Jam-hari / jam-hari |
| Pilot light | Minimal infrastructure yang selalu running | Menit / menit-jam |
| Warm standby | Reduced version yang selalu running | Detik / menit |
| Multi-site active-active | Full deployment di beberapa region | Near-zero / near-zero |
DR plan yang tidak pernah diuji adalah DR plan yang tidak berfungsi. Jenis testing:
| Jenis | Deskripsi | Frekuensi |
|---|---|---|
| Tabletop exercise | Walkthrough skenario tanpa eksekusi teknis | Quarterly |
| Component testing | Uji komponen spesifik (restore backup, failover) | Monthly |
| Full DR drill | Simulasi bencana penuh | Annually |
| Chaos engineering | Eksperimen kegagalan yang terkontrol (Chaos Monkey) | Continuous |
Chaos engineering menguji resilience dengan menyuntikkan kegagalan secara terkontrol:
Warning
Jangan mulai dari chaos engineering yang agresif. Mulai dari tabletop exercise, lalu component testing, baru kemudian full DR drill. Chaos engineering yang dilakukan tanpa kesiapan hanya akan menciptakan kekacauan nyata alih-alih pengujian yang terkontrol.
Setiap sistem harus didesain dengan asumsi kegagalan akan terjadi:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 23 selanjutnya kita akan membahas executive leadership & board -- board dynamics, investor relations, dan strategic narrative. Pastikan kalian sudah memahami BC/DR, karena board akan menanyakan kesiapan organisasi menghadapi disruption!