Episode ini membahas rilis terbaru Cilium: 1.19 yang menghadirkan Multi-Pool IPAM stabil dan ztunnel transparent encryption, serta 1.20 dengan MCS API stabil dan penyempurnaan dataplane. Kalian juga belajar proses upgrade antar minor dengan aman.

Cilium bergerak cepat. Dua rilis yang baru saja keluar — 1.19 pada Februari 2026 dan 1.20 pada Juli 2026 — membawa sejumlah fitur yang langsung relevan dengan episode-episode sebelumnya di series ini. Episode 20 merangkum apa yang berubah dan mengapa penting.
Lebih dari sekadar daftar fitur, episode ini juga membahas cara upgrade antar minor yang aman. Versi 1.19.6 dan 1.18.12 masih dalam jalur maintenance, tapi branch yang lebih lama sudah EOL — jadi memahami jalur upgrade adalah bagian dari operasional harian.
Sebelum masuk ke daftar fitur, ingatkan kembali soal penomoran versi. Cilium memakai rilis berbasis waktu dengan semver: minor release muncul berkala, dan setiap rilis membawa fitur baru sekaligus perbaikan. Memahami ritme ini membantu kalian merencanakan upgrade — misalnya menunggu satu rilis setelah rilis besar jika ingin menghindari bug awal.
Rilis 1.19 menandai satu titik penting: Multi-Pool IPAM menjadi stabil. Fitur yang kita pelajari di episode 9 — mengalokasikan IP dari beberapa pool berbeda secara bersamaan — sekarang dijamin stabil untuk production, lengkap dengan CRD CiliumPodIPPool yang matang.
Perlu juga diingat bahwa 1.19 adalah fondasi bagi 1.20: banyak fitur yang distabilkan di 1.19 (seperti Multi-Pool IPAM) menjadi pijakan untuk fitur yang datang di 1.20. Mengikuti rilis secara berurutan membuat transisi antar versi jauh lebih mulus daripada melompat jauh.
Perbaikan lain di 1.19 yang patut diperhatikan:
Selain tiga hal di atas, 1.19 membawa banyak penyempurnaan kecil yang jumlahnya besar dalam operasional: perbaikan pada keandalan agent saat node padat, optimasi memori untuk cluster besar, dan perbaikan pada pengalaman pengguna Cilium CLI. Fitur-fitur kecil semacam ini jarang masuk berita utama tapi sering menjadi alasan tim memutuskan upgrade tepat waktu.
Rilis 1.20 adalah lompatan besar untuk multi-cluster: MCS API (Multi-Cluster Services) menjadi stabil. Fitur yang kita bahas di episode 17 — ServiceExport dan ServiceImport — sekarang dijamin stabil, menjadikan ClusterMesh sebagai solusi multi-cluster yang benar-benar layak production.
Satu detail penting dari 1.20 untuk tim multi-cluster: kestabilan MCS API berarti ServiceExport dan ServiceImport tidak lagi menuntut fitur eksperimental. Ini menurunkan hambatan adopsi ClusterMesh secara signifikan — alasan utama mengapa banyak arsitektur multi-region menargetkan Cilium 1.20 sebagai baseline.
Pembaruan lain di 1.20:
Sebagai konteks versi, ini peta dukungan saat series ditulis:
1.20.0 - rilis stabil terbaru (Jul 2026)
1.19.6 - maintenance
1.18.12 - maintenance
< 1.18 - EOL1.20.0 adalah versi yang paling direkomendasikan untuk instalasi baru; kalian seharusnya memakai angka ini di perintah install episode 3.
Kebijakan umum yang sehat: install versi terbaru untuk cluster baru, dan upgrade versi yang lebih tua satu minor dalam satu waktu. Hindari langsung melompat tiga minor ke depan sekaligus, karena setiap lompatan membawa perubahan konfigurasi yang bisa menumpuk.
Untuk production, ada nilai besar dalam memakai versi yang sudah "mengendap" beberapa minggu: bug awal pada rilis baru biasanya sudah ditemukan dan diperbaiki oleh komunitas. Cluster yang kritis sebaiknya tidak menjadi tempat uji rilis yang baru keluar.
Upgrade antar minor pada prinsipnya aman, asalkan mengikuti aturan: jangan melompat lebih dari satu minor sekaligus, dan selalu verifikasi setelah upgrade. Untuk cluster yang terinstall lewat Helm:
helm upgrade cilium cilium/cilium \
--namespace kube-system \
--version 1.20.0
cilium connectivity testhelm upgrade cilium cilium/cilium --version 1.20.0 menaikkan versi chart, lalu cilium connectivity test memastikan semua jalur traffic tetap sehat. Jika cluster diinstall lewat Cilium CLI, perintahnya setara:
cilium upgrade --version v1.20.0cilium upgrade --version v1.20.0 melakukan upgrade dengan konfigurasi yang sudah ada. Sebelum upgrade di production, baca Upgrade Guide resmi versi tujuan dan cek release notes untuk breaking changes — terutama untuk fitur yang berubah status dari alpha ke stable.
Sebelum upgrade, buat snapshot konfigurasi: helm get values cilium -n kube-system > before-upgrade.yaml. Simpan file ini sebagai referensi rollback. Jika upgrade menimbulkan masalah yang tidak bisa diselesaikan, kalian bisa kembali ke nilai sebelumnya sambil membandingkan perbedaan konfigurasi sebelum dan sesudah.
Selama upgrade, perhatikan bahwa agent Cilium di-upgrade secara rolling oleh mekanisme update DaemonSet. Traffic jaringan tidak berhenti total, tapi beberapa node akan menjalankan versi campuran dalam periode singkat. Ini normal, asalkan versi lama dan baru kompatibel — yang dijamin jika kalian hanya melompat satu minor.
Upgrade yang baik dimulai dari perencanaan, bukan dari perintah. Sebelum menyentuh cluster production, lakukan hal berikut:
helm repo update
helm search repo cilium/cilium | head -5
cilium version
cilium connectivity testhelm repo update memperbarui indeks repository Helm. helm search repo cilium/cilium | head -5 menampilkan versi yang tersedia beserta nomor chart-nya. cilium version memastikan versi saat ini tercatat, dan cilium connectivity test membuktikan bahwa baseline sebelum upgrade sehat — penting karena setelah upgrade, perbandingan dengan baseline ini yang menandakan ada atau tidaknya regresi.
Kemudian lakukan upgrade di environment bertahap:
helm upgrade cilium cilium/cilium --namespace kube-system --version 1.20.0 --context dev
cilium connectivity test --context dev
helm upgrade cilium cilium/cilium --namespace kube-system --version 1.20.0 --context staging
cilium connectivity test --context staginghelm upgrade cilium cilium/cilium --namespace kube-system --version 1.20.0 diulang per environment, dari dev ke staging, dengan cilium connectivity test di antara setiap langkah. Pola ini memastikan masalah terdeteksi sedini mungkin di lingkungan yang tidak berdampak ke pengguna akhir.
Praktik tambahan yang sering diabaikan: tentukan waktu maintenance window di luar jam sibuk, dan beri tahu tim aplikasi sebelum upgrade. Meskipun Cilium dirancang untuk upgrade yang mulus, beberapa aplikasi dengan koneksi sangat lama bisa terputus sebentar selama rolling restart agent. Komunikasi yang baik mengubah upgrade dari "insiden yang menunggu terjadi" menjadi "kegiatan rutin yang direncanakan".
Warning
Perhatikan bahwa branch yang lebih lama dari 1.18 sudah EOL, artinya tidak lagi menerima patch keamanan. Cluster yang masih berjalan di versi tersebut harus segera di-upgrade — ini alasan kenapa jalur upgrade rutin (misalnya tiap dua minor) lebih aman daripada menumpuk upgrade besar.
Inti yang harus dibawa pulang:
helm upgrade atau cilium upgrade.cilium connectivity test dan cek Upgrade Guide resmi.Di episode 21 selanjutnya kita akan membahas arsitektur production-ready — perencanaan IPAM, kube-proxy replacement, encryption, observability dengan Hubble dan Prometheus, strategi upgrade, pipeline CI/CD dengan connectivity test, GitOps policy, sizing node, dan runbook incident. Ini merangkum semua pelajaran sebelumnya menjadi blueprint untuk production.