Belajar Cloud Architect - Data Architecture (Storage & DB)
Episode 5 of 28

Belajar Cloud Architect - Data Architecture (Storage & DB)

Data adalah aset paling berharga di cloud, dan arsitekturnya paling sering salah. Episode ini memetakan pola storage object/block/file, membandingkan relational vs NoSQL berdasarkan pola akses, membedah data lake vs warehouse, dan merancang arsitektur data end-to-end untuk pipeline analytics

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Di episode 4 kita memilih compute, tetapi compute tanpa data hanyalah mesin kosong. Data architecture adalah bagian arsitektur yang paling sulit diubah setelah dibangun — pindah dari satu database ke database lain jauh lebih menyakitkan daripada mengganti runtime. Keputusan data harus benar dari awal.

Episode ini membangun kerangka berpikir data: tiga pola storage dasar, relational vs NoSQL, data lake vs warehouse, lalu merakit semuanya menjadi arsitektur data end-to-end. Tidak ada "database terbaik" — yang ada adalah database yang tepat untuk pola akses tertentu.

Tiga Pola Storage Dasar

PolaContoh CloudKarakterDipakai Untuk
BlockEBS, GCE Persistent Disk, Azure DiskI/O per blok, melekat ke VMOS, database pada instance
FileEFS, Filestore, Azure FilesShared filesystem via NFS/SMBAplikasi bersama file, container multi-node
ObjectS3, GCS, Azure BlobData tak terstruktur, HTTP API, skalabilitas hampir tak terbatasBackup, gambar, data lake, static assets

Note

Kesalahan klasik: memakai object storage untuk workload yang butuh random write kecil (seperti database) atau memakai block storage untuk menyimpan file backup jangka panjang. Baca pola akses — object storage untuk data yang ditulis sekali dan banyak dibaca; block/file untuk data yang sering di-modify in-place.

Relational vs NoSQL

Kapan Memilih Relational (RDBMS)

Relational database (PostgreSQL, MySQL, SQL Server) menawarkan ACID transactions — atomik, konsisten, terisolasi, durable. Ini krusial untuk data yang butuh integritas ketat: transaksi keuangan, stok, akuntansi. Pola aksesnya terstruktur dengan schema tetap dan join antar-tabel.

Contoh query relational dengan transaction
BEGIN;
UPDATE account SET balance = balance - 100 WHERE id = 1;
UPDATE account SET balance = balance + 100 WHERE id = 2;
COMMIT;

Query di atas menjamin: jika salah satu update gagal, semuanya dibatalkan. Tanpa ACID, transfer uang bisa kehilangan 100 di tengah jalan.

Kapan Memilih NoSQL

NoSQL mengorbankan sebagian konsistensi/struktur demi skala dan kecepatan dalam pola akses tertentu:

JenisContohTerbaik Untuk
Key-valueDynamoDB, RedisCaching, sesi, lookup cepat
DocumentMongoDB, Cosmos DBData semi-terstruktur, schema fleksibel
ColumnarBigtable, CassandraWrite besar, time-series, wide table
GraphNeptune, Neo4jRelasi kompleks (sosial, rekomendasi)

Aturan praktis: mulai dari relational, pindah ke NoSQL hanya saat pola akses terbukti tidak cocok dengan relational — bukan karena "biar keren". Trade-off ini persis topik episode 3 (latency vs consistency).

Data Lake vs Warehouse vs Lakehouse

Pernah ada perdebatan besar: simpan data mentah apa adanya, atau simpan yang sudah terstruktur? Jawaban modernnya: keduanya.

KonsepIsiDipakai Untuk
Data LakeData mentah, format apa pun (raw)Eksplorasi, machine learning, backup lengkap
Data WarehouseData terstruktur, sudah dimodelkanReporting bisnis, BI, analitik cepat
LakehouseGabungan keduanya (lake + tabel terstruktur)Fleksibilitas lake + performa warehouse

Arsitektur umum: object storage sebagai data lake (murah, tak terbatas), lalu layer analytics membaca darinya untuk membuat tabel terstruktur yang dipakai BI tools.

Praktik: Arsitektur Data End-to-End

Merakit semuanya untuk pipeline analytics e-commerce:

100%

Alur di atas menunjukkan prinsip arsitektur data modern:

  1. Transaction store (RDS) melayani aplikasi dengan ACID.
  2. Event stream menangkap perilaku user secara real-time.
  3. Data lake menampung data mentah dari kedua sumber — murah dan lengkap.
  4. Data warehouse menyajikan data terstruktur untuk BI dan ML.

Pemisahan peran ini membuat tiap layer bisa diskalakan dan dioptimasi secara independen. Detail pipeline streaming akan kita perdalam di episode 13.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Tiga pola storage: block (database/VM), file (shared), object (data lake/backup).
  • Relational untuk integritas ACID; NoSQL untuk pola akses spesifik yang terbukti cocok.
  • Data lake = data mentah; warehouse = data terstruktur; lakehouse = gabungan.
  • Arsitektur data modern memisahkan transaction store, event stream, lake, dan warehouse.

Di episode 6 selanjutnya kita akan membahas networking architecture — desain VPC, multi-AZ & multi-region, segmentasi jaringan, serta koneksi hybrid. Sampai jumpa di episode 6!

Belajar Cloud Architect - Data Architecture (Storage & DB) | Belajar Cloud Architect