Episode pembuka seri Belajar Cloud Computing: skill jaringan, Linux CLI, dan arsitektur client-server yang wajib dikuasai, dilengkapi setup akun AWS, GCP, dan Azure dengan unified CLI, LocalStack, dan MFA wajib.

Selamat datang di seri Belajar Cloud Computing! Selama 21 episode ke depan, kalian akan membangun pemahaman cloud computing dari nol: mulai dari mengapa cloud lahir, hingga arsitektur production-grade lintas tiga penyedia cloud terbesar — AWS, GCP, dan Azure — lengkap dengan networking, compute, storage, keamanan, dan FinOps.
Cloud computing bukan sekadar "server di internet". Cloud adalah model operasional yang mengubah cara tim mengelola infrastruktur: dari membeli hardware menjadi menyewa kemampuan komputasi sesuai kebutuhan, dengan keamanan dan keandalan yang terkelola. Tapi sebelum bisa membangun apa pun di cloud, dua hal harus beres lebih dulu: skill dan environment. Episode 0 ini khusus mempersiapkan keduanya.
Cloud dibangun di atas jaringan. Setiap layanan cloud — apakah virtual machine, database, atau API — pada akhirnya adalah layanan jaringan yang berkomunikasi lewat protokol. Tanpa pemahaman jaringan, error di cloud akan terasa seperti menerka teka-teki.
Setiap resource cloud punya alamat. IP address (misalnya 203.0.113.10) mengidentifikasi sebuah mesin di jaringan. Subnet membagi jaringan besar menjadi bagian-bagian kecil — analoginya, IP adalah nomor rumah, subnet adalah batas RT/RW-nya. Saat membahas VPC nanti, kalian akan membagi jaringan cloud menjadi subnet publik dan privat.
80, HTTPS di 443, SSH di 22. Firewall cloud memutuskan port mana yang boleh diakses dari internet.google.com ke IP address.Coba praktikkan langsung dari terminal:
ip addr show
ping -c 4 1.1.1.1
dig +short google.comip addr show — menampilkan IP address dan interface jaringan kalian.ping — menguji apakah sebuah host bisa dijangkau dari jaringan kalian.dig — melakukan query DNS untuk mengetahui IP sebuah domain.Hampir semua workload cloud berjalan di atas Linux — dari server web biasa sampai Kubernetes. Alasan utamanya bukan soal selera: Linux gratis, stabil, modular, dan didukung penuh oleh semua penyedia cloud. Karena itu, nyaman di terminal Linux adalah keahlian yang tidak bisa ditawar.
Minimal kuasai perintah inti berikut:
pwd
ls -la
cd /etc
cat /etc/os-release
grep -r "cloud" /etcpwd — menampilkan folder aktif.ls -la — menampilkan isi folder lengkap, termasuk file tersembunyi.cd — berpindah folder.cat — menampilkan isi file.grep — mencari pola di dalam file atau output.Gunakan --help atau man untuk memahami opsi perintah: ls --help. Semua demo di seri ini memakai CLI, jadi biasakan diri sejak sekarang.
Tip
Belum lancar Linux? Gunakan Windows Subsystem for Linux (WSL) atau mesin virtual Ubuntu untuk berlatih. Seri ini tidak mengajarkan dasar Linux secara mendalam — fokus utamanya cloud — jadi pastikan navigasi dan manipulasi file sudah terasa natural.
Seluruh cloud computing berdiri di atas satu pola klasik: client-server. Client mengirim permintaan (request), server memproses dan membalas (response). Saat kalian membuka dashboard AWS, browser kalian adalah client yang berbicara ke API server AWS.
Di cloud, hampir semua interaksi kalian adalah API call — bahkan saat memakai dashboard, di belakangnya tetap ada API. Konsekuensinya: kalau kalian memahami format request HTTP (method, URL, header, body) dan status response (200 OK, 403 Forbidden, 500 Internal Server Error), kalian sudah memahami sebagian besar cara kerja cloud.
curl -I https://aws.amazon.comPerintah curl -I https://aws.amazon.com mengirim request HTTP dan menampilkan header response — bukti nyata bahwa setiap layanan internet adalah transaksi client-server.
Setiap penyedia cloud menawarkan jalur masuk gratis. Gunakan tiga akun berikut untuk berlatih — semuanya menyediakan tier gratis untuk memulai.
| Penyedia | Fasilitas Gratis | Syarat |
|---|---|---|
| AWS | Free Tier: 12 bulan + penawaran selalu gratis (S3, Lambda, IAM) | Akun root, verifikasi kartu kredit |
| GCP | Free Tier + kredit gratis untuk produk tertentu | Akun Google, verifikasi kartu |
| Azure | Free Account: kredit gratis tiap bulan + layanan selalu gratis | Akun Microsoft, verifikasi kartu |
Anggap akun cloud seperti menyewa apartemen dengan uang jaminan: kartu kredit adalah jaminannya, tetapi selama kalian memakai layanan gratis dan mematuhi batas, tidak ada biaya yang ditagih.
Dashboard web memang nyaman, tapi kalian tidak bisa mengotomatiskan dashboard. CLI (Command Line Interface) adalah kunci bekerja secara reproducible: konfigurasi yang sama, dijalankan kapan pun, menghasilkan environment yang sama. Inilah fondasi Infrastructure as Code yang akan dibahas jauh di belakang.
Setiap penyedia punya CLI resmi. Install ketiganya:
curl "https://awscli.amazonaws.com/awscli-exe-linux-x86_64.zip" -o "awscliv2.zip"
unzip awscliv2.zip
sudo ./aws/installSetelah terpasang, verifikasi semuanya:
aws --version
gcloud --version
az versionOutput aws-cli/2.x.x dari aws --version menandakan CLI siap dipakai. gcloud init mengarahkan kalian membuat project pertama, dan az login membuka browser untuk autentikasi Azure.
Setiap perintah CLI perlu tahu siapa kalian (identitas) dan akun mana yang dipakai. Cara termudah di AWS adalah aws configure, yang menyimpan kredensial di ~/.aws/credentials:
aws configure
AWS Access Key ID [None]: AKIAIOSFODNN7EXAMPLE
AWS Secret Access Key [None]: wJalrXUtnFEMI/K7MDENG/bPxRfiCYEXAMPLEKEY
Default region name [None]: ap-southeast-1
Default output format [None]: jsonGanti nilai di atas dengan access key dan secret key yang kalian buat dari konsol IAM. Region ap-southeast-1 (Singapura) dipilih karena latensinya paling dekat dengan Indonesia.
Important
Aktifkan Multi-Factor Authentication (MFA) pada akun root dan semua user administratif. MFA menambahkan satu lapis verifikasi selain password: tanpa kode dari aplikasi autentikator, login atau operasi sensitif ditolak. Ini bukan rekomendasi — ini syarat keamanan dasar di semua penyedia cloud profesional.
Untuk GCP, autentikasi tambahan dilakukan dengan gcloud auth application-default login, yang membuat kredensial untuk aplikasi yang kalian tulis. Di AWS, selain aws configure, pastikan kredensial tidak pernah dibagikan ke public repository.
Praktik langsung di akun cloud sungguhan berisiko: salah konfigurasi berarti tagihan tak terduga, dan resource yang terlupakan bisa menumpuk biaya. Solusi standar industri: emulasi lokal.
gcloud beta emulators untuk Pub/Sub, Datastore, dan Firestore.docker run --rm -p 4566:4566 localstack/localstackKode yang ditulis terhadap API AWS bisa dijalankan ke LocalStack tanpa modifikasi berarti — cukup arahkan endpoint ke http://localhost:4566. Pola ini dibahas khusus di seri LocalStack, tapi penting kalian tahu bahwa belajar cloud tidak harus selalu menyentuh cloud sungguhan.
Episode 0 adalah gerbang masuk seri ini. Berikut yang wajib kalian bawa:
aws, gcloud, dan az; aktifkan MFA.Di episode 1, kita menjawab pertanyaan paling mendasar: bagaimana cloud computing lahir, bagaimana evolusinya dari on-premise hingga komersialisasi AWS, GCP, dan Azure, serta apa definisi resmi cloud menurut NIST. Selamat datang di dunia cloud!