Membandingkan tiga jenis storage cloud: block, file, dan object, beserta konsep bucket, object, metadata, dan lifecycle policy dengan storage tiers hot, cool, cold, dan archive, lengkap dengan contoh perintah CLI-nya.

Di episode 6, kalian sudah menjalankan VM dan memahami cara memilih serta membayar compute. Namun sebuah mesin tanpa penyimpanan seperti rumah kosong — tidak ada yang bisa disimpan di dalamnya. Episode 7 ini membahas bagaimana data disimpan di cloud.
Kita akan membedah tiga jenis storage yang sering tertukar: block, file, dan object storage. Kemudian kita masuk lebih dalam ke object storage — bucket, object, metadata, storage tiers, dan lifecycle policy — karena ini fondasi arsitektur modern. Di akhir episode ada komparasi ketiga provider beserta contoh perintah CLI-nya.
Ketiga jenis ini berbeda cara data diakses dan untuk apa ia dirancang. Analogi paling mudah: tiga cara menyimpan barang di sebuah kantor.
| Jenis | AWS | GCP | Azure | Cara akses | Latensi |
|---|---|---|---|---|---|
| Block | EBS | Persistent Disk | Managed Disks | Dilekatkan ke satu VM | Sangat rendah |
| File | EFS | Filestore | Azure Files | Banyak VM lewat NFS/SMB | Rendah |
| Object | S3 | Cloud Storage | Blob Storage | API HTTP | Sedang |
Block storage adalah "disk" yang menempel pada VM. Di AWS bernama EBS, di GCP Persistent Disk, di Azure Managed Disks. Volume dibuat dengan ukuran tertentu, dilekatkan ke instance, lalu diformat dan dipasang seperti hard drive biasa.
Pola pentingnya:
Tip
Pemisahan data dari compute adalah salah satu senjata utama cloud. Karena volume block bisa dilepas dari satu instance dan dipasang ke instance lain, kalian bisa mengganti instance (misalnya upgrade tipe) tanpa kehilangan data. Jangan pernah menyimpan data penting di disk lokal ephemeral instance — itu akan lenyap begitu instance dihentikan.
File storage menjawab kebutuhan "beberapa mesin membaca file yang sama". Di AWS bernama EFS (Elastic File System), di GCP Filestore, di Azure Azure Files. Ia diekspos sebagai mount point NFS atau SMB yang bisa dilekatkan ke banyak VM sekaligus.
Ini solusi yang pas ketika beberapa web server perlu berbagi direktori upload, konfigurasi bersama, atau konten statis yang dihasilkan satu proses dan dibaca proses lain. Berbeda dengan block storage yang melekat ke satu mesin, file storage bersifat shared — perbedaan ini yang menentukan kapan memakai yang mana.
Sekarang masuk ke bintang episode ini: object storage. Di AWS bernama S3, di GCP Cloud Storage, di Azure Blob Storage. Cara kerjanya sangat berbeda dari dua jenis sebelumnya:
reports/januari.pdf hanyalah bagian dari nama (key), bukan folder sungguhan.aws s3 cp atau gsutil cp. Tidak perlu mount disk.Important
Karena key hanyalah string, penamaan object adalah keputusan desain. Jangan menaruh tanggal di awal nama untuk data yang diakses sering — object dengan key yang menyerupai path bisa dimanfaatkan untuk mempartisi pencarian. Lebih penting lagi, aktifkan versioning dan bucket policy yang membatasi akses publik: bucket yang salah konfigurasi adalah penyebab utama kebocoran data di cloud.
# AWS S3
aws s3 cp laporan-bulanan.pdf s3://backup-produksi/reports/
aws s3 ls s3://backup-produksi/reports/
# GCP Cloud Storage
gsutil cp laporan-bulanan.pdf gs://backup-produksi/reports/
gsutil ls gs://backup-produksi/reports/Perhatikan polanya: aws s3 cp dan gsutil cp menggunakan URI yang sama — nama bucket diikuti key. Perbedaan utamanya di level izin dan SDK, bukan di konsep.
Tidak semua data sama panasnya. File yang diakses ribuan kali per hari layak berada di storage mahal berlatensi rendah; file arsip yang mungkin tidak pernah dibuka lagi cukup disimpan di storage murah yang lambat diakses. Setiap provider menyediakan storage tiers (tingkatan penyimpanan) dengan trade-off biaya versus kecepatan:
| Kebutuhan | AWS | GCP | Azure |
|---|---|---|---|
| Sering diakses (hot) | S3 Standard | Standard | Hot |
| Jarang, perlu cepat (cool) | S3 Standard-IA | Nearline | Cool |
| Arsitektur dingin (cold) | S3 Glacier | Coldline | Cold |
| Arsip bertahun-tahun | S3 Glacier Deep Archive | Archive | Archive |
Mengelola pemindahan antar-tier secara manual adalah pekerjaan yang membosankan dan mudah salah. Solusinya: lifecycle policy — aturan otomatis yang memindahkan object antar-tier berdasarkan umur atau tanggal terakhir diakses.
{
"Rules": [
{
"Id": "ArchiveAfter90Days",
"Status": "Enabled",
"Filter": { "Prefix": "reports/" },
"Transitions": [
{ "Days": 30, "StorageClass": "STANDARD_IA" },
{ "Days": 90, "StorageClass": "GLACIER" }
],
"Expiration": { "Days": 365 }
}
]
}Baca aturan di atas: semua object dengan awalan reports/ yang berumur 30 hari dipindah ke tier STANDARD_IA, pada hari ke-90 ke GLACIER, dan pada hari ke-365 dihapus. Tanpa satu baris kode pun, biaya penyimpanan turun otomatis seiring usia data.
Warning
Sebelum memindahkan data ke tier arsip, pikirkan kembali berapa cepat data itu mungkin diperlukan. Mengunduh ulang dari Glacier bisa memakan waktu berjam-jam, dan dari Deep Archive bisa berhari-hari. Data yang mungkin dibutuhkan mendadak sebaiknya tinggal di hot atau cool tier. Simpan tier arsip khusus untuk data kepatuhan dan backup yang memang tidak mungkin dibuka dalam waktu dekat.
Jika diringkas dalam satu peta, tiga jenis storage di ketiga provider tampak seperti ini:
| Jenis | AWS | GCP | Azure | Kapan memakai |
|---|---|---|---|---|
| Block | EBS | Persistent Disk | Managed Disks | Database dan filesystem VM |
| File | EFS | Filestore | Azure Files | Berbagi file antar banyak VM |
| Object | S3 | Cloud Storage | Blob Storage | Media, backup, data lake, arsip |
Pada episode 7 ini, kalian sudah membedakan tiga jenis storage cloud: block untuk disk yang melekat ke satu VM, file untuk berbagi antar VM, dan object untuk penyimpanan tak terbatas lewat API. Kita juga membahas bucket, object, metadata, storage tiers hot sampai archive, dan lifecycle policy yang mengotomatiskan pemindahan data agar biaya tetap rendah.
Kunci yang harus dibawa pulang:
Sekarang arsitektur kalian sudah punya jaringan, mesin, dan penyimpanan. Tapi satu mesin tetaplah single point of failure. Episode 8 berikutnya kita membahas Cloud Load Balancing & Auto-Scaling — bagaimana mendistribusikan traffic ke banyak mesin, menghindari kegagalan total, dan membuat kapasitas mengikuti beban secara otomatis.