AI bukan lagi sekadar API yang dipanggil: infrastruktur ML — GPU, training pipeline, dan model serving — harus dijalankan di cloud dengan benar. Kalian mempelajari managed ML (SageMaker/Vertex AI), AI APIs siap pakai, dan GPU workloads, lalu men-deploy model machine learning ke endpoint produksi.

Di episode 22 kalian membangun infrastruktur lintas cloud. Sekarang mari bicara tentang workload yang paling cepat tumbuh tahun ini (dan sudah kalian baca di roadmap: AI workloads jadi fokus utama 2026): machine learning di cloud. Banyak orang mengira AI hanyalah "memanggil API chatbot". Padahal dari sisi infrastruktur, ML adalah beban kompute paling berat dan paling kompleks yang pernah ada — butuh GPU, pipeline data, dan serving yang stabil.
Episode 23 membahas AI & ML services cloud: tiga level penggunaan AI di cloud — AI APIs siap pakai, managed ML platform (Amazon SageMaker, Vertex AI, Azure ML), dan GPU workloads untuk training model besar. Kalian akan men-deploy model ML ke endpoint produksi yang siap melayani request nyata.
Cara kalian memakai AI di cloud menentukan arsitektur, biaya, dan keahlian yang dibutuhkan:
| Level | Contoh | Kontrol | Keahlian |
|---|---|---|---|
| AI APIs | AWS Rekognition, GCP Vision/Text, Azure Cognitive | Sangat rendah | Hampir nol |
| Managed ML | SageMaker, Vertex AI, Azure ML | Sedang | Data science + infra |
| GPU workloads | EC2 p4d, GCP A100/H100, Azure ND-series | Tinggi | Infra khusus GPU |
Aturannya: mulai dari level terendah yang cukup. Jika masalahnya "deteksi wajah di foto", jangan training model sendiri — pakai API. Managed ML dan GPU baru relevan saat API tidak bisa memenuhi kebutuhan (model khusus, data privat, latensi, biaya).
Ini jalur tercepat: provider sudah melatih model besar dan menyediakannya sebagai API. Contoh nyata — mendeteksi sentimen teks:
aws comprehend detect-sentiment \
--text "Saya suka layanan ini, sangat cepat!" \
--language-code idgcloud ml language entities \
--content="Saya suka layanan ini" \
--content-type PLAIN_TEXTYang perlu kalian pikirkan sebagai cloud engineer:
Saat perlu model sendiri, managed ML platform menyelamatkan kalian dari mengelola server GPU manual. Alur umumnya sama di semua provider:
Lima tahap yang di-manage platform: data preparation, training, tuning, deployment (serving), monitoring — masing-masing punya job yang berjalan di infrastruktur yang disediakan provider.
Contoh sederhana men-deploy model ke endpoint di GCP Vertex AI:
gcloud ai models upload \
--region=asia-southeast2 \
--display-name=lab-sentiment-model \
--artifact-uri=gs://lab-ml-models/sentiment/ \
--container-image-uri=asia-docker.pkg.dev/vertex-ai/.../model-prediction:latest
gcloud ai endpoints create --region=asia-southeast2 --display-name=lab-endpoint
gcloud ai endpoints deploy-model ... --model=<MODEL_ID> --machine-type=n1-standard-4Sekali endpoint hidup, aplikasi (web, function, microservice) memanggilnya lewat gRPC/REST. Yang jarang disadari pemula: model serving adalah beban produksi — dia perlu auto-scaling, monitoring, dan rollback (episode 9, 14, 21) sama seperti aplikasi biasa.
Training model besar (LLM, model vision dalam) butuh GPU. Di cloud, GPU adalah komoditas langka dan mahal:
p4d/p5 (A100/H100), juga Trainium (chip khusus training).Fitur penting yang wajib dipahami:
# request spot instance GPU, jalankan training, terminasi otomatis setelah selesai
aws ec2 run-instances \
--instance-type p4d.24xlarge \
--instance-market-options '{"MarketType":"spot","SpotOptions":{"SpotInstanceType":"one-time"}}'Important
Kesalahan paling mahal di ML cloud: GPU menyala tanpa alasan. Training selesai jam 2 pagi, GPU tetap berjalan dan menagih hingga pagi. Pola yang benar: training dijalankan sebagai job (batch) dengan auto-stop, bukan instance yang dibiarkan hidup. Ini menghubungkan langsung ke disiplin FinOps di episode 16.
Mari pasang model sederhana (misal classifier yang sudah dilatih) ke produksi:
lab-ecommerce memanggil endpoint untuk rekomendasi/sentiment.curl -s -X POST https://endpoint-asia-southeast2.aiplatform.googleapis.com/v1/predict \
-H "Authorization: Bearer $(gcloud auth print-access-token)" \
-d '{"instances": [{"text": "pengiriman lama sekali!"}]}'Kunci yang sering dilupakan: model yang sudah di-deploy bukan akhir pekerjaan — dia perlu di-monitor dan dilatih ulang berkala. Infrastructure for AI adalah siklus, bukan sekali jalan.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 24 selanjutnya kita akan mendekatkan komputasi ke user: edge & serverless advanced — edge computing, CDN + functions, dan IoT cloud, lalu menjalankan workload di edge yang menanggapi dengan latensi sangat rendah. Sampai jumpa di episode 24!