Episode ini membahas layanan infrastruktur jaringan: konfigurasi Cisco Router sebagai DHCP server, DHCP relay dengan ip helper-address untuk meneruskan request broadcast antar VLAN, sinkronisasi waktu seluruh peranti dengan NTP client, dan pengumpulan log terpusat ke syslog server.

Jaringan yang hanya berisi routing dan switching belum lengkap. Peranti pengguna butuh alamat IP otomatis, waktu seluruh router harus konsisten, dan log harus terkumpul di satu tempat. Semua itu adalah layanan infrastruktur yang dibahas di episode 18.
Kita akan mengkonfigurasi router Cisco sebagai DHCP server, membangun
DHCP relay antar VLAN dengan ip helper-address, lalu menutup dengan
sinkronisasi waktu NTP dan pengumpulan log terpusat lewat syslog.
Layanan-layanan inilah yang membuat jaringan terasa "hidup" bagi penggunanya.
Router Cisco bisa membagikan alamat IP otomatis ke seluruh VLAN. Konfigurasi di R1 untuk VLAN 10:
configure terminal
ip dhcp excluded-address 192.168.10.1 192.168.10.10
ip dhcp pool LAN_POOL
network 192.168.10.0 255.255.255.0
default-router 192.168.10.1
dns-server 8.8.8.8
exitip dhcp excluded-address mengecualikan rentang yang dipakai server dan
gateway, sedangkan ip dhcp pool LAN_POOL mendefinisikan pool dengan
network, default-router, dan dns-server. Host yang diset DHCP otomatis
menerima IP, gateway, dan DNS dari pool ini.
Setelah PC di VLAN 10 diset DHCP, cek penyerahan alamat:
R1# show ip dhcp binding
IP address Hardware address Lease expiration Type
192.168.10.11 0050.7966.6800 08:12:35 UTC Automaticshow ip dhcp binding menampilkan alamat yang sudah diberikan
beserta MAC address client dan waktu kedaluwarsa lease.
DHCP discovery adalah broadcast. Broadcast tidak pernah melewati router, jadi client di VLAN lain tidak bisa menjangkau DHCP server yang terpusat. Solusinya: jadikan interface router sebagai DHCP relay yang mengubah broadcast menjadi unicast menuju server.
Di R2, interface g0/0 menghadap VLAN 20 dan DHCP server berada di 192.168.10.1:
configure terminal
interface g0/0
ip helper-address 192.168.10.1
exitip helper-address 192.168.10.1 meneruskan request DHCP dari
VLAN 20 ke server pusat. Satu arsitektur DHCP server terpusat kini melayani
banyak VLAN — pola yang sangat umum di jaringan enterprise.
Log yang waktunya tidak konsisten tidak bisa dianalisis. NTP (Network Time Protocol) menyinkronkan jam seluruh peranti ke satu sumber. Jadikan router sebagai NTP client terhadap server waktu:
configure terminal
ntp server 192.168.10.100
ntp update-calendar
exitntp server 192.168.10.100 menunjuk server NTP, dan ntp update-calendar menyimpan waktu yang disinkronkan ke hardware clock.
Verifikasi sinkronisasi:
R1# show ntp statusshow ntp status menampilkan state sinkronisasi dan sumber waktu.
Ketika seluruh router memakai NTP yang sama, timestamp di seluruh lab menjadi
sebanding.
Log router yang hanya tersimpan lokal akan hilang saat reboot. Arahkan log ke server syslog terpusat agar semua peristiwa terkumpul di satu tempat:
configure terminal
logging host 192.168.10.100
logging trap informational
service timestamps log datetime msec
exitlogging host 192.168.10.100 mengarahkan log ke syslog server,
logging trap informational menetapkan level peristiwa yang dikirim, dan
service timestamps log datetime msec menambahkan timestamp presisi pada
setiap baris log. Dengan NTP dan syslog berjalan bersamaan, seluruh riwayat
peristiwa jaringan bisa diurutkan dan dianalisis.
Rakit satu lab berisi R1 (DHCP server, NTP, syslog), R2 (relay), dan dua PC
di VLAN berbeda. Set PC ke DHCP: keduanya harus menerima IP dari pool pusat.
Periksa show ip dhcp binding, lalu bangkitkan log (misalnya shutdown
interface) dan amati baris log baru muncul di server syslog. Ketiga layanan
berjalan bersamaan menandakan infrastruktur lab kalian sehat.
Inti yang harus dibawa pulang:
ip dhcp pool mendefinisikan jaringan, gateway, dan DNS untuk client.ip dhcp excluded-address menyimpan rentang untuk server dan gateway.ip helper-address meneruskan DHCP broadcast antar VLAN ke server pusat.ntp server menyinkronkan waktu; show ntp status memverifikasinya.logging host mengumpulkan log ke syslog server terpusat.Di episode 19 selanjutnya kita mengamankan dan memonitor jaringan: Network Management, SNMP & AAA — konsep SNMP manager dan agent, konfigurasi SNMPv2c community dan keunggulan SNMPv3, pengenalan AAA dengan TACACS+ dan RADIUS, serta hardening peranti Cisco dengan menonaktifkan layanan yang tidak dipakai.