Belajar Computer Networking PNETLab adalah series praktik jaringan komputer Layer 2 dan Layer 3 menggunakan PNETLab dan Cisco Images dari dasar hingga tingkat lanjut: pre-requisites skill & setup lab environment, fundamental jaringan & model referensi OSI vs TCP/IP, pengenalan Cisco IOS & basic configuration, pengalamatan IP IPv4 subnetting & VLSM, layer 2 switching & VLAN, VLAN trunking protocol & IEEE 802.1Q trunking, inter-VLAN routing router-on-a-stick vs layer 3 switch, loop prevention dengan STP & RSTP, link aggregation dengan EtherChannel LACP & PAgP, konsep routing & static routing, dynamic routing fundamentals & distance vector EIGRP, single-area OSPF, multi-area OSPF, BGP fundamentals eBGP & iBGP, FHRP HSRP & VRRP, network security dengan ACL, NAT & PAT, site-to-site VPN GRE tunnel & IPsec, infrastructure services DHCP relay NTP & syslog, network management SNMP & AAA security, hingga complex enterprise lab & comprehensive troubleshooting ... dengan total 21 episode.
Sebelum menyentuh peranti jaringan, kalian perlu menguasai pengoperasian komputer dasar dan sistem bilangan biner, lalu menyiapkan PNETLab server, Cisco Images (vIOS dan IOL/IOU), terminal console client, serta Wireshark. Di episode ini kalian memastikan seluruh prasyarat dan memverifikasi lab pertama kali.

Episode ini membuka pondasi seluruh series: mengapa komputer membutuhkan jaringan, komponen end devices, intermediate devices, dan network media, lalu membedah model referensi OSI tujuh lapis dan model TCP/IP empat lapis. Terakhir dibahas proses enkapsulasi dan dekapsulasi data beserta Protocol Data Unit (PDU) dari Data sampai Bits.

Episode ini memperkenalkan Cisco IOS dan Command Line Interface (CLI): struktur mode User EXEC, Privileged EXEC, Global Configuration, dan Interface Configuration. Kalian belajar konfigurasi dasar router dan switch seperti hostname, enable secret, line console, akses SSH, banner motd, serta perintah verifikasi status awal.

Episode ini membedah IPv4 address dari struktur 32-bit dan dotted decimal hingga klasifikasi classful A sampai E, IP public dan private RFC 1918. Kalian belajar subnetting manual dengan notasi CIDR, menghitung jumlah subnet dan host usable, lalu menyusun alokasi Variable Length Subnet Mask (VLSM) berdasarkan kebutuhan riil setiap departemen.

Episode ini membedah cara kerja Layer 2 switch: MAC address table, proses learning, flooding, forwarding, dan filtering, serta perbedaan broadcast domain dan collision domain. Kalian juga membangun VLAN pertama, mengalokasikan access port, dan memverifikasi dengan show vlan brief dan show mac address-table.

Episode ini membahas kebutuhan trunking saat VLAN melewati banyak switch fisik, mekanisme tag IEEE 802.1Q sepanjang 4 byte, dan risiko native VLAN serta VLAN hopping. Kalian mengkonfigurasi trunk, membatasi VLAN yang diizinkan, lalu memahami VTP domain, mode server client transparent, dan pruning.

Episode ini membahas inter-VLAN routing: cara menghubungkan komunikasi antar VLAN yang berada di subnet berbeda. Kalian mempelajari dua metode, router-on-a-stick (ROAS) dengan sub-interface dan Switched Virtual Interface (SVI) pada Layer 3 multilayer switch, lengkap dengan perbandingan performa dan efisiensi keduanya.

Episode ini membahas masalah topologi redundant Layer 2: broadcast storm, multiple frame transmission, dan CAM table instability. Kalian memahami cara kerja STP IEEE 802.1D mulai dari pemilihan root bridge, port roles, hingga perubahan port states, lalu keunggulan RSTP 802.1w beserta PortFast dan BPDU Guard.

Episode ini membahas EtherChannel atau link aggregation: menggabungkan hingga 8 kabel fisik menjadi satu logical channel untuk bandwidth dan redundansi. Kalian membandingkan protokol negosiasi LACP open standard dan PAgP proprietary, lalu mengkonfigurasi Layer 2 dan Layer 3 EtherChannel beserta verifikasinya.

Episode ini membedah tabel routing: destination network, subnet mask, next-hop, administrative distance, dan metric, plus prinsip longest prefix match. Kalian mengkonfigurasi static routing antar tiga router, default static route menuju ISP, dan floating static route sebagai backup otomatis dengan administrative distance yang lebih tinggi.
