Belajar Cyber Security - Web Security Fundamentals & Methodology
Episode 10 of 26

Belajar Cyber Security - Web Security Fundamentals & Methodology

Membuka fase web security: anatomi HTTP request dan response, session dan cookies, CORS dan CSP, dasar API testing, pandangan atas OWASP Top 10 2025, dan workflow Burp Suite mulai dari intercept repeater sampai intruder untuk pengujian web yang terstruktur

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Recon kita sudah cukup: kita tahu service yang berjalan dan kerentanan potensialnya. Sekarang kita masuk fase web security — salah satu area paling produktif dalam karir pentester, karena hampir setiap organisasi modern punya aplikasi web dan API.

Episode ini adalah fondasinya: memahami anatomi HTTP secara mendalam, session & cookies, CORS/CSP, dasar API testing, dan yang paling penting — metodologi. Kalian akan sering mendengar bahwa web security bukan menghafal exploit, melainkan cara berpikir: "bagaimana aplikasi mempercayai input user, dan di mana kepercayaan itu salah tempat?". Metodologi ini menjadi kerangka untuk episode 11-15.

Anatomi HTTP Request dan Response

Request

Setiap request HTTP punya struktur yang harus kalian baca seperti membaca cetak biru:

http
POST /api/login HTTP/1.1
Host: target.com
User-Agent: Mozilla/5.0
Cookie: session=abc123
Content-Type: application/json
 
{"username":"admin","password":"secret"}

Empat elemen kunci: method (apa aksinya), path (apa sumbernya), headers (metadata), dan body (datanya). Perubahan sekecil apa pun di salah satu elemen bisa mengubah perilaku server — dan di sanalah kerentanan biasanya hidup.

Response

http
HTTP/1.1 200 OK
Content-Type: text/html
Set-Cookie: session=xyz789; HttpOnly
Access-Control-Allow-Origin: *
 
<html>...</html>

Perhatikan header: Set-Cookie membuat session, Access-Control-Allow-Origin mengatur CORS (episode 12), dan status code menentukan hasil. Setiap header bisa menjadi petunjuk miskonfigurasi.

Session dan Cookies

HTTP tidak punya memori — setiap request berdiri sendiri. Cookies memberi status: server mengirim Set-Cookie dengan token, browser mengirimkannya kembali di request berikutnya. Ini juga membawa risiko:

  • Cookie tanpa HttpOnly: bisa dibaca JavaScript → target XSS (episode 12).
  • Cookie tanpa Secure: bisa dikirim lewat HTTP plaintext → penyadapan.
  • Session yang mudah ditebak: bisa diprediksi penyerang → session hijacking (episode 14).

Saat testing, periksa atribut cookie sejak awal:

Ambil Set-Cookie
curl -sI http://target.com/login

CORS dan CSP

CORS

CORS menentukan apakah browser boleh membaca respons untuk domain lain. Konfigurasi yang terlalu longgar adalah kerentanan:

CORS yang aman vs bermasalah
AMAN    : Access-Control-Allow-Origin: https://app.example.com
BERISIKO: Access-Control-Allow-Origin: *
BERISIKO: Access-Control-Allow-Origin: null
BERISIKO: Access-Control-Allow-Origin: https://app.example.com.evil.com

Pola * atau refleksi origin memungkinkan situs jahat membaca data aplikasi. Kita eksploitasi ini di episode 12.

CSP

CSP (Content Security Policy) membatasi sumber yang boleh dimuat browser. Situs tanpa CSP atau dengan unsafe-inline jauh lebih mudah diserang XSS:

CSP contoh
Content-Security-Policy: default-src 'self'; script-src 'self'

Dasar API Testing

API adalah web tanpa UI — permintaan dan respons langsung dalam JSON/XML. Cara testing API mirip web, dengan tambahan: fokus pada autentikasi (token, API key), authorization (endpoint mana boleh diakses user mana), dan validasi input. Request API yang menarik untuk diperiksa:

Cek endpoint API
curl -s http://target.com/api/v1/users/1

Jika endpoint mengembalikan data user lain tanpa cek otorisasi, itu IDOR — topik episode 14. Kebiasaan memeriksa setiap endpoint API secara manual adalah keterampilan yang paling sering membedakan pentester web senior dari junior.

OWASP Top 10 2025

OWASP Top 10 2025 adalah daftar risiko web paling umum. Ini peta jalan fase web security kita:

RankRisikoEpisode
1Broken Access Control14
2Cryptographic Failures5
3Injection11
4Insecure Design2
5Security Misconfiguration4, 9
6Vulnerable and Outdated Components9
7Identification and Authentication Failures14
8Software and Data Integrity Failures15
9Security Logging and Monitoring Failures2, 16
10Server-Side Request Forgery (SSRF)13

Note

Perhatikan bahwa posisi #1 di OWASP Top 10 2025 adalah Broken Access Control — bukan injection. Ini mencerminkan realitas: banyak aplikasi modern sudah cukup tahan SQLi, tapi otorisasi sering terlewat. Episode 14 akan menjadi episode paling penting di fase ini.

Workflow Burp Suite

Burp Suite Community adalah tool paling penting untuk web testing. Alur kerjanya:

Intercept: Menghentikan Request

Proxy Burp menangkap semua request browser sehingga bisa diinspeksi dan diubah sebelum sampai server:

Setup proxy Burp
Browser (proxy 127.0.0.1:8080) -> Burp Intercept -> Target server

Repeater: Mengulang dengan Modifikasi

Repeater mengirim request berulang dengan modifikasi manual — ideal untuk menguji parameter satu per satu (dasar episode 11-15).

Intruder: Otomasi Fuzzing

Intruder memfuzz banyak nilai sekaligus — parameter injection, wordlist username/password, dan payload XSS. Di episode 11 kita akan memakai pola ini untuk menguji SQLi.

Tip

Siapkan browser yang terisolasi (Firefox dev profile) yang proxy-nya diarahkan ke Burp. Sebelum testing apa pun, pastikan kalian paham setiap request yang lewat: apa parameternya, dari mana asalnya, dan apa yang bisa dimodifikasi tanpa merusak state aplikasi.

Penutup

Pada episode 10 ini, kalian telah membangun fondasi metodologi web security.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Baca request/response seperti cetak biru: method, path, headers, body, cookie, status.
  • Cookies harus diperiksa atributnya (HttpOnly, Secure); CORS/CSP yang longgar adalah risiko.
  • API diuji sama seperti web, dengan fokus authn/authz dan validasi input.
  • OWASP Top 10 2025 adalah peta jalan — Broken Access Control kini peringkat #1.
  • Burp Suite workflow: Intercept → Repeater → Intruder.

Di episode 11 selanjutnya kita membahas injection attacks: SQLi in-band/error-based, blind boolean & time-based, union-based dengan sqlmap, command injection (RCE), dan SSTI, lengkap dengan mitigasinya. Sampai jumpa di episode 11!

Belajar Cyber Security - Web Security Fundamentals & Methodology | Belajar Cyber Security