Menggali lebih dalam setiap service yang terbuka: enumerasi direktori HTTP dengan gobuster, share SMB, banner SSH, FTP anonymous, dan database, kemudian mencocokkan versi ke CVE lewat searchsploit dan NVD untuk menyusun peta kerentanan dan memprioritaskan eksploitasi

Di episode 8 kita tahu port mana yang terbuka dan service apa yang berjalan. Sekarang kita menggali lebih dalam setiap service: direktori tersembunyi di web, share SMB, user FTP, dan database yang ter-expose. Ini tahap enumeration paling produktif — kebanyakan jalan masuk ditemukan di sini, bukan di exploit canggih.
Mengapa enumeration menentukan? Karena exploit yang bagus pun tidak berguna tanpa tahu ke mana menembaknya. Sebuah server Apache versi lama bukan target selama tidak ada direktori yang bisa diakses; sebuah share SMB tanpa proteksi bisa jadi sumber password tanpa perlu exploit sama sekali. Setelah enumerasi, kita susun semuanya menjadi peta kerentanan untuk menentukan langkah eksploitasi berikutnya.
Nmap memberi tahu bahwa port 80 terbuka, tapi tidak memberi daftar direktori. gobuster menebak direktori dan file memakai wordlist:
gobuster dir -u http://target.com -w /usr/share/seclists/Discovery/Web-Content/common.txtgobuster vhost -u http://target.com -w /usr/share/seclists/Discovery/DNS/subdomains-top1million-5000.txtMode dir menemukan direktori; mode vhost menemukan hostname virtual di IP yang sama — dua hal yang tidak terlihat dari luar.
Saat hasil muncul, kategorikan: file backup (config.php.bak), file yang membocorkan info (phpinfo.php, .git/), direktori admin yang tidak aman, dan file environment (*.env). Beberapa pola khas:
/admin/login.php -> panel login
/.git/HEAD -> source code bocor
/backup.zip -> backup tidak dilindungi
/phpinfo.php -> info konfigurasi PHP
/.env -> secrets aplikasiPort 445 (SMB) adalah salah satu target paling produktif di jaringan internal. enum4linux menggali share, user, dan policy:
enum4linux -a target.comsmbclient -L //target.com -NShare yang tidak terkunci sering menyimpan password, konfigurasi, atau backup. Daftar user dari SMB juga menjadi bahan untuk attack di episode 19 (Active Directory).
Banner yang dikembalikan service sering membocorkan versi persis — bahan utama pencarian CVE:
nc -nv target.com 22nmap -sV --script=banner -p 22 target.comFTP dengan login anonymous (anonymous/tanpa password) masih sering ditemukan. Jika terbuka, kita bisa membaca file server:
ftp target.com
# user: anonymous
# password: (kosong / email apa saja)Jika service lain memakai kata sandi yang sama dengan file yang ter-upload, ini bisa menjadi jalan masuk.
Database yang ter-expose (MySQL 3306, PostgreSQL 5432, MongoDB 27017, Redis 6379) adalah jackpot. Beberapa database tanpa autentikasi bisa langsung dibaca:
mongosh "mongodb://target.com:27017"
show dbsredis-cli -h target.com
infoSetelah versi service terkumpul, searchsploit (Exploit-DB) mencari exploit yang sudah publik:
searchsploit apache 2.4.49
searchsploit vsftpd 2.3.4nmap -sV --script=vulners -p 80,443 target.comNVD (National Vulnerability Database) adalah referensi CVE resmi. Alur yang baik: dapatkan versi service → cari CVE via NVD → baca CVSS (skor keparahan 0-10) → cari PoC. Prioritaskan berdasarkan kombinasi kemungkinan berhasil dan dampak.
Note
CVSS adalah angka bantu, bukan kebenaran mutlak. CVE dengan skor 9.8 mungkin tidak relevan jika service-nya tidak ter-expose; CVE skor 5.0 bisa jadi jalan masuk nyata dalam konteks tertentu. Selalu evaluasi eksploitabilitas di konteks target, jangan hanya melihat skornya.
Semua temuan disusun menjadi satu peta yang terurut prioritas:
1. vsftpd 2.3.4 (port 21) -> CVE-2011-2523 (backdoor RCE) [HIGH]
2. Apache 2.4.49 (port 80) -> CVE-2021-41773 (path traversal) [HIGH]
3. FTP anonymous (port 21) -> akses file, creds potensial [MED]
4. MongoDB no-auth (27017) -> data bocor [HIGH]
5. SMB share tanpa proteksi -> file backup & creds [MED]Prioritas eksploitasi: mulai dari yang memberi akses langsung (RCE), lalu yang memberi data (data exposure), baru yang sekadar informasi.
Tip
Selalu verifikasi temuan sebelum mengeksploitasi: satu CVE hanya valid untuk versi dan konfigurasi tertentu. Banner yang terbaca belum tentu versi asli — terkadang ada banner palsu (honeypot) atau patched service yang tetap menampilkan banner lama. Cross-check dengan request manual bila memungkinkan.
Pada episode 9 ini, kalian telah belajar menggali setiap service terbuka dan menyusunnya menjadi peta kerentanan.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 10 selanjutnya kita masuk fase web security: web security fundamentals & methodology — anatomi HTTP request/response, session & cookies, CORS/CSP, API testing, OWASP Top 10 2025, dan workflow Burp Suite untuk pengujian terstruktur. Sampai jumpa di episode 10!