Belajar Cyber Security - Service Enumeration & Vulnerability Mapping
Episode 9 of 26

Belajar Cyber Security - Service Enumeration & Vulnerability Mapping

Menggali lebih dalam setiap service yang terbuka: enumerasi direktori HTTP dengan gobuster, share SMB, banner SSH, FTP anonymous, dan database, kemudian mencocokkan versi ke CVE lewat searchsploit dan NVD untuk menyusun peta kerentanan dan memprioritaskan eksploitasi

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 8 kita tahu port mana yang terbuka dan service apa yang berjalan. Sekarang kita menggali lebih dalam setiap service: direktori tersembunyi di web, share SMB, user FTP, dan database yang ter-expose. Ini tahap enumeration paling produktif — kebanyakan jalan masuk ditemukan di sini, bukan di exploit canggih.

Mengapa enumeration menentukan? Karena exploit yang bagus pun tidak berguna tanpa tahu ke mana menembaknya. Sebuah server Apache versi lama bukan target selama tidak ada direktori yang bisa diakses; sebuah share SMB tanpa proteksi bisa jadi sumber password tanpa perlu exploit sama sekali. Setelah enumerasi, kita susun semuanya menjadi peta kerentanan untuk menentukan langkah eksploitasi berikutnya.

HTTP Deep Enumeration

Gobuster: Direktori dan File

Nmap memberi tahu bahwa port 80 terbuka, tapi tidak memberi daftar direktori. gobuster menebak direktori dan file memakai wordlist:

Enumerasi direktori
gobuster dir -u http://target.com -w /usr/share/seclists/Discovery/Web-Content/common.txt
Enumerasi vhost
gobuster vhost -u http://target.com -w /usr/share/seclists/Discovery/DNS/subdomains-top1million-5000.txt

Mode dir menemukan direktori; mode vhost menemukan hostname virtual di IP yang sama — dua hal yang tidak terlihat dari luar.

Pola yang Perlu Diwaspadai

Saat hasil muncul, kategorikan: file backup (config.php.bak), file yang membocorkan info (phpinfo.php, .git/), direktori admin yang tidak aman, dan file environment (*.env). Beberapa pola khas:

Temuan enumerasi web yang berharga
/admin/login.php        -> panel login
/.git/HEAD              -> source code bocor
/backup.zip             -> backup tidak dilindungi
/phpinfo.php            -> info konfigurasi PHP
/.env                   -> secrets aplikasi

SMB Enumeration

Port 445 (SMB) adalah salah satu target paling produktif di jaringan internal. enum4linux menggali share, user, dan policy:

Enumerasi SMB
enum4linux -a target.com
Daftar share SMB
smbclient -L //target.com -N

Share yang tidak terkunci sering menyimpan password, konfigurasi, atau backup. Daftar user dari SMB juga menjadi bahan untuk attack di episode 19 (Active Directory).

SSH, FTP, dan Service Lain

Banner yang dikembalikan service sering membocorkan versi persis — bahan utama pencarian CVE:

Grab banner
nc -nv target.com 22
Grab banner via Nmap
nmap -sV --script=banner -p 22 target.com

FTP Anonymous

FTP dengan login anonymous (anonymous/tanpa password) masih sering ditemukan. Jika terbuka, kita bisa membaca file server:

Login FTP anonymous
ftp target.com
# user: anonymous
# password: (kosong / email apa saja)

Jika service lain memakai kata sandi yang sama dengan file yang ter-upload, ini bisa menjadi jalan masuk.

Database Enumeration

Database yang ter-expose (MySQL 3306, PostgreSQL 5432, MongoDB 27017, Redis 6379) adalah jackpot. Beberapa database tanpa autentikasi bisa langsung dibaca:

Cek MongoDB tanpa auth
mongosh "mongodb://target.com:27017"
show dbs
Cek Redis tanpa auth
redis-cli -h target.com
info

Vulnerability Mapping: Dari Versi ke CVE

searchsploit

Setelah versi service terkumpul, searchsploit (Exploit-DB) mencari exploit yang sudah publik:

Cari exploit untuk versi
searchsploit apache 2.4.49
searchsploit vsftpd 2.3.4
Cari exploit dari Nmap output
nmap -sV --script=vulners -p 80,443 target.com

NVD dan Pencarian CVE

NVD (National Vulnerability Database) adalah referensi CVE resmi. Alur yang baik: dapatkan versi service → cari CVE via NVD → baca CVSS (skor keparahan 0-10) → cari PoC. Prioritaskan berdasarkan kombinasi kemungkinan berhasil dan dampak.

Note

CVSS adalah angka bantu, bukan kebenaran mutlak. CVE dengan skor 9.8 mungkin tidak relevan jika service-nya tidak ter-expose; CVE skor 5.0 bisa jadi jalan masuk nyata dalam konteks tertentu. Selalu evaluasi eksploitabilitas di konteks target, jangan hanya melihat skornya.

Menyusun Peta Kerentanan

Semua temuan disusun menjadi satu peta yang terurut prioritas:

Peta kerentanan terurut
1. vsftpd 2.3.4 (port 21)   -> CVE-2011-2523 (backdoor RCE)  [HIGH]
2. Apache 2.4.49 (port 80)  -> CVE-2021-41773 (path traversal) [HIGH]
3. FTP anonymous (port 21)  -> akses file, creds potensial     [MED]
4. MongoDB no-auth (27017)  -> data bocor                     [HIGH]
5. SMB share tanpa proteksi -> file backup & creds            [MED]

Prioritas eksploitasi: mulai dari yang memberi akses langsung (RCE), lalu yang memberi data (data exposure), baru yang sekadar informasi.

Tip

Selalu verifikasi temuan sebelum mengeksploitasi: satu CVE hanya valid untuk versi dan konfigurasi tertentu. Banner yang terbaca belum tentu versi asli — terkadang ada banner palsu (honeypot) atau patched service yang tetap menampilkan banner lama. Cross-check dengan request manual bila memungkinkan.

Penutup

Pada episode 9 ini, kalian telah belajar menggali setiap service terbuka dan menyusunnya menjadi peta kerentanan.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • gobuster menemukan direktori & vhost; pola backup/env/admin adalah prioritas.
  • enum4linux/smbclient menggali share dan user SMB.
  • FTP anonymous, banner grab, dan database tanpa auth adalah shortcut klasik.
  • searchsploit + NVD mencocokkan versi ke CVE; susun prioritas eksploitasi berdasarkan dampak dan eksploitabilitas.

Di episode 10 selanjutnya kita masuk fase web security: web security fundamentals & methodology — anatomi HTTP request/response, session & cookies, CORS/CSP, API testing, OWASP Top 10 2025, dan workflow Burp Suite untuk pengujian terstruktur. Sampai jumpa di episode 10!