Belajar Cyber Security - Setup Lab & Toolchain
Episode 3 of 26

Belajar Cyber Security - Setup Lab & Toolchain

Membangun lab ethical hacking yang benar-benar terisolasi: arsitektur attacker box dan target Metasploitable DVWA di jaringan host-only, menginstall toolchain inti Nmap Metasploit Burp Suite dan Wireshark, serta memahami workflow pentest dari reconnaissance hingga post-exploitation

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 2 kita menguasai fondasi konseptual — CIA triad, AAA, risk management, dan MITRE ATT&CK — saatnya membangun laboratorium nyata. Lab yang baik adalah perbedaan antara belajar dengan rasa aman dan belajar sambil mengunci diri dari jaringan sendiri.

Di episode ini kita merakit arsitektur lab tiga komponen (attacker, target, jaringan terisolasi), menginstall toolchain inti yang akan menemani seluruh series, dan memahami workflow pentest yang menjadi kerangka kerja setiap episode berikutnya. Di sinilah teori mulai berubah menjadi keterampilan.

Arsitektur Lab

Komponen Utama

Sebuah lab pentest minimal terdiri dari tiga bagian:

100%
  • Attacker box: Kali Linux (VM) — semua tool menyerang dijalankan dari sini.
  • Target VM: Metasploitable 2 untuk serangan jaringan/system, DVWA untuk web security (episode 10-15).
  • Jaringan terisolasi: gunakan host-only (hanya antar-VM di host yang sama) agar target tidak bisa diakses perangkat lain di jaringan rumah. Kalau butuh internet dari target, kombinasikan host-only untuk trafik lab dan NAT untuk akses keluar.

Membuat VM Target

Unduh image Metasploitable 2 dari situs resmi, impor ke VirtualBox/KVM, dan set network adapter ke host-only. Metasploitable sengaja dibuat rentan — jangan pernah mengeksposnya ke jaringan publik. DVWA bisa dijalankan sebagai container atau di VM Debian:

Jalankan DVWA via Docker di host
docker run -d -p 80:80 vulnerables/web-dvwa

Verifikasi target terlihat dari Kali:

Ping target dari Kali
ip a
ping -c 3 <IP_TARGET>

Warning

Metasploitable mengandung puluhan kerentanan aktif. Satu-satunya tempat yang aman untuk menjalankannya adalah jaringan host-only atau NAT terisolasi yang tidak terjangkau perangkat lain. Setelah selesai praktik, matikan VM-nya — target yang menyala adalah undangan bagi penyerang lain di jaringan yang sama.

Toolchain Inti

Update Toolchain Kali

Kali di-package dengan ratusan tool. Pastikan semuanya terbaru:

Update toolchain Kali
sudo apt update && sudo apt full-upgrade -y

Tool yang Wajib Ada

Periksa keberadaan lima tool inti yang akan dipakai di seluruh series:

Verifikasi toolchain inti
nmap --version | head -1
msfconsole -v | head -1
burpsuite --version 2>/dev/null || echo "Burp: instal dari GUI"
wireshark --version | head -1
sqlmap --version

Fungsi masing-masing (detail teknis ada di episode-episode terkait):

ToolFungsiEpisode
NmapPort scanning & service detection8
MetasploitFramework exploit & post-exploitation3, 9, 17-19
Burp SuiteIntercept & testing web10-15
WiresharkAnalisis paket jaringan16
sqlmapOtomasi eksploitasi SQLi11

Workflow Pentest Standar

Keseluruhan series ini mengikuti workflow pentest yang teruji:

100%
  • Reconnaissance (episode 6-7): mengumpulkan informasi pasif.
  • Scanning & enumeration (episode 8-9): memetakan layanan dan menemukan kelemahan.
  • Exploitation (episode 11-15): memanfaatkan kelemahan untuk masuk.
  • Post-exploitation (episode 17-19): memperluas akses setelah masuk.
  • Reporting: dokumentasi temuan, bukti, dan rekomendasi — dibahas di episode 25.

Uji Coba Pertama: Nmap dan Metasploit

Praktik pertama untuk memastikan seluruh toolchain bekerja:

Scan cepat target Metasploitable
nmap -sV -p 21,22,80 <IP_TARGET>

Hasilnya menunjukkan banner service versi lama yang rentan — bukti nyata kenapa Metasploitable menjadi target praktik ideal. Lanjutkan dengan Metasploit:

Jalankan Metasploit console
msfconsole -q
search vsftpd

Tip

Tidak semua serangan butuh framework. Bahkan dalam pentest profesional, Metasploit sering hanya langkah akhir — sebagian besar temuan ditemukan dari enumerasi manual yang teliti (episode 7-9). Biasakan diri bekerja manual dulu, baru memakai otomasi.

Penutup

Pada episode 3 ini, kalian telah membangun lab yang benar-benar legal dan terisolasi untuk berlatih sepanjang series.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Lab tiga komponen: attacker (Kali), target (Metasploitable/DVWA), dan jaringan host-only terisolasi.
  • Toolchain inti: Nmap, Metasploit, Burp Suite, Wireshark, sqlmap — semua terverifikasi berjalan.
  • Workflow pentest: recon → scan → mapping → exploit → post → report.
  • Metasploitable hanya aman di jaringan terisolasi — matikan VM saat tidak dipakai.

Di episode 4 selanjutnya kita akan membahas Linux, networking, dan protocols dasar — proses & permission SUID, service & log, otomasi bash/Python, TCP/IP handshake, port & socket, DNS records & zone transfer, HTTP/HTTPS, dan TLS. Inilah fondasi teknis yang membuat semua episode berikutnya mudah dimengerti. Sampai jumpa di episode 4!