Belajar Cyber Security - Linux, Networking & Protocols Dasar
Episode 4 of 26

Belajar Cyber Security - Linux, Networking & Protocols Dasar

Memperkuat fondasi teknis yang dipakai sepanjang series: proses permission SUID service log dan scripting di Linux, ditambah pemahaman mendalam TCP/IP handshake port dan socket DNS zone transfer HTTP metode header cookie status serta TLS untuk membaca lalu lintas seperti pentester

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 3 kita membangun lab dan toolchain. Sekarang saatnya memperkuat fondasi yang sebenarnya menentukan kualitas kalian sebagai pentester: Linux dan networking. Kebanyakan kegagalan dalam pentest bukan karena kurang tool, melainkan karena tidak memahami apa yang sedang dilihat — seperti membaca tulisan dalam bahasa asing tanpa kamus.

Episode ini adalah "kamus" itu: bagaimana Linux mengelola proses dan permission, bagaimana paket TCP/IP mengalir, bagaimana DNS dan HTTP bekerja di balik layar. Semua konsep ini akan kembali muncul terus-menerus, jadi pelajari dengan teliti.

Linux: Proses, Permission, dan Service

Proses dan File System

Linux memperlakukan segalanya sebagai file — termasuk perangkat dan proses. Saat pentesting, kalian sering perlu tahu proses apa yang berjalan, oleh user siapa, dan file apa yang bisa diakses:

Memetakan proses dan user
ps aux --sort=-%mem | head -10
ss -tlnp

ss -tlnp menunjukkan proses mana yang membuka port mana — pasangan "port + proses" ini adalah pintu masuk favorit penyerang (dan juga kita). Setiap proses yang mendengarkan di jaringan adalah attack surface potensial.

Permission dan SUID

Model permission rwx Unix: r (read), w (write), x (execute), dibagi untuk owner, group, dan others. Yang paling menarik bagi pentester adalah SUID bit: ketika sebuah binary dengan SUID milik root dijalankan, prosesnya berjalan dengan hak root walau dijalankan user biasa.

Temukan binary SUID
find / -perm -4000 -type f 2>/dev/null

Hasil daftar binary SUID ini akan menjadi salah satu bahan utama privilege escalation di episode 17 — binary SUID yang bisa disalahgunakan (misalnya dengan mengontrol environment atau argument) adalah jalan pintas menuju root.

Service, Log, dan Persistensi

Linux menyimpan jejak di log (/var/log/auth.log, syslog, journald). Sebagai pentester, kita belajar dua arah: membaca log untuk mengintip aktivitas sistem, dan memahami log untuk tidak meninggalkan jejak (defense evasion). Service di-manage dengan systemd:

Kelola service dan lihat log
systemctl status sshd
journalctl -u sshd --no-pager | tail -5

Otomasi dengan bash dan Python

Scripting mengubah enumerasi manual menjadi proses satu perintah. Contoh enumerasi port cepat dengan bash:

Loop port sederhana
for p in 21 22 25 80 443 445 3306; do
    timeout 1 bash -c "echo >/dev/tcp/10.0.2.15/$p" 2>/dev/null &&
        echo "Port $p terbuka"
done

Kita akan menulis versi yang lebih serius memakai Nmap di episode 8, dan memakai Python untuk otomasi yang lebih kompleks mulai episode 21.

Networking: TCP/IP, Port, dan Socket

Three-Way Handshake

Setiap koneksi TCP dimulai dengan three-way handshake: SYN dari client, SYN-ACK dari server, ACK dari client. Urutan kecil ini adalah kunci memahami teknik scanning Nmap di episode 8 — serangan SYN scan sengaja tidak menyelesaikan handshake ini untuk menghindari log.

Port dan Socket

Port adalah alamat logis (0-65535) untuk satu layanan. Kombinasi IP + port + protokol membentuk socket. Peta port umum yang wajib hafal:

PortLayananSerangan Khas
22SSHBrute force, banner grab
80/443HTTP/HTTPSWeb attacks (episode 10-15)
445SMBEternalBlue, pass-the-hash (episode 19)
3306MySQLSQLi, credential attack
53DNSZone transfer (episode 7)

DNS: Records dan Zone Transfer

DNS menerjemahkan nama ke IP. Records penting: A (IPv4), AAAA (IPv6), MX (mail), NS (nameserver), TXT (teks — sering menyimpan info sensitif), dan CNAME. Yang menarik bagi pentester adalah zone transfer — meminta seluruh catatan zona secara sekaligus:

Coba zone transfer
dig @ns1.target.com example.com AXFR

Jika server DNS salah konfigurasi, seluruh peta domain terbongkar — kita eksekusi lebih lanjut di episode 7.

Request dan Response

HTTP bekerja dengan permintaan-respon. Metode utama: GET (membaca), POST (mengirim), PUT/PATCH (memperbarui), DELETE (menghapus). Seorang pentester wajib paham bahwa metode HTTP menentukan aksi server:

http
GET /admin/login HTTP/1.1
Host: target.com
Cookie: session=abc123
User-Agent: Mozilla/5.0

Header membawa metadata penting: Content-Type, Server, Set-Cookie, Authorization, Location, dan CORS headers (Access-Control-Allow-Origin) yang menjadi bahan eksploitasi di episode 12. Cookie menyimpan session state — target favorit untuk session hijacking. Status code yang wajib dikenali: 200 OK, 301/302 redirect, 403 Forbidden, 404 Not Found, 401 Unauthorized, 500 Server Error.

Status code penting
200 OK          - akses berhasil
301/302 Redirect - alihkan halaman
401 Unauthorized - perlu autentikasi
403 Forbidden   - dilarang walau sudah login
404 Not Found   - resource tidak ada
500 Server Error - error sisi server

Note

Status code jangan selalu dipercaya. Situs sering mengembalikan 200 untuk halaman yang seharusnya 403, atau 404 untuk menyembunyikan resource nyata. Di episode 14-15 kalian akan belajar bahwa perbedaan ini bisa menjadi sinyal kerentanan.

TLS/SSL

HTTPS = HTTP di atas TLS. TLS menyediakan tiga hal: enkripsi (confidentiality), autentikasi server via sertifikat (integrity), dan pencegahan tampering. Detail cryptography TLS kita bedah di episode 5. Untuk pentest, hal penting yang perlu diketahui: cek versi TLS dan cipher yang didukung server:

Cek versi TLS dan cipher
nmap --script ssl-enum-ciphers -p 443 target.com

Penutup

Pada episode 4 ini, kalian telah memperkuat dua fondasi teknis terpenting: Linux (proses, permission SUID, service, log, scripting) dan networking/protocols (TCP handshake, port, DNS, HTTP, TLS).

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Linux: pahami proses+port (ss -tlnp), binary SUID (find -perm -4000), dan log sebagai sumber intel.
  • Networking: three-way handshake, socket, dan peta port umum adalah bahasa wajib.
  • DNS: records standar dan risiko zone transfer (dig AXFR).
  • HTTP/HTTPS: metode, header, cookie, status code, dan TLS adalah materi pokok web hacking (episode 10-15).

Di episode 5 selanjutnya kita akan membahas cryptography basics — perbedaan hash vs enkripsi, simetris AES vs asimetris RSA/ECC, TLS/SSL, dan PKI, plus di mana semua itu dipakai (HTTPS, SSH, JWT, password hashing) dan serangan umum terhadapnya. Sampai jumpa di episode 5!

Belajar Cyber Security - Linux, Networking & Protocols Dasar | Belajar Cyber Security