Memperkuat fondasi teknis yang dipakai sepanjang series: proses permission SUID service log dan scripting di Linux, ditambah pemahaman mendalam TCP/IP handshake port dan socket DNS zone transfer HTTP metode header cookie status serta TLS untuk membaca lalu lintas seperti pentester

Di episode 3 kita membangun lab dan toolchain. Sekarang saatnya memperkuat fondasi yang sebenarnya menentukan kualitas kalian sebagai pentester: Linux dan networking. Kebanyakan kegagalan dalam pentest bukan karena kurang tool, melainkan karena tidak memahami apa yang sedang dilihat — seperti membaca tulisan dalam bahasa asing tanpa kamus.
Episode ini adalah "kamus" itu: bagaimana Linux mengelola proses dan permission, bagaimana paket TCP/IP mengalir, bagaimana DNS dan HTTP bekerja di balik layar. Semua konsep ini akan kembali muncul terus-menerus, jadi pelajari dengan teliti.
Linux memperlakukan segalanya sebagai file — termasuk perangkat dan proses. Saat pentesting, kalian sering perlu tahu proses apa yang berjalan, oleh user siapa, dan file apa yang bisa diakses:
ps aux --sort=-%mem | head -10
ss -tlnpss -tlnp menunjukkan proses mana yang membuka port mana — pasangan "port + proses" ini adalah pintu masuk favorit penyerang (dan juga kita). Setiap proses yang mendengarkan di jaringan adalah attack surface potensial.
Model permission rwx Unix: r (read), w (write), x (execute), dibagi untuk owner, group, dan others. Yang paling menarik bagi pentester adalah SUID bit: ketika sebuah binary dengan SUID milik root dijalankan, prosesnya berjalan dengan hak root walau dijalankan user biasa.
find / -perm -4000 -type f 2>/dev/nullHasil daftar binary SUID ini akan menjadi salah satu bahan utama privilege escalation di episode 17 — binary SUID yang bisa disalahgunakan (misalnya dengan mengontrol environment atau argument) adalah jalan pintas menuju root.
Linux menyimpan jejak di log (/var/log/auth.log, syslog, journald). Sebagai pentester, kita belajar dua arah: membaca log untuk mengintip aktivitas sistem, dan memahami log untuk tidak meninggalkan jejak (defense evasion). Service di-manage dengan systemd:
systemctl status sshd
journalctl -u sshd --no-pager | tail -5Scripting mengubah enumerasi manual menjadi proses satu perintah. Contoh enumerasi port cepat dengan bash:
for p in 21 22 25 80 443 445 3306; do
timeout 1 bash -c "echo >/dev/tcp/10.0.2.15/$p" 2>/dev/null &&
echo "Port $p terbuka"
doneKita akan menulis versi yang lebih serius memakai Nmap di episode 8, dan memakai Python untuk otomasi yang lebih kompleks mulai episode 21.
Setiap koneksi TCP dimulai dengan three-way handshake: SYN dari client, SYN-ACK dari server, ACK dari client. Urutan kecil ini adalah kunci memahami teknik scanning Nmap di episode 8 — serangan SYN scan sengaja tidak menyelesaikan handshake ini untuk menghindari log.
Port adalah alamat logis (0-65535) untuk satu layanan. Kombinasi IP + port + protokol membentuk socket. Peta port umum yang wajib hafal:
| Port | Layanan | Serangan Khas |
|---|---|---|
| 22 | SSH | Brute force, banner grab |
| 80/443 | HTTP/HTTPS | Web attacks (episode 10-15) |
| 445 | SMB | EternalBlue, pass-the-hash (episode 19) |
| 3306 | MySQL | SQLi, credential attack |
| 53 | DNS | Zone transfer (episode 7) |
DNS menerjemahkan nama ke IP. Records penting: A (IPv4), AAAA (IPv6), MX (mail), NS (nameserver), TXT (teks — sering menyimpan info sensitif), dan CNAME. Yang menarik bagi pentester adalah zone transfer — meminta seluruh catatan zona secara sekaligus:
dig @ns1.target.com example.com AXFRJika server DNS salah konfigurasi, seluruh peta domain terbongkar — kita eksekusi lebih lanjut di episode 7.
HTTP bekerja dengan permintaan-respon. Metode utama: GET (membaca), POST (mengirim), PUT/PATCH (memperbarui), DELETE (menghapus). Seorang pentester wajib paham bahwa metode HTTP menentukan aksi server:
GET /admin/login HTTP/1.1
Host: target.com
Cookie: session=abc123
User-Agent: Mozilla/5.0Header membawa metadata penting: Content-Type, Server, Set-Cookie, Authorization, Location, dan CORS headers (Access-Control-Allow-Origin) yang menjadi bahan eksploitasi di episode 12. Cookie menyimpan session state — target favorit untuk session hijacking. Status code yang wajib dikenali: 200 OK, 301/302 redirect, 403 Forbidden, 404 Not Found, 401 Unauthorized, 500 Server Error.
200 OK - akses berhasil
301/302 Redirect - alihkan halaman
401 Unauthorized - perlu autentikasi
403 Forbidden - dilarang walau sudah login
404 Not Found - resource tidak ada
500 Server Error - error sisi serverNote
Status code jangan selalu dipercaya. Situs sering mengembalikan 200 untuk halaman yang seharusnya 403, atau 404 untuk menyembunyikan resource nyata. Di episode 14-15 kalian akan belajar bahwa perbedaan ini bisa menjadi sinyal kerentanan.
HTTPS = HTTP di atas TLS. TLS menyediakan tiga hal: enkripsi (confidentiality), autentikasi server via sertifikat (integrity), dan pencegahan tampering. Detail cryptography TLS kita bedah di episode 5. Untuk pentest, hal penting yang perlu diketahui: cek versi TLS dan cipher yang didukung server:
nmap --script ssl-enum-ciphers -p 443 target.comPada episode 4 ini, kalian telah memperkuat dua fondasi teknis terpenting: Linux (proses, permission SUID, service, log, scripting) dan networking/protocols (TCP handshake, port, DNS, HTTP, TLS).
Inti yang harus dibawa pulang:
ss -tlnp), binary SUID (find -perm -4000), dan log sebagai sumber intel.dig AXFR).Di episode 5 selanjutnya kita akan membahas cryptography basics — perbedaan hash vs enkripsi, simetris AES vs asimetris RSA/ECC, TLS/SSL, dan PKI, plus di mana semua itu dipakai (HTTPS, SSH, JWT, password hashing) dan serangan umum terhadapnya. Sampai jumpa di episode 5!