Belajar Cyber Security - Port Scanning & Service Enumeration
Episode 8 of 26

Belajar Cyber Security - Port Scanning & Service Enumeration

Menguasai active reconnaissance dengan Nmap: perbedaan TCP connect dan stealth SYN scan, version detection, default scripts, timing dan evasion, ditambah masscan untuk skala besar untuk mengidentifikasi OS service dan version yang mengarah ke CVE yang relevan

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 7 kita memetakan subdomain, sekarang kita berinteraksi langsung dengan target: port scanning & service enumeration. Ini adalah jembatan antara "mengetahui target" (recon pasif) dan "mengetahui kelemahan" (vulnerability mapping di episode 9).

Mengapa episode ini krusial? Karena port yang terbuka adalah daftar undangan. Sebuah server jarang rentan di semua port — biasanya hanya satu atau dua service dengan versi lama yang menjadi jalan masuk. Port scan yang baik adalah yang menemukan jalan masuk itu secara akurat dan efisien, bukan sekadar menembak semua port secara membabi buta.

Peta Port dan Alur Scan

Dari episode 4, kita tahu tiga-way handshake: SYNSYN-ACKACK. Nmap memakai variasi handshake ini untuk membuat scan yang berbeda-beda. Alur pemikiran scanning yang profesional:

100%

Nmap: Mode Scan Dasar

TCP Connect Scan

-sT menyelesaikan handshake penuh. Mudah dideteksi (log lengkap), tapi paling andal dan tidak butuh root:

TCP connect scan
nmap -sT -p- target.com

Stealth SYN Scan

-sS (default dengan root) hanya mengirim SYN dan membaca SYN-ACK — tidak pernah menyelesaikan handshake, sehingga tidak mencatat koneksi penuh di log aplikasi:

SYN scan
sudo nmap -sS -p- target.com

Perhatikan: -p- berarti semua port 1-65535. Untuk kecepatan, banyak pentester memakai --top-ports 1000 dulu, baru port penuh jika perlu.

Service Version Detection

Port terbuka hanya setengah cerita. Pertanyaannya: apa yang berjalan di port itu? -sV menggali banner dan memprobe service untuk menentukan versi:

Version detection pada port penting
nmap -sV -p 21,22,80,443,445 target.com

Output menunjukkan sshd: OpenSSH 8.9p1, http: Apache httpd 2.4.54, dst. Versi inilah yang nanti dicocokkan ke CVE di episode 9.

Default Scripts

-sC menjalankan kumpulan script NSE (Nmap Scripting Engine) yang aman dan informatif — dari banner grab sampai cek konfigurasi umum:

Scan dengan default scripts
nmap -sV -sC -p 21,22,80,445 target.com

Satu perintah standar yang dipakai di hampir semua engagement adalah -sC -sV:

Scan standar pentest
nmap -sC -sV -O -p- target.com

-O mencoba deteksi OS (butuh root). Kombinasi ini memberi gambaran lengkap: port, service, versi, dan tebakan OS.

Timing dan Evasion

Timing

Nmap punya enam level timing (-T0 paling lambat sampai -T5 paling cepat). Untuk lab atau CTF, -T4 ideal:

Scan cepat untuk CTF
nmap -T4 -sV -sC target.com

Evasion Dasar

Di dunia nyata, IDS/IPS mungkin memblokir scan agresif. Beberapa teknik dasar:

Decoy scan
sudo nmap -sS -D 192.168.1.10,192.168.1.11 target.com
Fragmentasi paket
sudo nmap -sS -f target.com

-D (decoy) membaurkan scan dengan IP palsu; -f memecah paket menjadi fragment yang kadang lolos dari filter sederhana.

Warning

Evasion bukan untuk bersembunyi dari hukum — ia alat uji keamanan pada engagement yang sah. Di lab atau platform CTF, target justru mengharapkan scan. Di dunia nyata, memakai decoy/fragmentation tanpa izin tetap ilegal dan meninggalkan jejak di log target serta penyedia internet.

Masscan: Scanning Skala Besar

Nmap lambat pada jaringan besar. masscan didesain untuk memindai jutaan IP sekaligus dengan memanfaatkan raw socket:

masscan satu subnet
sudo masscan 192.168.1.0/24 -p 80,443,22 --rate 1000

Hasilnya bisa langsung diumpankan ke Nmap untuk detail: sudo masscan ... -oG masscan.gnmap lalu nmap -iL masscan.gnmap -sV.

Mengidentifikasi Kerentanan dari Hasil Scan

Setelah versi service terkumpul, selanjutnya cari CVE yang relevan — inilah jembatan ke episode 9:

Dari banner ke CVE
Apache httpd 2.4.49 -> CVE-2021-41773 (path traversal + RCE)
OpenSSH 7.7        -> CVE-2018-15473 (username enumeration)
vsftpd 2.3.4       -> CVE-2011-2523 (backdoor RCE)

Tip

Simpan semua hasil scan dalam format yang bisa diproses ulang: nmap -oA scan-target menghasilkan tiga file (.nmap, .gnmap, .xml). File XML bisa dikonversi ke format lain atau di-reparse — kebiasaan yang menghemat banyak waktu saat laporan (episode 25).

Penutup

Pada episode 8 ini, kalian telah menguasai active reconnaissance dengan Nmap dan masscan.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • -sS (SYN, butuh root) vs -sT (connect) — pahami perbedaan dan jejak yang ditinggalkan.
  • -sV -sC adalah kombinasi standar: versi service + script keamanan umum.
  • Timing (-T4) untuk lab/CTF; evasion (-D, -f) untuk uji yang sah di dunia nyata.
  • masscan untuk jaringan besar; versi service dari hasil scan menentukan CVE berikutnya.

Di episode 9 selanjutnya kita membahas service enumeration & vulnerability mapping — gobuster untuk direktori HTTP, enumerasi SMB, SSH banner, FTP anonymous, dan database, lalu mencocokkan semua ke CVE via searchsploit dan NVD untuk memprioritaskan eksploitasi. Sampai jumpa di episode 9!

Belajar Cyber Security - Port Scanning & Service Enumeration | Belajar Cyber Security