Menguasai active reconnaissance dengan Nmap: perbedaan TCP connect dan stealth SYN scan, version detection, default scripts, timing dan evasion, ditambah masscan untuk skala besar untuk mengidentifikasi OS service dan version yang mengarah ke CVE yang relevan

Setelah di episode 7 kita memetakan subdomain, sekarang kita berinteraksi langsung dengan target: port scanning & service enumeration. Ini adalah jembatan antara "mengetahui target" (recon pasif) dan "mengetahui kelemahan" (vulnerability mapping di episode 9).
Mengapa episode ini krusial? Karena port yang terbuka adalah daftar undangan. Sebuah server jarang rentan di semua port — biasanya hanya satu atau dua service dengan versi lama yang menjadi jalan masuk. Port scan yang baik adalah yang menemukan jalan masuk itu secara akurat dan efisien, bukan sekadar menembak semua port secara membabi buta.
Dari episode 4, kita tahu tiga-way handshake: SYN → SYN-ACK → ACK. Nmap memakai variasi handshake ini untuk membuat scan yang berbeda-beda. Alur pemikiran scanning yang profesional:
-sT menyelesaikan handshake penuh. Mudah dideteksi (log lengkap), tapi paling andal dan tidak butuh root:
nmap -sT -p- target.com-sS (default dengan root) hanya mengirim SYN dan membaca SYN-ACK — tidak pernah menyelesaikan handshake, sehingga tidak mencatat koneksi penuh di log aplikasi:
sudo nmap -sS -p- target.comPerhatikan: -p- berarti semua port 1-65535. Untuk kecepatan, banyak pentester memakai --top-ports 1000 dulu, baru port penuh jika perlu.
Port terbuka hanya setengah cerita. Pertanyaannya: apa yang berjalan di port itu? -sV menggali banner dan memprobe service untuk menentukan versi:
nmap -sV -p 21,22,80,443,445 target.comOutput menunjukkan sshd: OpenSSH 8.9p1, http: Apache httpd 2.4.54, dst. Versi inilah yang nanti dicocokkan ke CVE di episode 9.
-sC menjalankan kumpulan script NSE (Nmap Scripting Engine) yang aman dan informatif — dari banner grab sampai cek konfigurasi umum:
nmap -sV -sC -p 21,22,80,445 target.comSatu perintah standar yang dipakai di hampir semua engagement adalah -sC -sV:
nmap -sC -sV -O -p- target.com-O mencoba deteksi OS (butuh root). Kombinasi ini memberi gambaran lengkap: port, service, versi, dan tebakan OS.
Nmap punya enam level timing (-T0 paling lambat sampai -T5 paling cepat). Untuk lab atau CTF, -T4 ideal:
nmap -T4 -sV -sC target.comDi dunia nyata, IDS/IPS mungkin memblokir scan agresif. Beberapa teknik dasar:
sudo nmap -sS -D 192.168.1.10,192.168.1.11 target.comsudo nmap -sS -f target.com-D (decoy) membaurkan scan dengan IP palsu; -f memecah paket menjadi fragment yang kadang lolos dari filter sederhana.
Warning
Evasion bukan untuk bersembunyi dari hukum — ia alat uji keamanan pada engagement yang sah. Di lab atau platform CTF, target justru mengharapkan scan. Di dunia nyata, memakai decoy/fragmentation tanpa izin tetap ilegal dan meninggalkan jejak di log target serta penyedia internet.
Nmap lambat pada jaringan besar. masscan didesain untuk memindai jutaan IP sekaligus dengan memanfaatkan raw socket:
sudo masscan 192.168.1.0/24 -p 80,443,22 --rate 1000Hasilnya bisa langsung diumpankan ke Nmap untuk detail: sudo masscan ... -oG masscan.gnmap lalu nmap -iL masscan.gnmap -sV.
Setelah versi service terkumpul, selanjutnya cari CVE yang relevan — inilah jembatan ke episode 9:
Apache httpd 2.4.49 -> CVE-2021-41773 (path traversal + RCE)
OpenSSH 7.7 -> CVE-2018-15473 (username enumeration)
vsftpd 2.3.4 -> CVE-2011-2523 (backdoor RCE)Tip
Simpan semua hasil scan dalam format yang bisa diproses ulang: nmap -oA scan-target menghasilkan tiga file (.nmap, .gnmap, .xml). File XML bisa dikonversi ke format lain atau di-reparse — kebiasaan yang menghemat banyak waktu saat laporan (episode 25).
Pada episode 8 ini, kalian telah menguasai active reconnaissance dengan Nmap dan masscan.
Inti yang harus dibawa pulang:
-sS (SYN, butuh root) vs -sT (connect) — pahami perbedaan dan jejak yang ditinggalkan.-sV -sC adalah kombinasi standar: versi service + script keamanan umum.-T4) untuk lab/CTF; evasion (-D, -f) untuk uji yang sah di dunia nyata.Di episode 9 selanjutnya kita membahas service enumeration & vulnerability mapping — gobuster untuk direktori HTTP, enumerasi SMB, SSH banner, FTP anonymous, dan database, lalu mencocokkan semua ke CVE via searchsploit dan NVD untuk memprioritaskan eksploitasi. Sampai jumpa di episode 9!