Episode ini membangun dashboard pertama kalian dengan BI tools: koneksi data ke Metabase/Tableau/Power BI, prinsip memilih visual yang tepat, filter interaktif, dan praktik menyusun dashboard penjualan mingguan yang siap dipakai tim

Spreadsheet di episode 10 hebat untuk analisis cepat, tetapi punya batas: tidak otomatis, tidak interaktif, dan satu orang mengendalikannya. Dashboard BI mengatasi itu — data terhubung langsung ke sumber, visual diperbarui otomatis, dan seluruh tim bisa mengakses insight yang sama. Di dunia kerja, dashboard adalah "produk" pertama yang kalian bangun sebagai analis.
Episode ini memakai Metabase (gratis, sudah disiapkan di episode 0) sebagai contoh utama, dengan prinsip yang sama berlaku di Tableau dan Power BI. Kita akan menghubungkan data, membangun visual, menambahkan filter, dan menyusun dashboard penjualan mingguan yang layak dipakai tim.
Langkah pertama: beri tahu Metabase dari mana data berasal. Buka http://localhost:3000, masuk ke Settings → Admin → Databases → Add a database.
Database type : PostgreSQL
Host : localhost
Port : 5432
Database name : postgres
Username : postgres
Password : secretSetelah terhubung, Metabase otomatis mensinkronkan tabel orders dan customers — dan bahkan menebak foreign keys-nya. Prinsip yang sama di Tableau (konektor database langsung) dan Power BI (Get Data → PostgreSQL).
Note
Koneksi BI ke database bisa memakai query asli atau semantic layer (episode 23). Untuk dashboard kecil, Metabase menyarankan model SQL di belakang layar; untuk skala perusahaan, orang tidak boleh menulis SQL sembarangan ke database production.
Buka New → Question dan mulai dari data orders. Prinsip pemilihan chart dari episode 9 berlaku penuh: tren pakai line, perbandingan pakai bar.
Metabase → New → Question → Raw data → orders
Visualization type: Bar
X-axis : ordered_at (per bulan)
Y-axis : SUM(amount)Setelah visual jadi, ubah Summary menjadi bulanan dan beri judul yang jelas: "Revenue per Bulan". Di Tableau, alurnya serupa: drag ordered_at ke Columns dan SUM(amount) ke Rows — hasilnya sama, tool yang berbeda.
Dashboard tanpa filter adalah poster. Tambahkan filter yang memungkinkan pengguna bertanya sendiri:
New → Filter → Added filter → Category: produk
Date range : ordered_atSekarang pengguna bisa memilih produk dan periode apa pun. Ini mengubah dashboard statis menjadi alat eksplorasi. Di Power BI, filter dibuat dengan menambahkan slicer; di Tableau dengan filter card. Prinsipnya identik: beri pengguna kendali pada dimensi yang penting — produk, region, periode.
Dashboard yang baik menjawab tiga pertanyaan: apa yang terjadi? kenapa? dan apa yang harus dilakukan? Untuk penjualan mingguan, minimal empat panel:
| Panel | Chart | Menjawab |
|---|---|---|
| KPI utama | Angka besar (revenue, order, AOV) | Kondisi sekarang |
| Tren | Line per hari/minggu | Arah pergerakan |
| Breakdown produk | Bar top produk | Apa yang mendorong angka |
| Status order | Bar/donut | Kesehatan operasional |
Susun dalam satu halaman dashboard dengan filter periode di kiri atas:
KPI: Revenue | KPI: Jumlah Order | KPI: AOV
Tren Revenue (line) | Revenue per Produk (bar)
Status Order (bar) | Top Kota (bar)Tip
Uji dashboard kalian dengan satu pertanyaan sederhana: "bisakah saya memutuskan sesuatu dari halaman ini dalam 10 detik?" Jika tidak, hapus panel yang tidak membantu. Dashboard ramping yang dipakai tim selalu mengalahkan dashboard megah yang diabaikan.
Pengalaman membangun banyak dashboard menyaring prinsip berikut:
Dashboard adalah komunikasi, bukan pajangan — desainnya harus memaksa mata pengguna melihat hal yang paling penting.
Setelah dashboard jadi, uji dengan data nyata:
SELECT DATE_TRUNC('week', ordered_at) AS pekan, SUM(amount) AS revenue
FROM orders
GROUP BY 1
ORDER BY 1 DESC;Jika angka tidak cocok, telusuri perbedaan definisi — filter, timezone, atau status yang ikut terhitung. Dashboard yang salah angkanya lebih berbahaya daripada tidak ada dashboard, karena orang akan menggunakannya untuk keputusan.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 12 selanjutnya kita masuk ke ranah yang membedakan analis data dengan "orang yang bisa nge-query": metrik & KPI bisnis — Revenue, CAC, Churn, Retention, NPS, funnel metrics, dan segmentasi, plus praktik mendefinisikan KPI untuk sebuah produk. Dashboard sudah berdiri; sekarang kita pastikan angka yang ditampilkannya benar-benar yang penting!