Episode ini membahas bahasa angka bisnis: metrik dan KPI inti seperti Revenue, CAC, Churn, Retention, dan NPS, funnel metrics, serta segmentasi. Kalian akan belajar mendefinisikan KPI yang tepat untuk sebuah produk dan memisahkan metrik vanitas dari metrik yang benar-benar menentukan aksi

Sejauh ini kalian sudah bisa menarik data, membersihkannya, menganalisis, dan memvisualisasikan. Tapi ada pertanyaan yang lebih mendasar: metrik apa yang benar-benar penting untuk bisnis? Inilah yang membedakan analis data dari "orang yang bisa nge-query". Analis profesional tahu bahwa tidak semua angka berharga — dan bahwa metrik yang salah bisa menyesatkan seluruh perusahaan.
Episode ini membangun kosakata metrik yang akan kalian pakai sepanjang karir: metrik pertumbuhan, metrik biaya, metrik retensi, metrik loyalitas, dan funnel metrics — plus seni segmentasi dan kerangka memilih KPI yang tepat untuk produk tertentu.
Revenue (MRR/ARR) adalah metrik paling mendasar. Untuk bisnis berlangganan, kita memakai turunannya:
| Metrik | Definisi | Arti |
|---|---|---|
| MRR | Monthly Recurring Revenue | Pendapatan bulanan dari langganan |
| ARR | MRR × 12 | Pendapatan tahunan berulang |
| NRr | Net Revenue Retention | Pertumbuhan revenue dari pelanggan existing |
| AOV | Average Order Value | Rata-rata nilai per order |
SELECT
DATE_TRUNC('month', ordered_at) AS bulan,
SUM(amount) AS revenue,
COUNT(*) AS jumlah_order,
ROUND(SUM(amount) / COUNT(*), 2) AS aov
FROM orders
WHERE status = 'completed'
GROUP BY 1
ORDER BY 1;Kuncinya bukan menghitungnya, tetapi membaca trennya: AOV yang turun bisa berarti diskon, perubahan produk, atau customer mix yang bergeser — masing-masing butuh aksi berbeda.
CAC (Customer Acquisition Cost) = total biaya marketing & sales dibagi jumlah customer baru dalam periode itu.
CAC = Total biaya akuisisi (marketing + sales) / Jumlah customer baruCAC tidak bisa dihitung hanya dari tabel transaksi — ia butuh data pengeluaran. Contoh perhitungan sederhana:
Biaya iklan bulan ini : Rp 40.000.000
Customer baru bulan ini : 800
CAC : Rp 50.000CAC harus dibaca bersama dengan LTV (Lifetime Value) — topik episode 14. Aturan praktis industri: LTV harus 3x lipat CAC agar unit economics sehat. CAC tanpa LTV adalah angka yang menakutkan tanpa konteks.
WITH bulan_ini AS (
SELECT COUNT(DISTINCT customer_id) AS aktif FROM orders
WHERE ordered_at >= DATE_TRUNC('month', NOW())
),
bulan_lalu AS (
SELECT COUNT(DISTINCT customer_id) AS aktif FROM orders
WHERE ordered_at >= DATE_TRUNC('month', NOW()) - INTERVAL '1 month'
AND ordered_at < DATE_TRUNC('month', NOW())
)
SELECT bulan_lalu.aktif - bulan_ini.aktif AS pelanggan_hilang,
ROUND((bulan_lalu.aktif - bulan_ini.aktif)::numeric / bulan_lalu.aktif * 100, 2) AS churn_persen
FROM bulan_lalu, bulan_ini;Satu peringatan penting: definisi "aktif" sangat menentukan angka churn. Pelanggan "hilang" jika tidak order sebulan? Atau 90 hari? Definisikan, dokumentasikan, dan gunakan konsisten — kalau tidak, dua departemen akan melaporkan churn yang berbeda untuk bisnis yang sama.
NPS (Net Promoter Score) mengukur loyalitas lewat satu pertanyaan: "Seberapa besar kemungkinan kalian merekomendasikan kami, skala 0-10?"
Promoter (9-10) - Detractor (0-6)
NPS = (Proporsi Promoter - Proporsi Detractor) × 100NPS berkisar -100 sampai +100; di atas 50 dianggap bagus untuk kebanyakan industri. NPS adalah metrik indikator awal (leading indicator) — ia memprediksi churn sebelum churn terjadi, meskipun sulit ditelusuri ke penyebab spesifik.
Funnel memetakan tahapan perjalanan customer, dan metrik kuncinya adalah conversion rate di tiap tahap:
Pengunjung → Sign-up → First order → Repeat order
100% 20% 10% 5%SELECT stage, COUNT(DISTINCT user_id) AS users
FROM user_events
WHERE event IN ('visit', 'signup', 'first_order', 'second_order')
GROUP BY stage;Episode 15 akan membedah funnel dan drop-off secara mendalam. Untuk episode ini, yang penting dipahami: setiap tahap funnel adalah metrik sendiri, dan angka agregat selalu menyembunyikan bottleneck.
Rata-rata menyembunyikan segmen. Revenue rata-rata "normal" bisa terdiri dari 20% power users yang membayar 80% revenue. Karena itu analis selalu memecah metrik per segmen:
| Dimensi segmentasi | Contoh |
|---|---|
| Demografi | Kota, usia, industri |
| Perilaku | Heavy vs light user, kanal akuisisi |
| Nilai | High/Low LTV, tier langganan |
| Waktu | Cohort bulan join |
SELECT city, COUNT(DISTINCT customer_id) AS customers, SUM(amount) AS revenue
FROM orders o
JOIN customers c ON c.id = o.customer_id
WHERE status = 'completed'
GROUP BY city
ORDER BY revenue DESC;Ambil studi kasus: aplikasi food delivery yang ingin tumbuh bulan ini. Tujuannya: meningkatkan repeat order. KPI utama:
| Level | KPI | Definisi |
|---|---|---|
| North Star | Repeat order rate | Proporsi customer yang order lagi dalam 30 hari |
| Pendukung | Weekly order / customer | Frekuensi order per pengguna |
| Input | Order completion rate | Persentase checkout selesai |
| Guardrail | CAC, margin | Jangan sampai pertumbuhan mengorbankan kesehatan |
Perhatikan kerangkanya: KPI utama didukung KPI input (yang bisa dieksekusi) dan KPI guardrail (yang mengingatkan batas). Dashboard di episode 11 harus memakai kerangka seperti ini — bukan menampilkan semua metrik sekaligus.
Important
Hati-hati dengan metrik vanitas: angka yang tampak mengesankan tetapi tidak mendorong keputusan (misal "total pengguna terdaftar"). Sebagai analis, tugas kalian menantang metrik vanitas dan mengarahkan pembicaraan ke metrik yang terhubung ke tujuan — persis prinsip KPI di episode 2.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 13 selanjutnya kita mengubah angka menjadi cerita: Reporting & Storytelling Data — struktur insight (context, data, insight, action), prinsip komunikasi data, dan latihan menyampaikan temuan ke stakeholder. Metrik sudah jelas; sekarang kita pastikan orang mendengarnya dan bertindak!