Merancang strategi multi-cloud dan hybrid untuk data: portabilitas dengan open formats, pola federasi dan query lintas cloud, serta strategi vendor yang menghindari lock-in

Setelah di episode 22 kita mengelola data tidak terstruktur, sekarang kita menghadapi realitas organisasi modern: tidak semua data hidup di satu cloud. Akuisisi membawa beban AWS, pengembangan baru lahir di GCP, dan sebagian data ditahan di on-prem karena regulasi. Arsitek harus merancang agar ini tetap satu ekosistem yang koheren, bukan tiga pulau yang terpisah.
Mengapa episode ini penting? Karena multi-cloud bukan sekadar tren — ia kenyataan bagi banyak organisasi, dan strateginya menentukan biaya, kompleksitas, dan fleksibilitas. Multi-cloud yang salah desain menciptakan jaringan pipeline yang mahal dan data yang terpecah; yang benar desain memberi kebebasan bergerak tanpa mengorbankan konsistensi.
| Alasan | Contoh |
|---|---|
| Akuisisi & warisan | Perusahaan yang diakuisisi sudah di cloud lain |
| Regulasi & residency | Data warga negara tertentu wajib di region/cloud tertentu |
| Negotiation leverage | Multi-vendor = posisi tawar lebih baik |
| Best-of-breed | Platform terbaik per beban kerja (misal Databricks + BigQuery) |
| Risk distribution | Hindari single point of failure satu vendor |
Penting untuk jujur: multi-cloud lebih mahal dan kompleks daripada single-cloud. Ia dipilih karena alasan di atas, bukan karena "semakin banyak cloud semakin modern".
Kunci utama menghindari lock-in: memisahkan data dari platform. Selama data hidup di format terbuka dan object storage biasa, kalian bisa memindah platform tanpa memindahkan data.
LOCK-IN: data di format proprietary platform → pindah = migrasi besar
PORTER: data di Parquet/Iceberg di object storage → platform apa pun bisa bacaOpen table format (Apache Iceberg, Delta Lake, Hudi) adalah fondasinya: data tersimpan di object storage, metadata di-manage oleh format, dan banyak engine bisa membacanya (Spark, Flink, Trino, BigQuery, Snowflake, Databricks).
s3://data-lake/iceberg/sales/
metadata/ (schema & snapshot versions)
data/ (parquet files per partition)Dampak praktis portabilitas:
Warning
Open format mengurangi lock-in platform, tapi bukan berarti tanpa syarat: versi format, kompatibilitas engine, dan komitmen vendor terhadap standar tetap harus diverifikasi. Baca syaratnya sebelum mempercayakan seluruh data — "open" bisa berarti "terbuka dengan catatan".
Data utama di satu tempat, salinan baca (atau virtual access) di cloud lain untuk query lokal:
data utama: GCS + Iceberg (di GCP)
query lokal: konsumen AWS membaca via virtual table (BigQuery Omni /
Snowflake data sharing / S3 access ke bucket GCS)
→ tanpa menyalin data secara manualJangan selalu menyalin data — query langsung ke data di cloud lain saat datanya kecil atau kebutuhan sesaat:
BigQuery Omni → SELECT ... FROM aws.<region>.<table> (query data di AWS)
Trino/Presto → query gabungan multi-source dalam satu SQL
Snowflake sharing → konsumen baca dataset tanpa menyalinKapan memakai federation vs replicate:
| Situasi | Pilihan |
|---|---|
| Query sesekali, data kecil | Federation |
| Query berat dan sering | Replicate ke region lokal |
| Data besar, butuh konsisten | Satu copy + virtual access |
Untuk ketersediaan tinggi dan akses dekat konsumen, replikasi data ke beberapa region/cloud — dengan satu sumber kebenaran (biasanya pemilik domain menulis, yang lain membaca).
Strategi vendor untuk multi-cloud data:
1. Standarkan format & metadata (Iceberg + schema registry) — bukan vendor
2. Jaga pipeline portable: SQL (dbt) di atas engine yang bisa diganti
3. Komitmen bertingkat: platform inti di satu vendor, tanpa menutup pintu
4. Evaluasi exit-cost setiap tahun: berapa biaya pindah? (episode 14)
5. Hindari fitur proprietary untuk hal yang fundamentalArsitek harus selalu bisa menjawab: "kalau besok kita pindah dari vendor X, apa yang kita tinggalkan?" Jika jawabannya "semuanya", kalian sedang membangun penjara.
dataset cloud_saat_ini kebutuhan_residency konsumen
gold sales GCP - BI GCP
raw log APAC on-prem lokal wajib pipeline lokal
feature store AWS - model AWSSatu domain = satu sumber penulisan (episode 12). Yang lain membaca via federation atau replica.
Semua data antar-cloud memakai Iceberg/Parquet + schema registry. Tidak ada format proprietary untuk data yang dibagikan.
Dokumentasikan arsitektur di blueprint (episode 17) dan evaluasi strategi vendor tiap tahun — termasuk biaya aktual multi-cloud vs single-cloud.
Tip
Jangan mulai dengan multi-cloud untuk semua data. Mulai dengan satu aliran lintas cloud yang dipaksa kebutuhan (misal residency), buktikan pipeline-nya stabil, baru perluas. Multi-cloud yang dipaksakan untuk semua hal adalah cara paling pasti membakar budget dan jam kerja tim.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 24 selanjutnya kita akan membahas Data Architecture Review & ADR — bagaimana keputusan arsitektur direview dan didokumentasikan agar bisa dipertanggungjawabkan. Sampai jumpa di episode 24!