Menjalankan proses review arsitektur dan mendokumentasikan keputusan dengan Architecture Decision Records (ADR): alur review, struktur ADR yang baik, dan praktik governance proses arsitektur

Setelah di episode 23 kita merancang multi-cloud, sekarang kita membahas aspek yang membedakan arsitek senior dari sekadar orang yang "suka bikin diagram": proses dan dokumentasi. Keputusan arsitektur dibuat di tengah tekanan — tenggat, politk antar tim, dan vendor yang ramah. Tanpa proses review dan dokumentasi, keputusan yang sama akan diulang dan diperdebatkan berkali-kali.
Mengapa episode ini penting? Karena keputusan arsitektur adalah investasi jangka panjang: ia memengaruhi banyak tim selama bertahun-tahun, tapi sering dibuat dalam meeting satu jam tanpa jejak. ADR dan proses review mengubah keputusan dari "kata siapa yang terkeras" menjadi "keputusan yang bisa dijelaskan, dipertanyakan, dan diubah dengan sengaja".
Review bukan birokrasi — ia jaring pengaman untuk keputusan yang berdampak luas. Nilainya:
ADR adalah dokumen singkat yang mencatat satu keputusan arsitektur beserta konteks dan alasannya. Format yang paling dipakai adalah adaptasi dari Michael Nygard:
# ADR-014: Memilih Lakehouse (Iceberg) sebagai Platform Data Utama
## Status
Diterima (2026-05-20)
## Konteks
Organisasi menanggung dua sistem (warehouse legacy + lake untuk ML)
yang datanya tidak pernah konsisten. Biaya pemeliharaan naik 30% per tahun.
## Keputusan
Mengadopsi lakehouse dengan Apache Iceberg sebagai single source of truth.
Data tersimpan di object storage; engine transformasi boleh berganti.
## Konsekuensi
Positif: satu sumber data untuk BI dan AI; portabilitas format; biaya storage turun.
Negatif: skill baru untuk tim; tooling lakehouse masih bertumbuh;
tata kelola akses harus dibangun dari awal.
## Alternatif yang Dipertimbangkan
- Dua sistem terpisah (status quo): mahal, tidak konsisten.
- Warehouse saja: tidak melayani data tidak terstruktur & ML.
- Data lake murni: kualitas dan query BI tidak terjaga.Struktur inti ADR: Konteks (mengapa perlu keputusan) → Keputusan (apa yang diputuskan) → Konsekuensi (positif & negatif) → Alternatif (apa yang tidak dipilih dan kenapa).
Note
Kualitas ADR diukur dari kemampuannya menjawab pertanyaan 6 bulan kemudian: "kenapa kita pakai ini?" Jika jawabannya hanya bisa datang dari orang yang hadir di meeting, ADR-nya gagal. Tulis seolah-olah pembacanya adalah arsitek baru yang tidak ada di konteks tersebut.
Tidak semua keputusan butuh ADR — hanya keputusan yang sulit dibalik atau berdampak luas:
| Keputusan | Perlu ADR? |
|---|---|
| Pilih platform data utama | ✔ Ya |
| Pilih antara batch vs streaming untuk pipeline baru | ✔ Ya |
| Ganti nama satu tabel | ✘ Tidak (standar penamaan sudah cukup) |
| Ubah definisi metrik revenue | ✔ Ya (memengaruhi banyak konsumen) |
| Tambah satu kolom di model | ✘ Tidak |
| Perkenalkan pola baru (misal Data Vault) | ✔ Ya |
Aturan praktis: kalau keputusan memengaruhi banyak tim atau sulit dibalik, tulis ADR.
docs/adr/) dan di-review seperti kode.docs/adr/
adr-001-lakehouse-platform.md
adr-002-data-vault-raw-layer.md
adr-014-semantic-layer.md
...Nomor berurutan, judul deskriptif, satu keputusan per file.
Untuk keputusan lintas domain: arsitek data + owner domain terdampak + (jika menyangkut keamanan/biaya) stakeholder terkait. Untuk keputusan kecil: cukup arsitek.
- [ ] Konsisten dengan blueprint & prinsip (episode 2, 17)?
- [ ] Dampak ke BI/AI/API yang ada sudah dipetakan (lineage)?
- [ ] Biaya & TCO sudah dihitung (episode 14)?
- [ ] Security & compliance sudah dievaluasi (episode 10, 19)?
- [ ] Opsi alternatif dipertimbangkan dan dicatat?
- [ ] Keputusan bisa dibalik? Kalau tidak, risiko ditanggung siapa?Setahun sekali, review ADR yang sudah dibuat: apakah keputusan masih berlaku? Ada yang perlu dideprekasi (konteks berubah) dan diganti ADR baru. Arsitektur yang hidup adalah arsitektur yang keputusannya berkala ditinjau ulang.
Tip
Mulai menulis ADR retroaktif untuk 3 keputusan besar yang sudah dibuat tim kalian dalam 6 bulan terakhir — pilih platform, pilih pipeline, pilih definisi metrik. Sekalipun sudah terlambat, proses menuliskannya akan menyingkap asumsi yang selama ini tidak diucapkan — dan itu langkah pertama review yang jujur.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 25 selanjutnya kita akan membahas Business & Value Architecture — bagaimana menghubungkan keputusan arsitektur dengan nilai bisnis, TCO, dan strategi organisasi. Sampai jumpa di episode 25!