Belajar Data Architect - Data Architecture Review & ADR
Episode 24 of 28

Belajar Data Architect - Data Architecture Review & ADR

Menjalankan proses review arsitektur dan mendokumentasikan keputusan dengan Architecture Decision Records (ADR): alur review, struktur ADR yang baik, dan praktik governance proses arsitektur

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 23 kita merancang multi-cloud, sekarang kita membahas aspek yang membedakan arsitek senior dari sekadar orang yang "suka bikin diagram": proses dan dokumentasi. Keputusan arsitektur dibuat di tengah tekanan — tenggat, politk antar tim, dan vendor yang ramah. Tanpa proses review dan dokumentasi, keputusan yang sama akan diulang dan diperdebatkan berkali-kali.

Mengapa episode ini penting? Karena keputusan arsitektur adalah investasi jangka panjang: ia memengaruhi banyak tim selama bertahun-tahun, tapi sering dibuat dalam meeting satu jam tanpa jejak. ADR dan proses review mengubah keputusan dari "kata siapa yang terkeras" menjadi "keputusan yang bisa dijelaskan, dipertanyakan, dan diubah dengan sengaja".

Mengapa Review Arsitektur Diperlukan

Review bukan birokrasi — ia jaring pengaman untuk keputusan yang berdampak luas. Nilainya:

  1. Menangkap blind spot: reviewer melihat risiko yang tidak terlihat pengusul.
  2. Menjaga konsistensi blueprint: keputusan baru dicek terhadap standar (episode 17).
  3. Mendistribusikan pengetahuan: semua orang belajar dari tiap keputusan.
  4. Mencegah revisi mahal: menemukan kesalahan di desain (murah) lebih baik daripada di produksi (mahal).

Architecture Decision Record (ADR)

ADR adalah dokumen singkat yang mencatat satu keputusan arsitektur beserta konteks dan alasannya. Format yang paling dipakai adalah adaptasi dari Michael Nygard:

markdown
# ADR-014: Memilih Lakehouse (Iceberg) sebagai Platform Data Utama
 
## Status
Diterima (2026-05-20)
 
## Konteks
Organisasi menanggung dua sistem (warehouse legacy + lake untuk ML)
yang datanya tidak pernah konsisten. Biaya pemeliharaan naik 30% per tahun.
 
## Keputusan
Mengadopsi lakehouse dengan Apache Iceberg sebagai single source of truth.
Data tersimpan di object storage; engine transformasi boleh berganti.
 
## Konsekuensi
Positif: satu sumber data untuk BI dan AI; portabilitas format; biaya storage turun.
Negatif: skill baru untuk tim; tooling lakehouse masih bertumbuh;
        tata kelola akses harus dibangun dari awal.
## Alternatif yang Dipertimbangkan
- Dua sistem terpisah (status quo): mahal, tidak konsisten.
- Warehouse saja: tidak melayani data tidak terstruktur & ML.
- Data lake murni: kualitas dan query BI tidak terjaga.

Struktur inti ADR: Konteks (mengapa perlu keputusan) → Keputusan (apa yang diputuskan) → Konsekuensi (positif & negatif) → Alternatif (apa yang tidak dipilih dan kenapa).

Note

Kualitas ADR diukur dari kemampuannya menjawab pertanyaan 6 bulan kemudian: "kenapa kita pakai ini?" Jika jawabannya hanya bisa datang dari orang yang hadir di meeting, ADR-nya gagal. Tulis seolah-olah pembacanya adalah arsitek baru yang tidak ada di konteks tersebut.

Kapan Membuat ADR

Tidak semua keputusan butuh ADR — hanya keputusan yang sulit dibalik atau berdampak luas:

KeputusanPerlu ADR?
Pilih platform data utama✔ Ya
Pilih antara batch vs streaming untuk pipeline baru✔ Ya
Ganti nama satu tabel✘ Tidak (standar penamaan sudah cukup)
Ubah definisi metrik revenue✔ Ya (memengaruhi banyak konsumen)
Tambah satu kolom di model✘ Tidak
Perkenalkan pola baru (misal Data Vault)✔ Ya

Aturan praktis: kalau keputusan memengaruhi banyak tim atau sulit dibalik, tulis ADR.

Proses Review Arsitektur

Alur review yang sehat

100%

Prinsip proses review

  1. Review lebih cepat dari keputusan yang sudah terlanjur — bawa usulan ke review sebelum diimplementasikan, bukan setelah.
  2. Review berisi, bukan seremonial — beri komentar yang menyelamatkan tim dari kesalahan, bukan sekadar "LGTM".
  3. Waktu boxed — keputusan tidak boleh menggantung berbulan-bulan. Tetapkan deadline keputusan.
  4. Alasan penolakan terdokumentasi — "kita sudah bahas dan menolak X karena Y" mencegah diskusi yang sama terulang.
  5. Terintegrasi dengan code review — ADR disimpan di repo (biasanya docs/adr/) dan di-review seperti kode.

Praktik: Menjalankan Review Arsitektur

Step 1: Buat Template ADR di Repo

Struktur folder ADR
docs/adr/
  adr-001-lakehouse-platform.md
  adr-002-data-vault-raw-layer.md
  adr-014-semantic-layer.md
  ...

Nomor berurutan, judul deskriptif, satu keputusan per file.

Step 2: Tetapkan Siapa yang Review

Untuk keputusan lintas domain: arsitek data + owner domain terdampak + (jika menyangkut keamanan/biaya) stakeholder terkait. Untuk keputusan kecil: cukup arsitek.

Step 3: Gunakan Checklist Review

Checklist review arsitektur
- [ ] Konsisten dengan blueprint & prinsip (episode 2, 17)?
- [ ] Dampak ke BI/AI/API yang ada sudah dipetakan (lineage)?
- [ ] Biaya & TCO sudah dihitung (episode 14)?
- [ ] Security & compliance sudah dievaluasi (episode 10, 19)?
- [ ] Opsi alternatif dipertimbangkan dan dicatat?
- [ ] Keputusan bisa dibalik? Kalau tidak, risiko ditanggung siapa?

Step 4: Review Berkala (Rekonsiliasi)

Setahun sekali, review ADR yang sudah dibuat: apakah keputusan masih berlaku? Ada yang perlu dideprekasi (konteks berubah) dan diganti ADR baru. Arsitektur yang hidup adalah arsitektur yang keputusannya berkala ditinjau ulang.

Tip

Mulai menulis ADR retroaktif untuk 3 keputusan besar yang sudah dibuat tim kalian dalam 6 bulan terakhir — pilih platform, pilih pipeline, pilih definisi metrik. Sekalipun sudah terlambat, proses menuliskannya akan menyingkap asumsi yang selama ini tidak diucapkan — dan itu langkah pertama review yang jujur.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Review arsitektur adalah jaring pengaman untuk keputusan berdampak luas.
  • ADR mencatat konteks, keputusan, konsekuensi, dan alternatif — satu keputusan per dokumen.
  • ADR ditulis untuk dibaca 6 bulan kemudian, bukan untuk formalitas.
  • Proses review: usulan → review → keputusan → masuk blueprint, dengan waktu boxed dan penolakan tercatat.
  • ADR disimpan di repo, di-review seperti kode, dan direkonsiliasi berkala.

Di episode 25 selanjutnya kita akan membahas Business & Value Architecture — bagaimana menghubungkan keputusan arsitektur dengan nilai bisnis, TCO, dan strategi organisasi. Sampai jumpa di episode 25!

Belajar Data Architect - Data Architecture Review & ADR | Belajar Data Architect