Memahami mengapa topologi spine-leaf menggantikan three-tier di data center modern, menghitung oversubscription ratio, membangun BGP underlay dengan konfigurasi FRR nyata, memaknai EVPN-VXLAN overlay, serta merancang redundancy dual-ToR dan jaringan management out-of-band yang menyelamatkan saat produksi tumbang

Setelah di episode 5 kita menyelesaikan pekerjaan fisik rack dan cabling, sekarang kabel-kabel itu kita hidupkan: networking infrastruktur data center. Jaringan adalah saraf pusat DC — dan desainnya berbeda fundamental dari jaringan kantor. Traffic di DC mengalir east-west (server ke server) jauh lebih besar daripada north-south (ke internet): database berbicara dengan aplikasi, node storage mereplikasi ke peer-nya, hypervisor memigrasikan VM.
Topologi lama three-tier (access-aggregation-core) tidak dirancang untuk pola itu. Di episode ini kita bedah penggantinya — spine-leaf — lengkap dengan underlay/overlay, redundancy, dan OOB management.
Masalah three-tier untuk traffic east-west: dua server di rack berbeda harus naik-turun hierarki melewati aggregation, menciptakan hop variabel dan bottleneck di link atasnya. Spine-leaf memecahnya:
Properti yang membuatnya unggul:
Rasio antara kapasitas downlink total vs uplink total:
Leaf: 48 port 10G downlink + 8 port 100G uplink
Downlink total = 480 Gbps ; Uplink total = 800 Gbps
Ratio = 480 / 800 = 0.6x → non-blocking (tidak oversubscribed)
Contoh oversubscribed: 48 x 10G vs 4 x 10G = 4.8 : 1Kluster virtualisasi dan storage umumnya didesain mendekati non-blocking (1:1); tier aplikasi web bisa mentolerir 3:1-4:1. Angka ini wajib tertulis di dokumen desain network kalian.
Fabric modern dibangun di atas dua lapisan: underlay (routing IP murni antar leaf-spine) dan overlay (jaringan virtual di atasnya). Underlay standar de facto adalah eBGP — sederhana, self-healing, tanpa spanning-tree. Berikut konfigurasi FRR pada sebuah leaf (file /etc/frr/frr.conf):
frr version 10.0
frr defaults traditional
hostname leaf01
service integrated-vtysh-config
!
router bgp 65011
bgp router-id 10.255.0.11
no bgp ebgp-requires-policy
bgp bestpath as-path multipath-relax
neighbor FABRIC peer-group
neighbor FABRIC remote-as external
neighbor swp49 interface peer-group FABRIC
neighbor swp50 interface peer-group FABRIC
!
address-family ipv4 unicast
network 10.0.11.0/24
neighbor FABRIC activate
exit-address-family
!
line vtyYang perlu dipahami, baris demi baris konsepnya:
bgp 65011 — ASN unik per leaf (spine pakai 65001/65002); eBGP antar ASN otomatis membentuk routing fabric.remote-as external + interface peer-group — unnumbered interfaces; tak perlu IP per-link, tetangga ditemukan otomatis.multipath-relax — izinkan ECMP lintas path agar semua uplink terpakai.network 10.0.11.0/24 — subnet VLAN server rack ini diumumkan ke fabric.Di spine, polanya identik: ASN beda, tanpa network statement — spine murni transit. Verifikasi di lab FRR/container kalian:
vtysh -c "show bgp ipv4 unicast summary"
vtysh -c "show bgp ipv4 unicast"Semua tetangga Established dan prefix server terlihat dari kedua spine = underlay sehat.
Kebutuhan klasik DC: VLAN/subnet yang membentang antar rack (VM pindah rack tanpa ganti IP). Solusi lama (stretch L2 via trunk + STP) rapuh. Solusi modern: VXLAN membungkus frame L2 dalam UDP, dan EVPN (BGP address family) mendistribusikan informasi MAC/IP — routing di dalam, switching semu di atas.
Konsekuensi praktis bagi engineer DC:
Note
Untuk lab belajar, kuasai underlay BGP dulu sampai lancar membaca outputnya. Overlay EVPN akan jauh lebih mudah dipahami ketika kalian sudah nyaman dengan underlay — urutan ini bukan kebetulan.
Redundansi fabric belum lengkap tanpa redundansi akses. Standar rak kritikal: dual-ToR — dua switch independen per rack, server terhubung ke keduanya via LACP bonding:
nmcli con add type bond con-name bond0 ifname bond0 \
bond.options "mode=802.3ad,miimon=100,lacp_rate=fast"
nmcli con add type ethernet slave-type bond con-name bond0-e1 \
ifname enp1s0 master bond0
nmcli con add type ethernet slave-type bond con-name bond0-e2 \
ifname enp2s0 master bond0
nmcli con up bond0Dua ToR harus saling sinkron state (MLAG/mCLAG/ESI-LAG) agar terlihat sebagai satu logical switch oleh server. Verifikasi fisik link-nya:
ip -br link | grep -E "bond|enp"
ethtool enp1s0 | grep -E "Speed|Link"
lldpctl | grep -A3 "Interface:"Output lldpctl memberi tahu persis switch/port mana tempat kabel itu tertancap — padanan digital label kabel dari episode 5.
Terakhir, prinsip yang sering baru disadari saat bencana: out-of-band management network. Ini jaringan fisik terpisah (switch mgmt terpisah, bahkan path daya sendiri) yang hanya mengangkut traffic BMC/iDRAC/iLO dan console switch. Saat fabric produksi mati total, OOB adalah satu-satunya pintu masuk kalian.
Aturan mainnya:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 7 selanjutnya kita beralih ke data itu sendiri: storage & SAN — perbedaan DAS/NAS/SAN, anatomi fiber channel (HBA, zoning, WWPN), iSCSI dan NVMe-oF sebagai alternatif, serta praktik multipath yang membuat jalur storage kalian benar-benar redundant. Sampai jumpa di episode 7!