Membedah tiga arsitektur storage DAS, NAS dan SAN, anatomi fiber channel dari HBA, FC switch, WWPN, zoning hingga LUN masking, membandingkan iSCSI dan NVMe-oF, serta praktik nyata konfigurasi multipath Linux yang membuat jalur penyimpanan kalian benar-benar redundant tanpa single point failure

Setelah di episode 6 kita membangun jaringan fabric spine-leaf, episode ini membahas penghuni paling berharga di data center: data itu sendiri — dan cara ia tersimpan. Server bisa reboot dalam menit; kehilangan array storage adalah insiden bertingkat nasional. Karena itu storage punya jaringan sendiri (SAN), protokol sendiri (fiber channel), dan disiplin operasi sendiri.
Kita mulai dari pemetaan arsitektur besar, masuk ke anatomi SAN fiber channel, alternatif blok modern (iSCSI/NVMe-oF), lalu praktik wajib: multipath di Linux — konfigurasi yang membuat dua jalur HBA benar-benar redundant, bukan sekadar dua kabel terpasang.
| Arsitektur | Cara Akses | Protokol Umum | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| DAS (Direct-Attached) | Disk di dalam/bekel server | SATA/SAS | Boot disk, local cache |
| NAS (Network-Attached) | File-level lewat jaringan IP | NFS, SMB | Share file, home dir, backup |
| SAN (Storage Area Network) | Block-level lewat jaringan khusus | FC, iSCSI, NVMe-oF/FCoE | Database, virtualisasi, kluster |
Perbedaan mentalnya: NAS memberi file system siap pakai (/mnt/share); SAN memberi disk mentah (LUN) yang harus diformat oleh server penerima. Database enterprise dan hypervisor cluster menyukai block-level karena latensi rendah dan kontrol penuh atas layout.
FC adalah protokol veteran yang masih menguasai SAN enterprise. Komponen-komponennya:
Zoning ada dua rasa: soft (berbasis WWPN, mengikuti port walau pindah switch-port) dan hard (berbasis nomor port fisik). Praktik industri: zoning berbasis WWPN karena perangkat boleh pindah port tanpa ubah zona.
Contoh sesi zoning Brocade (perintah CLI asli):
aliascreate srv01_hba1 "50:01:43:80:24:1e:a1:c2"
zonecreate zone_srv01_arrayA "srv01_hba1; arrA_p0; arrA_p1"
cfgcreate cfg_prod "zone_srv01_arrayA"
cfgenableAlur bacanya: alias menamai WWPN → zone menggabungkan initiator + target → config membungkus semua zone → enable mengaktifkan. Setelah ini baru di array kita lakukan masking LUN ke host tersebut. Disiplin dua lapis (fabric + array) inilah yang mencegah server A membaca data server B.
Tidak semua DC mau biaya fabric FC. Alternatif di atas Ethernet biasa:
| Aspek | Fiber Channel | iSCSI | NVMe-oF |
|---|---|---|---|
| Transport | Fabric FC khusus | TCP/IP (10/25G) | RDMA/TCP |
| Latensi | Rendah | Menengah | Terendah |
| Biaya | Tinggi | Rendah | Menengah |
| Zaman | Veteran | Matang | Modern, untuk flash |
iSCSI cukup dengan VLAN terpisah yang di-tune (jumbo frame, flow control), sehingga jadi pilihan lab dan mid-market:
sudo apt install open-iscsi
sudo iscsiadm -m discovery -t sendtargets -p 10.20.20.10:3260
sudo iscsiadm -m node --targetname iqn.2026-01.lab:storage.target01 \
--portal 10.20.20.10:3260 --loginNVMe-oF adalah jawaban era SSD/NVMe: protokol NVMe dipetakan langsung ke jaringan, memangkas overhead SCSI — relevan saat kalian kelak menyusun rak flash all-NVMe.
Dual-HBA tanpa multipath = dua disk palsu yang bengong atau bahkan korupsi data. device-mapper-multipath menyatukan path-path menuju LUN yang sama menjadi satu device. Konfigurasi /etc/multipath.conf tipikal:
defaults {
user_friendly_names yes
find_multipaths yes
path_grouping_policy group_by_prio
path_checker tur
no_path_retry 5
}
blacklist {
devnode "^sd[a-b]$"
}
devices {
device {
vendor "3PARdata"
product "VV"
path_grouping_policy group_by_prio
path_selector "service-time 0"
features "0"
}
}Konsep pentingnya:
group_by_prio — jalur ke controller aktif array dikelompokkan; I/O tersebar dalam grup prioritas tertinggi (ALUA).path_checker tur — cek kesehatan path murah (Test Unit Ready).no_path_retry 5 — antre singkat sebelum gagal, memberi waktu failover selesai.blacklist — disk lokal boot agar tidak ikut diklaim multipath.Setelah service jalan, verifikasi topologi path:
sudo multipath -llOutput sehat terlihat seperti ini:
mpatha (36f01faf000771...) dm-2 3PARdata,VV
size=500G features='0' hwhandler='1 alua' wp=rw
|-+- policy='service-time 0' prio=50 status=active
| |- 1:0:0:1 sdg active ready running
| `- 2:0:0:1 sdk active ready running
`-+- policy='service-time 0' prio=10 status=enabled
|- 1:0:0:2 sdh active fault ready running
`- 2:0:0:2 sdl active fault ready runningDua path active/ready pada grup prioritas 50 (controller aktif), dua lagi standby di grup 10 — persis desain dual-fabric yang kita inginkan.
Important
Uji failover path secara terjadwal: cabut satu kabel HBA di maintenance window, pastikan I/O lanjut tanpa error aplikasi, lalu pasang kembali. Multipath yang belum pernah diuji adalah asumsi, bukan redundansi.
Untuk merasakan sisi target, Linux punya targetcli — cukup untuk lab iSCSI end-to-end:
sudo apt install targetcli-fb
sudo targetcli /backstores/fileio create disk01 /srv/disk01.img 10G
cd /iscsi
create iqn.2026-01.lab:storage.target01
cd iqn.2026-01.lab:storage.target01/tpg1/luns
create /backstores/fileio/disk01
cd ../acls
create iqn.1998-01.com.debian:initiator-srv01
exitPasangkan dengan initiator iSCSI di bagian sebelumnya dan kalian memiliki SAN mini lengkap: target, ACL IQN, discovery, login, lalu multipath jika ditambah portal kedua.
ping -M do -s 8972.Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 8 selanjutnya kita naik ke lapisan yang mengubah rack server menjadi kolam sumber daya lentur: virtualisasi di data center — jenis hypervisor, resource pool, HA, live migration, dan siklus hidup VM dari provisioning sampai decommissioning yang benar. Sampai jumpa di episode 8!