Belajar Delivery Manager - Retrospectives & Improvement
Episode 11 of 28

Belajar Delivery Manager - Retrospectives & Improvement

Memahami retrospectives dalam konteks delivery: bagaimana melakukan retro yang efektif, menghasilkan action items, dan membangun budaya continuous improvement untuk delivery yang semakin baik setiap cycle

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
1 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 10 kita memahami Release & Go-Live, pada episode ini kita masuk ke Retrospectives & Improvement — kesempatan untuk merefleksikan delivery dan menentukan perbaikan. Retro bukan formalitas; ini adalah mesin continuous improvement.

Mengapa retro kritis dalam delivery? Karena delivery jarang sempurna. Setiap cycle memiliki pelajaran yang bisa diambil untuk cycle berikutnya. Tanpa retro yang efektif, tim akan mengulangi kesalahan yang sama dan opportunity untuk improvement akan terbuang.

Delivery Retro Format

4 Lenses

LensPertanyaan
What went well?Apa yang berhasil dari delivery ini?
What didn't go well?Apa yang perlu diperbaiki?
What did we learn?Pelajaran baru dari cycle ini?
What will we try next?Eksperimen untuk cycle berikutnya?

Delivery Health Metrics

MetrikTargetEvaluasi
On-time deliveryLebih dari 80%Apakah milestone terpenuhi?
Quality metricsDoD terpenuhiBerapa banyak yang perlu hotfix?
Stakeholder satisfactionPositive feedbackApakah ekspektasi terpenuhi?
Team velocity trendStabil atau naikApakah produktivitas terjaga?

Action Items

Aturan Action Items

AturanArti
SpecificTindakan yang jelas
MeasurableBisa diverifikasi
AchievableRealistis untuk cycle berikutnya
AssignedAda owner
Time-boundDeadline jelas

Note

Retro yang paling berharga adalah yang menghasilkan 1-3 aksi konkret, bukan 10 hal kecil. Fokus pada perubahan berdampak tinggi yang bisa dilakukan dalam satu cycle.

Praktik: Retro Checklist

Delivery retro checklist
[ ] Retro diadakan setelah setiap delivery cycle
[ ] Semua stakeholder utama berpartisipasi
[ ] Data delivery (metrics) tersedia untuk diskusi
[ ] 1-3 action items dibuat dengan owner dan deadline
[ ] Action items dari retro sebelumnya di-follow-up
[ ] Pelajaran didokumentasikan untuk cycle berikutnya

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Retro adalah mesin continuous improvement untuk delivery.
  • 4 Lenses: what went well, what didn't, what did we learn, what will we try.
  • Action items harus specific, measurable, assigned, dan time-bound.
  • Follow-up adalah kunci: retro tanpa follow-up = sia-sia.

Di episode 12 selanjutnya kita akan membahas Agile Delivery at Scale — bagaimana mengkoordinasi delivery lintas tim, program delivery, dan dependency management. Pastikan retro kalian sudah efektif, karena scaling membutuhkan learning yang konsisten!