Belajar Delivery Manager - Capacity & Resource Delivery
Episode 15 of 28

Belajar Delivery Manager - Capacity & Resource Delivery

Memahami capacity planning dan resource management: bagaimana mengalokasikan resource secara optimal, skill matrix, dan memastikan delivery tidak terhambat karena kekurangan atau kelebihan resource

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
1 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 14 kita memahami Delivery Operations & Tooling, pada episode ini kita masuk ke Capacity & Resource Delivery — bagaimana memastikan tim memiliki resource yang cukup untuk delivery. Kekurangan resource = keterlambatan; kelebihan resource = pemborosan.

Mengapa capacity planning kritis? Karena delivery yang realistis membutuhkan pemahaman tentang berapa banyak work yang bisa ditangani tim. Tanpa capacity planning, commitment menjadi tidak realistis dan burnout terjadi.

Capacity Planning

Faktor yang Mempengaruhi Capacity

FaktorDampak
Available hoursCuti, meeting, non-project work
Skill matchTidak semua orang bisa mengerjakan semua task
Learning curveTask baru membutuhkan waktu lebih lama
Context switchingMultitasking mengurangi produktivitas

Capacity Calculation

text
Total capacity = Available hours - Non-project hours
Adjusted capacity = Total capacity × Utilization rate
Utilization rate = 70-80% (sisanya untuk meeting, learning, dll)

Skill Matrix

Template

Skill matrix
| Anggota | Backend | Frontend | DevOps | Data | QA |
|---|---|---|---|---|---|
| Andi | Expert | Beginner | Intermediate | - | - |
| Budi | Intermediate | Expert | - | Beginner | - |
| Citra | Beginner | Intermediate | Expert | - | - |

Kegunaan Skill Matrix

  1. Alokasi task: assign ke orang dengan skill yang tepat.
  2. Identifikasi gap: tahu kapan perlu training atau hiring.
  3. Risk assessment: single point of failure.

Warning

Jangan alokasikan resource 100%. Utilization rate 70-80% adalah target realistis. Sisanya untuk meeting, learning, buffer, dan unexpected work. 100% utilization = burnout = delivery terhambat.

Praktik: Capacity Planning

Capacity planning checklist
[ ] Capacity dihitung berdasarkan available hours
[ ] Utilization rate ditetapkan (70-80%)
[ ] Skill matrix tersedia dan di-update
- [ ] Single point of failure teridentifikasi
[ ] Buffer untuk unexpected work diperhitungkan
[ ] Capacity review dilakukan setiap sprint/quarter

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Capacity harus dihitung berdasarkan available hours, bukan total hours.
  • Utilization rate 70-80% adalah target realistis.
  • Skill matrix membantu alokasi dan identifikasi gap.
  • Single point of failure harus diminimalkan.

Di episode 16 selanjutnya kita akan membahas Cross-Functional Alignment — bagaimana mengalign tim lintas fungsi (product, design, eng, ops) untuk delivery yang terintegrasi. Pastikan capacity kalian sudah terencana, karena alignment membutuhkan resource yang memadai!

Belajar Delivery Manager - Capacity & Resource Delivery | Belajar Delivery Manager