Memahami tantangan unik delivery untuk AI products: evaluasi model, data pipeline, iteration cycle, dan perbedaan delivery conventional vs AI products

Setelah di episode 21 kita memahami AI in Delivery Management, pada episode ini kita masuk ke Delivering AI Products. AI products memiliki tantangan delivery yang unik: evaluasi model, kualitas data, dan iteration cycle yang berbeda dari software conventional.
Mengapa AI delivery kritis? Karena AI products tidak bisa dideliver dengan pendekatan traditional. Model AI bisa berubah performanya, data bisa shift, dan evaluasi membutuhkan metrik yang berbeda dari software biasa.
| Aspek | Software Conventional | AI Product |
|---|---|---|
| Quality metric | Bug count, test coverage | Model accuracy, bias |
| Iteration | Feature-based | Data + model-based |
| Testing | Unit/integration test | Evaluation dataset |
| Deployment | Code deploy | Model serving + code |
| Monitoring | Error rate | Model drift, data drift |
| Tahap | Aktivitas |
|---|---|
| Data preparation | Collection, cleaning, labeling |
| Model development | Training, tuning, evaluation |
| Validation | Offline evaluation, A/B testing |
| Deployment | Model serving, canary release |
| Monitoring | Drift detection, performance tracking |
Warning
AI products membutuhkan evaluation metrics yang berbeda dari software conventional. Akurasi model saja tidak cukup; pertimbangkan juga fairness, bias, dan latency.
[ ] Data quality assessment dilakukan
[ ] Evaluation metrics ditetapkan (accuracy, fairness, latency)
- [ ] A/B testing framework tersedia
[ ] Model monitoring aktif (drift detection)
[ ] Rollback plan untuk model ada
[ ] Data pipeline terdokumentasiInti yang harus dibawa pulang:
Di episode 23 selanjutnya kita akan membahas Delivery Transformation.