Belajar menjadi DevOps Engineer dari nol hingga production-grade dalam 28 episode: pre-requisites skill & setup environment, peran & filosofi DevOps (CALMS, DORA), arsitektur & siklus hidup DevOps, Linux & scripting, Git workflow, CI/CD (blue-green, canary, rolling), Docker & containerization, Kubernetes dasar, Infrastructure as Code (Terraform & OpenTofu), Configuration Management (Ansible), observability (logging, metrics, tracing), cloud platforms AWS/GCP/Azure, Kubernetes lanjutan (Helm, RBAC, HPA), GitOps (Argo CD & Flux), platform engineering & IDP (Backstage), secrets management (Vault, cloud KMS), artifact management, DevSecOps (SAST/DAST, SBOM, OPA), networking & service mesh (mTLS), disaster recovery (Velero, RPO/RTO), CI/CD lanjutan (caching, matrix), FinOps, AIOps, multi-cloud & hybrid, performance & reliability (k6, SLO, chaos engineering), ekosistem & tren 2026, hingga roadmap karir, sertifikasi, dan refleksi akhir.
Sebelum menjadi DevOps Engineer, kalian wajib menguasai dasar Linux, scripting, networking, dan pola pikir otomasi; di episode ini kalian menyiapkan VM Linux, Docker, Git, akun cloud free tier, dan cluster Kubernetes (kind/minikube), lalu memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series

DevOps bukan sekadar tools, melainkan budaya, praktik, dan filosofi yang lahir dari gerakan Agile pada 2009; di episode ini kalian memahami asal-usulnya, framework CALMS, dan DORA metrics sebagai tolak ukur kinerja tim software

DevOps berjalan sebagai loop kontinu dari Plan, Code, Build, Test, Release, Deploy, Operate, hingga Monitor; di episode ini kalian memahami siklus hidup tersebut dan arsitektur pendukungnya: source control, CI/CD, environment, artifact registry, dan observability

Linux adalah rumah bagi hampir semua server produksi, dan scripting adalah bahasa otomasinya; di episode ini kalian memperdalam administrasi Linux (proses, service, networking) lalu membangun skrip Bash dan Python yang berakhir pada sebuah script deploy sederhana

Git adalah sumber kebenaran untuk seluruh siklus DevOps; di episode ini kalian menguasai konsep dasar commit dan branch, strategi branching GitFlow vs Trunk-based, alur code review, serta mental model GitOps yang menjadi fondasi deployment modern

CI mengotomasi build, test, dan linting setiap perubahan kode sebelum masuk ke main; di episode ini kalian memahami filosofi integrasi terus-menerus, mengenal GitHub Actions, GitLab CI, dan Jenkins, lalu membangun pipeline CI pertama untuk aplikasi nyata

CD meneruskan artifact yang lolos CI ke environment dev, staging, dan produksi dengan strategi deployment yang aman; di episode ini kalian memahami blue-green, canary, rolling, dan approval gate, lalu merakit pipeline CD end-to-end

Container membungkus aplikasi beserta seluruh dependensinya menjadi unit yang portabel dan konsisten di laptop, CI, maupun server produksi; di episode ini kalian menguasai image, Dockerfile best practices, multi-stage build, registry, dan Docker Compose, lalu meng-containerisasi aplikasi nyata

Docker menjalankan satu container di satu mesin, sedangkan Kubernetes mengorkestrasi ratusan container di banyak mesin dengan scheduling, self-healing, dan scaling; di episode ini kalian mengenal Pod, Deployment, Service, ConfigMap/Secret, dan Ingress, lalu men-deploy aplikasi pertama ke cluster

IaC menjadikan infrastruktur sebagai kode yang bisa direview, diuji, dan direproduksi; di episode ini kalian menguasai Terraform dan OpenTofu — provider, resource, state, module, workspace — lalu memprovision infrastruktur cloud pertama dengan plan dan apply
