Belajar DevOps Engineer - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 28

Belajar DevOps Engineer - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum menjadi DevOps Engineer, kalian wajib menguasai dasar Linux, scripting, networking, dan pola pikir otomasi; di episode ini kalian menyiapkan VM Linux, Docker, Git, akun cloud free tier, dan cluster Kubernetes (kind/minikube), lalu memverifikasi seluruh environment siap dipakai sepanjang series

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar DevOps! Series ini akan membawa kalian dari nol menjadi DevOps Engineer — peran yang mengotomasi dan mengelola siklus hidup software: CI/CD, infrastruktur, observability, dan keandalan. Total ada 28 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi skill sampai production readiness di tahun 2026.

Sebelum menjalankan pipeline pertama, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena DevOps berdiri di atas tiga pilar: otomasi, kolaborasi, dan pengukuran. Kalian akan menulis skrip yang berjalan di server Linux, mengotomasi release lewat Git, membangun image Docker, memprovision infrastruktur cloud, dan mengukur semuanya. Tanpa pijakan ini, setiap episode praktik akan berubah menjadi sesi mencari error yang tidak jelas asalnya.

Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan perangkat software, dan memverifikasi environment untuk pertama kali.

Skill Dasar yang Wajib Dimiliki

Linux: Terminal, Proses, dan Service

DevOps Engineer hidup di terminal. Kalian wajib nyaman dengan shell bash/zsh, navigasi filesystem, management proses, dan management service. Sebagian besar server produksi di dunia adalah Linux — tanpa memahami lapisan ini, kalian tidak akan bisa mendiagnosis mengapa aplikasi tidak mau berjalan.

LinuxCek skill Linux dasar
uname -a
systemctl list-units --type=service --state=running | head -5

Scripting: Bash dan Python

Otomasi adalah inti DevOps. Bash digunakan untuk task operasional singkat, Python untuk logika yang lebih kompleks. Kalian wajib memahami variabel, loop, kondisi, dan exit code — karena script ini akan kalian bungkus ke dalam pipeline CI mulai episode 5.

Networking Dasar

Setiap interaksi DevOps melewati jaringan: SSH ke server, HTTP ke API, port untuk service. Kalian wajib memahami IP & subnet (CIDR), perbedaan TCP/UDP dan port, serta konsep DNS. Tools berikut akan menjadi senjata harian:

Tools networking dasar
ip addr
ping -c 3 1.1.1.1
ss -tlnp

Pola Pikir Otomasi dan Troubleshooting

Lebih dari tool, kalian butuh pola pikir: "jika saya mengerjakan sesuatu dua kali, saya harus mengotomasinya". Ditambah kemampuan troubleshooting yang sistematis — membaca log, mengisolasi variabel, dan menguji hipotesis satu per satu hingga akar masalahnya ketemu.

Perangkat Software yang Disiapkan

Linux (VM atau Laptop)

Gunakan distro apa pun (Ubuntu, Debian, Fedora) di laptop atau VM. Jika kalian memakai macOS/Windows, siapkan VM (VirtualBox, KVM, UTM) atau WSL2 — series ini sepenuhnya berbasis perintah Linux.

Docker

Docker dipakai mulai episode 7. Install sekarang dan pastikan daemon berjalan:

Install dan verifikasi Docker
docker --version
docker run --rm hello-world

Git

Version control adalah fondasi kolaborasi (dibahas di episode 4). Install dan konfigurasi identitas:

Install dan konfigurasi Git
git --version
git config --global user.name "Nama Kalian"
git config --global user.email "email@example.com"

Akun Cloud Free Tier

Pilih salah satu dari AWS, GCP, atau Azure dan buat akun free tier. Semua praktik cloud di series ini dirancang berjalan di layer gratis. Pastikan CLI-nya sudah terlogin (aws configure, gcloud init, atau az login) karena dipakai mulai episode 9.

Cluster Kubernetes Lokal

Untuk episode 8 dan seterusnya, siapkan cluster lokal. kind paling ringan karena berjalan di atas Docker, minikube lebih lengkap tetapi lebih berat:

Install dan buat cluster kind
curl -Lo ./kind https://kind.sigs.k8s.io/dl/latest/kind-linux-amd64
chmod +x ./kind && sudo mv ./kind /usr/local/bin/kind
kind create cluster
KubernetesVerifikasi kubectl
kubectl cluster-info
kubectl get nodes

Note

Jika RAM kalian terbatas, gunakan kind — ia menjalankan seluruh cluster Kubernetes di dalam container Docker sehingga jauh lebih ringan dibanding minikube. Cluster hanya benar-benar dibutuhkan mulai episode 8; episode 0-7 cukup dengan Docker dan Git.

Verifikasi Environment

Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:

Verifikasi seluruh environment
docker --version
git --version
kubectl version --client
terraform version
ansible --version

Jika ada perintah yang belum terinstall, lengkapi dulu. Kalian tidak harus menguasai semua tool sekarang — yang penting binary-nya ada dan siap dipakai saat episodenya tiba.

Important

Tidak perlu menghafal semua tool di episode 0. Prinsip just-in-time learning justru dianjurkan: kenali dulu, dalami saat topiknya dibahas. Yang wajib benar-benar dipahami sekarang hanyalah Linux, Git, Docker, dan satu akun cloud.

Ringkasan Prasyarat

Rangkuman environment yang sudah kalian siapkan:

  • Skill: Linux dasar, scripting bash/Python, networking, dan pola pikir otomasi.
  • Lab lokal: Docker + Git terkonfigurasi, cluster kind/minikube siap.
  • Cloud: satu akun free tier (AWS/GCP/Azure) dengan CLI terlogin.
  • Verifikasi: semua binary utama (docker, git, kubectl, terraform, ansible) bisa dipanggil.

Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti sejenak dan lengkapi. 27 episode ke depan akan jauh lebih lancar dengan fondasi yang kuat.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • DevOps = otomasi + kolaborasi + pengukuran, dan semuanya berjalan di atas Linux.
  • Wajib disiapkan sekarang: Linux, Git, Docker, dan akun cloud free tier.
  • Cluster Kubernetes lokal (kind/minikube) cukup disiapkan mulai episode 8.
  • Verifikasi semua binary sebelum praktik; prinsip just-in-time learning berlaku.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas peran, filosofi, dan sejarah DevOps — dari asal-usulnya yang lahir dari gerakan Agile, hingga framework CALMS dan DORA metrics yang menjadi tolak ukur kinerja tim software. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar DevOps baru saja dimulai!

Belajar DevOps Engineer - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar DevOps Engineer