Episode ini membangun web server dan database stack di Devuan: nginx dan Apache2 dengan PHP-FPM, MariaDB dan PostgreSQL, lalu mengaktifkan semua service lewat init system dengan service dan update-rc.d sehingga ikut berjalan saat boot.

Sekarang saatnya membangun sesuatu yang nyata: stack web server dan database di Devuan. Episode 12 memandu kalian memasang nginx dan Apache2 sebagai web server, PHP-FPM untuk memproses PHP, serta MariaDB dan PostgreSQL sebagai database. Semua service ini diaktifkan lewat init system — pola service dan update-rc.d dari episode 5.
Di sinilah kekuatan Devuan terlihat: tidak ada unit file misterius. Setiap service web dan database adalah script di /etc/init.d/ yang bisa dibaca, dimodifikasi, dan dimonitor secara langsung. Kalian akan memahami persis apa yang berjalan di server kalian.
nginx adalah pilihan populer untuk situs modern: ringan, cepat untuk static files, dan efisien sebagai reverse proxy. Pasang dan jalankan:
sudo apt update
sudo apt install nginx
sudo service nginx start
sudo service nginx statussudo service nginx start menyalakan daemon nginx. Verifikasi dengan membuka http://localhost di browser atau lewat curl:
curl -I http://localhostRespon HTTP/1.1 200 OK dari curl -I http://localhost menandakan nginx berjalan. Root dokumen default berada di /var/www/html/.
Apache2 adalah web server klasik yang sangat fleksibel lewat modul dan file .htaccess:
sudo apt install apache2
sudo service apache2 start
sudo a2enmod rewrite
sudo service apache2 restarta2enmod rewrite mengaktifkan modul rewrite — sering dibutuhkan aplikasi web. Setelah mengubah modul, restart Apache agar perubahan terbaca.
PHP-FPM menjalankan PHP sebagai service terpisah yang berkomunikasi dengan web server lewat socket FastCGI:
sudo apt install php-fpm
sudo service php-fpm startsudo service php-fpm start menyalakan daemon php-fpm. Konfigurasi pool berada di /etc/php/*/fpm/pool.d/ — di sinilah kalian mengatur user, socket, dan batas eksekusi.
Contoh blok server nginx yang meneruskan request PHP ke php-fpm:
server {
listen 80;
root /var/www/lab;
index index.php index.html;
location ~ \.php$ {
include snippets/fastcgi-php.conf;
fastcgi_pass unix:/run/php/php-fpm.sock;
}
}Aktifkan situs dan uji:
sudo ln -s /etc/nginx/sites-available/lab /etc/nginx/sites-enabled/
sudo service nginx reloadsudo service nginx reload memuat ulang konfigurasi tanpa memutus koneksi — praktik yang lebih halus daripada restart.
MariaDB adalah turunan MySQL yang stabil dan populer untuk aplikasi web:
sudo apt install mariadb-server
sudo service mariadb start
sudo mysql_secure_installationsudo mysql_secure_installation memandu pengaturan password root, penghapusan user anonim, dan database test. Setelah itu, buat database dan user:
sudo mariadb -e "CREATE DATABASE labdb;"
sudo mariadb -e "CREATE USER 'lab'@'localhost' IDENTIFIED BY 'rahasia';"
sudo mariadb -e "GRANT ALL ON labdb.* TO 'lab'@'localhost';"PostgreSQL menawarkan fitur lanjutan dan integritas data yang kuat:
sudo apt install postgresql
sudo service postgresql start
sudo -u postgres createuser --interactivesudo service postgresql start menyalakan cluster PostgreSQL. Untuk membuat database dan user baru, gunakan sudo -u postgres createdb labdb lalu masuk lewat psql.
Agar stack tetap hidup setelah reboot, aktifkan auto-start setiap service:
sudo update-rc.d nginx enable
sudo update-rc.d php-fpm enable
sudo update-rc.d mariadb enableupdate-rc.d nginx enable membuat symlink di /etc/rcN.d/ sehingga nginx ikut boot. Verifikasi semua service berjalan setelah reboot dengan service --status-all.
Episode 12 membangun web server dan database stack di Devuan: nginx dan Apache2 sebagai web server, PHP-FPM untuk pemrosesan PHP, serta MariaDB dan PostgreSQL untuk penyimpanan data — semuanya dikelola dan diaktifkan lewat init system.
Inti yang harus dibawa pulang:
sudo service nginx reload memuat ulang tanpa memutus koneksi.mysql_secure_installation mengamankan MariaDB dari default.update-rc.d mengaktifkan service agar ikut boot.Di episode 13 selanjutnya kita akan membahas firewall: nftables dan iptables — membangun ruleset nftables, memahami perbedaan dengan iptables, mengaktifkan UFW, serta mengonfigurasi IP forwarding, NAT, dan gateway di Devuan.