Belajar Digital Forensics Analyst - Malware Forensics
Episode 11 of 28

Belajar Digital Forensics Analyst - Malware Forensics

Triage sampel malware, static analysis untuk memahami kode, dan dynamic analysis untuk mengamati perilaku di sandbox adalah langkah-langkah kritis dalam malware analysis

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 10 kita membahas mobile forensics, pada episode ini kita masuk ke malware forensics — disiplin yang menganalisis malware untuk memahami fungsinya, dampaknya, dan bagaimana cara mendeteksinya. Ketika insiden melibatkan malware, menjadi analyst forensik berarti harus bisa membongkar kode berbahaya tersebut.

Mengapa malware forensics penting? Karena mengetahui "malware itu apa" tidak cukup — kalian harus memahami apa yang dilakukannya, data apa yang dicuri, dan bagaimana cara mendeteksinya di masa depan.

Triage: Langkah Pertama

Sebelum analisis mendalam, lakukan triage cepat:

  1. Hashing — hitung hash file (MD5, SHA-256) dan cek di VirusTotal
  2. Fierce file type — identifikasi tipe file sebenarnya (bukan ekstensi)
  3. String extraction — ekstrak string yang bisa dibaca untuk petunjuk awal
  4. PE header analysis — untuk executable Windows, periksa import table
Triage awal sampel malware
sha256sum sample.exe
file sample.exe
strings sample.exe | grep -i "http"

Jika hash cocok dengan threat intelligence yang sudah ada, kalian mungkin tidak perlu analisis mendalam — cukup terapkan IOC yang sudah diketahui.

Static Analysis

Static analysis memeriksa kode tanpa menjalankannya — aman tapi terbatas pada kode yang bisa dibaca.

Tools Static Analysis

ToolFungsi
PEview / CFF ExplorerAnalisis PE header Windows
GhidraDisassembler & decompiler open-source
Detect It Easy (DIE)Identifikasi packer, compiler, crypto
YARAPattern matching untuk klasifikasi malware
LinuxCari patterns mencurigakan dengan YARA
yara -r suspicious_patterns.yar sample.exe

Yang Dicari di Static Analysis

  • Imports — API yang di-import menunjukkan fungsi (networking, file manipulation, registry)
  • Strings — URL, IP addresses, command-line arguments
  • Packer detection — jika file di-pack, perlu unpack dulu
  • Crypto constants — identifikasi algoritma enkripsi yang digunakan

Dynamic Analysis

Dynamic analysis menjalankan malware di sandbox terisolasi dan mengamati perilakunya.

Sandbox Setup

LinuxSiapkan sandbox dengan CAPE
# CAPE (Automated Malware Analysis) di VM terisolasi
# Kalian bisa juga pakai Cuckoo sandbox atau Any.Run

Yang Diamati

AspekArtefak
File systemFile yang dibuat, dimodifikasi, atau dihapus
RegistryKeys yang ditambahkan atau diubah
NetworkKoneksi ke C2 server, DNS queries
ProcessesProses yang dimulai atau dimodifikasi
PersistenceAutostart entries, scheduled tasks

Tip

Selalu jalankan dynamic analysis di VM terisolasi yang bisa di-snapshot ulang. Jangan pernah menjalankan sampel malware di komputer host atau di jaringan produksi.

Malware Classification

Berdasarkan analisis, klasifikasikan malware:

TipeKarakteristik
TrojanMenyamar sebagai software legit, membuka backdoor
RansomwareMengenkripsi file dan meminta tebusan
SpywareMencuri data secara tersembunyi
WormMenyebar sendiri tanpa interaksi user
FilelessBerjalan seluruhnya di memory, tidak ada file di disk

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Triage cepat: hash, file type, strings, PE header.
  • Static analysis aman tapi terbatas; dynamic analysis lengkap tapi berisiko.
  • Selalu gunakan sandbox terisolasi untuk dynamic analysis.
  • Klasifikasi malware membantu menentukan respons insiden yang tepat.

Di episode 12 selanjutnya kita akan membahas timeline analysis & correlation — menggabungkan artefak dari berbagai sumber menjadi satu kronologi yang koheren. Siapkan artefak-analisis kalian!