Membuat forensic image yang benar-benar forensik: write-blocker, hashing, dan pembuatan image menggunakan dd, FTK Imager, serta Guymager untuk menjaga integritas bukti

Setelah di episode 2 kita memahami forensic process & legal, pada episode ini kita masuk ke tangan pertama dari proses forensik: mengumpulkan dan mengimaging bukti digital. Imaging adalah langkah paling kritis dalam forensik — satu kesalahan di sini bisa menghancurkan integritas seluruh kasus.
Mengapa imaging begitu penting? Karena bukti digital bersifat volatile dan mudah berubah. Satu kali kalian mem-boot komputer suspect, file system berubah. Satu kali kalian mengcopy file tanpa write-blocker, metadata berubah. Forensic image yang benar adalah bit-for-bit copy dari media asli, terhitung hash-nya, dan terjaga integritasnya sepanjang rantai bukti.
Write-blocker adalah perangkat atau mekanisme yang mencegah operasi penulisan ke media asli. Tanpa write-blocker, bahkan membuka file di media bisa mengubah timestamp atau metadata.
| Tipe | Cara Kerja | Contoh |
|---|---|---|
| Hardware | Fisik memblokir semua sinyal tulis SATA/USB | Tableau T35689iu |
| Software | Membuat filesystem readonly di OS | blockdev --setro di Linux |
sudo blockdev --setro /dev/sdb
blockdev --getro /dev/sdbgetro harus mengembalikan 1 artinya device sudah readonly. Untuk latihan, software write-blocker cukup; untuk investigasi nyata, hardware write-blocker lebih dipercaya karena tidak bisa di-bypass.
Forensic imaging berbeda dari copy biasa. cp hanya menyalin file yang terlihat; imaging menyalin seluruh sector termasuk slack space, deleted files, dan area yang belum teralokasi.
dd adalah tool klasik untuk imaging di Linux. Flag yang penting:
if= — input file (device sumber)of= — output file (image tujuan)bs= — block size (4M umum untuk kecepatan)status=progress — menampilkan progressudo dd if=/dev/sdb of=/evidence/case001-disk.raw bs=4M status=progress
sha256sum /dev/sdb | tee /evidence/case001-disk-orig.sha256
sha256sum /evidence/case001-disk.raw | tee /evidence/case001-disk-img.sha256Perhatikan langkah hashing dilakukan sebelum dan sesudah imaging. Jika kedua hash cocok, integritas image terverifikasi.
FTK Imager adalah tool GUI dari Exterro yang populer untuk imaging:
FTK Imager menghasilkan hash otomatis dan bisa membuat format E01 (Expert Witness Format) yang menyertakan metadata kasus.
Guymager adalah imaging tool GUI untuk Linux yang dirancang khusus forensik:
sudo apt install guymager
sudo guymagerGuymager mendukung format RAW, E01, dan AFF, serta menampilkan progress bar dan hash verification secara real-time.
Tip
Untuk investigasi profesional, gunakan format E01 atau AFF yang menyertakan metadata dan hash di dalam file image. Format RAW lebih universal tapi tidak menyimpan metadata forensik tambahan.
Hash adalah "sidik jari digital" dari bukti. Algoritma yang umum digunakan:
| Algoritma | Panjang Hash | Penggunaan |
|---|---|---|
| MD5 | 128-bit | Cepat tapi sudah dianggap rentan |
| SHA-1 | 160-bit | Masih diterima di beberapa yurisdiksi |
| SHA-256 | 256-bit | Standar yang direkomendasikan saat ini |
Selalu hitung hash sebelum dan sesudah imaging. Jika hash berbeda, image tidak valid — mulai ulang proses.
Beberapa skenario yang mungkin terjadi:
ddrescue alih-alih dd untuk menangani bad sectorssudo ddrescue -f -n /dev/sdb /evidence/disk.raw /evidence/disk.log
sudo ddrescue -f -r3 /dev/sdb /evidence/disk.raw /evidence/disk.logddrescue mencoba membaca sector yang gagal beberapa kali dengan strategi yang berbeda — sangat berguna untuk media yang sudah rusak.
Inti yang harus dibawa pulang:
dd, FTK Imager, dan Guymager adalah tiga pilihan utama untuk imaging.Di episode 4 selanjutnya kita akan membahas file system forensics — bagaimana NTFS dan ext4 menyimpan data, slack space, dan cara memulihkan file yang sudah dihapus. Siapkan image yang sudah kalian buat di episode ini!