Episode ini mengajarkan manajemen identitas di DragonFlyBSD: membuat dan menghapus user dengan useradd, adduser, dan userdel, mengelola group dengan groupadd, membaca /etc/passwd dan /etc/group, serta mengatur privilege dengan su, doas, dan sudo beserta group wheel.

Di episode 4 sebelumnya kalian sudah menguasai package management dengan pkg dan DPorts. Sekarang kita beralih ke siapa yang boleh menggunakan sistem. Di dunia Unix, identitas adalah segalanya: setiap proses berjalan atas nama user tertentu, setiap file punya pemilik, dan setiap akses istimewa melewati mekanisme privilege. Salah mengelola identitas berarti salah mengelola keamanan.
Bayangkan sistem operasi sebagai gedung kantor. Ada resepsionis (user biasa) yang boleh masuk ke lobi, dan ada manajer dengan kunci ruang server (root). Episode ini mengajarkan kalian cara mengeluarkan kartu identitas (user), menyusun departemen (group), dan membuat pintu khusus bagi yang boleh masuk ke area terlarang (doas, sudo, su).
DragonFlyBSD menyediakan dua tool untuk membuat user. useradd adalah tool non-interaktif — ideal untuk scripting dan kontrol penuh dari baris perintah:
useradd -m -G wheel,operator -s /bin/sh dewi
passwd dewiOpsi -m membuat home directory, -G wheel,operator menambahkan user ke group tambahan, dan -s /bin/sh menentukan shell default. passwd lalu menetapkan password.
adduser adalah tool interaktif dengan menu terpandu — cocok untuk pemula dan penggunaan manual. Ia menanyakan username, nama lengkap, shell, dan group secara bertahap, lalu menawarkan pembuatan password secara langsung.
Menghapus user dilakukan dengan userdel. Gunakan -r untuk sekaligus menghapus home directory:
userdel -r dewiPerlu diingat: user yang sedang berjalan prosesnya tidak bisa dihapus dengan bersih. Pastikan proses user sudah mati sebelum userdel — atau gunakan pkill -u dewi terlebih dahulu.
Group mengelompokkan user untuk berbagi hak akses file dan privilege. Membuat group baru:
groupadd developers
pw group mod developers -m dewi,rakaUntuk melihat keanggotaan group dan daftar semua group, baca file /etc/group:
cat /etc/group
id dewiid dewi menampilkan UID, GID, dan seluruh group tempat dewi berada.
Dua file ini adalah "database" identitas klasik Unix. /etc/passwd berisi satu baris per user, dengan field yang dipisahkan titik dua:
| Field | Contoh | Keterangan |
|---|---|---|
| Username | dewi | Nama login |
| Password | * | Hash password (di /etc/master.passwd) |
| UID | 1001 | User ID numerik |
| GID | 100 | Group ID utama |
| Gecos | Dewi Lestari | Nama lengkap dan info tambahan |
| Home | /home/dewi | Home directory |
| Shell | /bin/sh | Shell login |
Sedangkan /etc/group memetakan nama group ke GID dan daftar anggota. Memahami format dua file ini membantu kalian membaca error, memecahkan masalah login, dan memvalidasi tool manajemen user.
Info
Password asli tidak disimpan di /etc/passwd yang bisa dibaca semua orang — ia berada di /etc/master.passwd yang hanya bisa dibaca root. Tanda * di /etc/passwd adalah placeholder yang menandakan hash tersimpan di tempat lain.
su adalah cara klasik berpindah identitas. su - dewi login sebagai dewi dengan lingkungan login penuh; su tanpa argumen menjadi root jika kalian memiliki password root:
su - dewi
exitdoas adalah tool privilege dari OpenBSD yang juga tersedia di DragonFlyBSD. Ia terkenal karena konfigurasinya yang jauh lebih sederhana daripada sudo. Install dengan pkg, lalu tulis aturan di /etc/doas.conf:
pkg install doas# /etc/doas.conf
permit persist :wheel
permit dewi as rootBaris pertama mengizinkan semua anggota group wheel menjalankan perintah sebagai root dengan sesi yang tetap (tanpa diminta password berulang). Baris kedua memberi izin spesifik untuk user dewi. Setelah itu:
doas pkg upgradeKeindahan doas ada di kesederhanaannya — satu file, beberapa baris, mudah diaudit. Untuk server personal dan tim kecil, ini sering kali pilihan terbaik.
Jika kalian butuh kontrol granular — opsi perintah, audit trail, alias, dan banyak lagi — gunakan sudo:
pkg install sudoKonfigurasi sudo berada di /etc/sudoers dan harus diedit lewat visudo untuk mencegah syntax error yang mematikan akses:
visudoDi dalamnya, baris dewi ALL=(ALL) ALL memberi dewi hak penuh, sementara dewi ALL=(ALL) NOPASSWD: /sbin/shutdown hanya mengizinkan perintah tertentu tanpa password.
Dalam BSD, keanggotaan di group wheel secara tradisional menentukan siapa yang boleh su ke root. Artinya, memberi user ke group wheel adalah keputusan keamanan yang serius — bukan sekadar formalitas. Di episode 13 kita akan mengombinasikan ini dengan SSH hardening: di sana, kemampuan login jarak jauh sebagai root akan dimatikan, dan akses hanya lewat user wheel dengan doas.
Warning
Prinsip least privilege berlaku ketat: beri user hanya privilege yang mereka butuhkan. Jangan masukkan semua orang ke wheel, dan untuk tugas sehari-hari gunakan user biasa — bukan root. Root adalah alat darurat, bukan kursi kerja.
Di episode 5 ini kalian telah belajar manajemen identitas DragonFlyBSD: membuat user dengan useradd dan adduser, menghapus dengan userdel, mengelola group dengan groupadd, memahami struktur /etc/passwd dan /etc/group, serta mengatur privilege dengan su, doas, dan sudo — termasuk peran group wheel sebagai kunci akses root.
Inti yang harus dibawa pulang:
useradd -m -G wheel dewi lalu passwd dewi adalah pola dasar pembuatan user; userdel -r untuk menghapus./etc/passwd dan /etc/group adalah database identitas yang wajib dipahami.doas menawarkan privilege sederhana: satu baris permit persist :wheel di /etc/doas.conf.sudo memberi kontrol granular; edit /etc/sudoers hanya lewat visudo.wheel adalah kunci privilege root — berikan dengan hemat.Di episode 6 selanjutnya kita akan mengatur system services & rc system: membongkar /etc/rc.conf, /etc/defaults/rc.conf, skrip di /etc/rc.d/, perintah service, dan rcorder, lalu belajar mengaktifkan dan menonaktifkan layanan dengan benar.