Belajar DragonFlyBSD dari dasar hingga production-grade: pre-requisites & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa membutuhkannya, konsep dasar & arsitektur utama, instalasi & partisi, package management pkg & DPorts, user group & doas, system services & rc system, filesystem mount & disks, HAMMER2 fundamentals, HAMMER2 snapshot dedup & encryption, networking & network configuration, data management & backup, firewall pf & ipfw, SSH & remote access hardening, TLS OpenSSL & certificates, security features & hardening, advanced networking & routing, LWKT scheduler & performance, NVMM & virtualization, storage engineering HAMMER2 production, build system & kernel customization, DragonFlyBSD 6.4 & roadmap, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum menyentuh installer DragonFlyBSD, kalian perlu membekali diri dengan skill dasar administrasi Unix/BSD, memahami konsep filesystem, networking, dan snapshot, serta menyiapkan lingkungan virtual atau hardware dengan spesifikasi minimum untuk menjalankan HAMMER2.

Episode ini menelusuri lahirnya DragonFlyBSD: fork FreeBSD 4.8 oleh Matthew Dillon pada 2003 sebagai reaksi atas arah pengembangan FreeBSD. Kalian akan memahami motivasi di balik LWKT, HAMMER2, dan network stack kustom, serta peta rilis dari 1.x hingga 6.4.2 saat ini.

Episode ini membongkar arsitektur DragonFlyBSD secara keseluruhan: base system (kernel + userland) dan DPorts sebagai lapisan aplikasi, struktur source tree yang di-clone lewat git, serta peran kernel LWKT, HAMMER2, newbee, NVMM, dan pkg dalam satu kesatuan sistem.

Episode ini memandu kalian melewati installer teks DragonFlyBSD: pemilihan sets (kern, base, comp, man), konfigurasi network dan swap, lalu partisi disk dengan fdisk, disklabel, dan filesystem HAMMER2 sebagai default serta opsi UFS.

Episode ini membahas cara mengelola software di DragonFlyBSD: binary packages dengan pkg (install, upgrade, search, info, repo), lalu DPorts dengan make install clean dan dsynth untuk membangun package sendiri, termasuk tradeoff antara jalur binary dan source.

Episode ini mengajarkan manajemen identitas di DragonFlyBSD: membuat dan menghapus user dengan useradd, adduser, dan userdel, mengelola group dengan groupadd, membaca /etc/passwd dan /etc/group, serta mengatur privilege dengan su, doas, dan sudo beserta group wheel.

Episode ini membedah sistem layanan DragonFlyBSD: peran /etc/rc.conf, /etc/defaults/rc.conf, skrip di /etc/rc.d/, perintah service, dan rcorder untuk menentukan urutan boot, termasuk cara mengaktifkan dan menonaktifkan layanan lewat /etc/rc.conf.local.

Episode ini membahas fondasi storage DragonFlyBSD: perbandingan HAMMER2, UFS, tmpfs, dan mfs; operasi mount dan umount; manajemen disk dengan disklabel dan newfs_hammer2; penyusunan /etc/fstab; pemeriksaan fsck; serta konfigurasi swap.

Episode ini membuka pintu HAMMER2 secara menyeluruh: konsep PFS (Pseudo File System) sebagai dataset, cara mount dengan mount_hammer2, penambahan volume lewat hammer2 volume-add untuk multi-volume spanning disks, serta property compression zstd dan lz4, checksum, dan opsi mount penting.

Episode ini membawa HAMMER2 ke level lanjutan: membuat snapshot dengan hammer2 snapshot, mengelola daftar PFS dengan pfs-list, rollback dan clones, block deduplication, enkripsi per-PFS dengan hammer2 set-encrypted, serta fitur remote mounting eksperimental 6.4.
