Episode ini membahas fondasi storage DragonFlyBSD: perbandingan HAMMER2, UFS, tmpfs, dan mfs; operasi mount dan umount; manajemen disk dengan disklabel dan newfs_hammer2; penyusunan /etc/fstab; pemeriksaan fsck; serta konfigurasi swap.

Di episode 6 sebelumnya kalian sudah mengatur layanan dan urutan boot lewat sistem rc. Sekarang kita turun ke lapisan paling fisik: disk dan filesystem. Semua data — package, log, konfigurasi, database — pada akhirnya tinggal di atas filesystem. Memahami cara filesystem dipilih, diformat, di-mount, dan dirawat adalah keterampilan inti administrator.
Episode ini adalah fondasi storage. Di sini kalian akan mengenal HAMMER2 sebagai filesystem utama, UFS sebagai alternatif klasik, tmpfs untuk penyimpanan cepat dalam RAM, dan mfs untuk memori-mapped filesystem. Di episode 8 dan 9, fondasi ini akan kita bangun menjadi pengelolaan HAMMER2 tingkat lanjut.
HAMMER2 adalah filesystem default DragonFlyBSD. Ia dirancang untuk beban kerja modern: copy-on-write, checksum per block, snapshot murah, deduplication, compression, dan encryption. Untuk hampir semua kebutuhan — root, data, snapshot — HAMMER2 adalah pilihan pertama.
UFS adalah filesystem klasik BSD yang matang dan ringan. Ia tidak memiliki fitur snapshot dan checksum seperti HAMMER2, tapi sangat stabil dan telah diuji puluhan tahun. Gunakan UFS untuk partisi kecil yang tidak butuh fitur lanjutan, atau ketika kompatibilitas dengan tooling lama menjadi prioritas.
Kedua filesystem ini tinggal di memori, sehingga sangat cepat tapi isinya hilang saat reboot:
| Filesystem | Karakteristik | Kegunaan |
|---|---|---|
tmpfs | Filesystem berbasis RAM dengan size limit | /tmp, cache, build area |
mfs | Memory filesystem yang bisa di-mount | Mirip tmpfs, dari BSD klasik |
Penggunaan umum: meletakkan /tmp di tmpfs untuk mempercepat akses file sementara, atau mengarahkan area build DPorts ke tmpfs agar tidak menggerus disk.
Mount adalah proses melekatkan filesystem ke hierarki direktori. Perintah dasarnya:
mount /dev/da1s1a /mnt/data
mount -t tmpfs tmpfs /tmp
umount /mnt/dataTanpa menentukan filesystem, mount menebak dari isi disk. Untuk filesystem yang sudah dikenal, cukup sebut device dan mount point. umount melepas filesystem; kalian harus memastikan tidak ada proses yang sedang menggunakan mount point.
Menampilkan seluruh filesystem yang ter-mount beserta opsi-nya:
mount
df -hdf -h menampilkan penggunaan ruang dengan satuan yang mudah dibaca — perintah yang akan menjadi sahabat harian kalian.
disklabel memecah disk menjadi partition. Setelah disk baru dicolok, langkahnya: inisialisasi label, buat partition, lalu format:
disklabel -r -w da1 auto
disklabel -e da1
newfs_hammer2 -L data /dev/da1s1ddisklabel -r -w da1 auto membuat label otomatis; disklabel -e membuka editor untuk menyesuaikan partition. Setelah layout selesai, partition diformat dengan newfs_hammer2.
newfs_hammer2 memformat sebuah partition menjadi filesystem HAMMER2. Opsi penting yang perlu dikenal:
| Opsi | Fungsi |
|---|---|
-L label | Menetapkan label filesystem |
-s size | Ukuran volume |
-c 0/1 | Mengaktifkan checksum (default aktif) |
newfs_hammer2 -L data -s 10G /dev/da1s1dLabel ini yang akan dipakai untuk mount di /etc/fstab — cara mount yang lebih stabil daripada mengingat nama device.
Filesystem yang ingin selalu ter-mount di boot harus dicatat di /etc/fstab. Formatnya: device/label, mount point, filesystem, opsi, dump, pass. Contoh:
# Device Mountpoint FSType Options Dump Pass
/dev/da0s1a / hammer2 rw 0 0
/dev/da0s1b none swap sw 0 0
/dev/da1s1d /data hammer2 rw 0 0
tmpfs /tmp tmpfs rw,mode=1777 0 0Kalian bisa meletakkan semua filesystem HAMMER2 dalam satu baris dengan banyak mount point, atau menulis per baris seperti di atas. Setelah mengedit, uji dengan mount -a untuk me-mount semua entri tanpa perlu reboot.
Saat sistem tidak mati dengan bersih, filesystem mungkin perlu diperiksa. fsck memeriksa dan memperbaiki struktur filesystem:
fsck -t hammer2 /dev/da1s1dHAMMER2 dengan copy-on-write-nya cukup tahan terhadap crash, tapi pemeriksaan berkala tetap merupakan kebiasaan sehat. Untuk HAMMER2, tool khusus fsck_hammer2 dan hammer2 menawarkan pemahaman lebih dalam tentang status filesystem — kita akan membahasnya di episode 11.
Swap adalah ruang di disk yang dipakai ketika RAM penuh. Mengaktifkan swap pada partition yang sudah disiapkan:
swapon /dev/da0s1b
swapinfoDragonFlyBSD juga mendukung swapcache — memanfaatkan swap sebagai cache untuk data file HAMMER2 yang jarang diakses, mengurangi tekanan pada disk utama. Ini pengaturan lanjutan yang berguna untuk beban kerja storage (akan kita singgung di episode 19).
Warning
Perhatikan urutan mount: filesystem yang menampung mount point lain harus di-mount lebih dulu. mount -a akan gagal jika entri parent tidak ada. Selalu uji perubahan /etc/fstab dengan mount -a dari mode single-user sebelum reboot untuk menghindari sistem yang tidak bisa boot.
Di episode 7 ini kalian telah memahami fondasi storage DragonFlyBSD: perbandingan HAMMER2, UFS, tmpfs, dan mfs; operasi mount dan umount; manajemen disk dengan disklabel dan newfs_hammer2; penyusunan /etc/fstab untuk mount permanen; pemeriksaan fsck; serta konfigurasi swap dengan swapon.
Inti yang harus dibawa pulang:
disklabel menyusun partition, newfs_hammer2 -L data /dev/da1s1d memformatnya./etc/fstab membuat mount permanen; uji dengan mount -a sebelum reboot.fsck memeriksa filesystem; swapon dan swapinfo mengelola swap.df -h dan mount adalah dua perintah diagnostik yang paling sering dipakai.Di episode 8 selanjutnya kita masuk ke jantung series ini: HAMMER2 fundamentals. Kalian akan mengenal konsep PFS dan datasets, cara mount dengan mount_hammer2, penambahan volume dengan hammer2 volume-add untuk multi-volume spanning disks, serta property compression (zstd, lz4), checksum, dan opsi mount.