Sebelum menyentuh Echo, kalian perlu menguasai bahasa Go, konsep HTTP dan REST API, serta dasar database dan Git. Di episode ini kalian juga menyiapkan toolchain Go, membuat project baru, menginstall Echo v5, dan memverifikasi instalasi pertama.

Selamat datang di series Belajar Echo! Series ini akan membawa kalian menguasai Echo — web framework Go yang cepat, dibangun di atas net/http standar, dan dipakai untuk membangun REST API, microservices, serta web service — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase.
Tapi sebelum membuat handler pertama, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Echo bukan framework ajaib: dia adalah lapisan tipis di atas net/http yang bergantung pada pemahaman kalian tentang HTTP, struct, interface, dan error handling idiomatis di Go. Tanpa fondasi itu, kode yang dihasilkan akan terasa seperti kotak hitam.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita memastikan skill dasar, menyiapkan toolchain Go, membuat project baru, menginstall Echo v5, dan melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Echo adalah framework Go, jadi kalian wajib nyaman dengan bahasa Go versi stabil terbaru. Pastikan sintaks dasar seperti struct, interface, slice, map, dan error handling sudah tidak asing. Yang paling penting: pahami cara kerja go.mod, konsep module, dan kebiasaan memformat kode dengan gofmt.
Verifikasi toolchain kalian terlebih dahulu:
go version
go env GOPATHOutput go version harus menampilkan versi Go yang masih didukung secara resmi. Perintah go env GOPATH akan menampilkan lokasi direktori kerja Go, tempat semua module dan binary terinstall.
Echo mengembalikan kontrol penuh atas HTTP ke kalian. Kuasai metode HTTP (GET, POST, PUT, DELETE, PATCH), perbedaan status code (200, 201, 400, 401, 404, 500), struktur header dan body, serta prinsip REST API: resource sebagai kata benda, status code yang bermakna, dan payload JSON yang konsisten.
Handler Echo bekerja dengan struct dan interface sepanjang waktu. Pahami cara kerja struct tag seperti json dan form, karena tag inilah yang dipakai mekanisme binding di episode 5. Pahami juga pola error handling idiomatis Go — if err != nil — karena di Echo, handler mengembalikan error dan framework yang menanganinya.
VS Code dengan Go extension resmi adalah pilihan paling nyaman. Aktifkan fitur gopls untuk autocomplete, go-to-definition, dan diagnostic otomatis:
go install golang.org/x/tools/gopls@latestPastikan go install berjalan dengan GOBIN yang terdaftar di PATH kalian, sehingga perintah seperti gopls bisa diakses dari terminal.
Siapkan klien API untuk menguji endpoint: curl untuk terminal, atau Bruno dan Postman untuk antarmuka grafis. Siapkan juga Git untuk version control, karena setiap project Go di series ini akan kita inisialisasi sebagai repository.
Mulai dengan membuat direktori project dan menginisialisasi module Go. Nama module bisa bebas, tapi biasakan memakai nama yang bermakna:
mkdir belajar-echo
cd belajar-echo
go mod init belajar-echoPerintah go mod init belajar-echo akan membuat file go.mod. File ini menjadi pusat manajemen dependency Go, menggantikan GOPATH lama.
Dengan module siap, install Echo. Series ini memakai Echo v5, release line terbaru sejak Januari 2026:
go get github.com/labstack/echo/v5@latestPerintah go get github.com/labstack/echo/v5@latest menambahkan Echo v5 ke go.mod beserta seluruh dependency-nya seperti github.com/labstack/gommon dan router internal.
Pastikan dependency terpasang dengan benar dan project bersih dari masalah statik:
go list -m github.com/labstack/echo/v5
go vet ./...Perintah go list -m github.com/labstack/echo/v5 menampilkan versi persis Echo yang dipakai. go vet memeriksa kode dari kesalahan yang mencurigakan sebelum kalian menulis handler apa pun.
Beberapa episode di fase 3 dan 4 membutuhkan PostgreSQL dan Redis. Siapkan Docker sekarang agar environment kalian konsisten di semua mesin:
docker --versionUntuk perjalanan series ini, Echo dan Go adalah syarat mutlak; Docker, PostgreSQL, dan Redis bersifat mendukung dan baru dipakai mulai episode 9. Tidak perlu menginstall semuanya hari ini.
Rangkuman prasyarat yang sudah kalian siapkan di episode 0:
go version.go mod init.go list -m.Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan. Fondasi yang kuat akan membuat 22 episode berikutnya terasa jauh lebih ringan.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami skill dasar Go dan HTTP, menyiapkan toolchain dan editor, membuat project module pertama, menginstall Echo v5, dan memverifikasi bahwa semuanya berjalan.
Inti yang harus dibawa pulang:
net/http, jadi kuasai dulu HTTP dan REST.go mod init.go get github.com/labstack/echo/v5@latest.go list -m dan go vet.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan Echo — dari evolusi proyek labstack sejak 2015, lahirnya router radix tree, hingga masalah yang diselesaikan Echo dibanding pendekatan lain seperti Gin, Fiber, dan net/http polos. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Echo baru saja dimulai!