Belajar Git Branching Strategies dari dasar hingga production: pre-requisites skill & setup, sejarah & mengapa membutuhkan branching strategy, konsep dasar branching & visualisasi, Trunk-Based Development, Feature Branch Workflow, Pull Request & Code Review, GitFlow, GitHub Flow, GitLab Flow, release management & version branching, hotfix workflow & emergency patches, cherry-picking & selective merge, rebase interaktif & history cleanup, branch naming convention & governance, long-lived vs short-lived branches, TBD untuk tim besar, branch protection & rulesets, CI/CD integration, monorepo branching strategy, git bisect & debugging, shift-left branching & DevSecOps dengan total 21 episode.
Sebelum menyelami branching strategies, kalian perlu menguasai dasar Git (init, add, commit, branch, merge), Conventional Commits, dan menyiapkan perangkat serta repo sandbox untuk praktik branching secara lokal.

Memahami masalah kolaborasi tanpa branching strategy — race condition, merge conflict tak terelakkan, branch naming acak, dan release unpredictable — serta evolusi dari trunk-based VCS ke strategi branching modern yang menjadikan workflow dan governance tim sebagai inti permasalahan.

Memahami branch di Git sebagai pointer ringan, visualisasi alur kerja dengan Mermaid diagram, serta perbedaan fundamental merge vs rebase dan fast-forward vs non-fast-forward yang menjadi dasar semua branching strategy.

Memahami filosofi Trunk-Based Development: satu branch utama, feature branch sangat pendek-lived, feature flags menggantikan long-lived branches, serta kapan TBD cocok untuk tim kecil-menengah dengan rilis frekuens tinggi.

Membangun pemahaman tentang Feature Branch Workflow: setiap fitur baru atau perbaikan bug dibuat di branch terpisah dari main, dengan naming convention yang konsisten dan alur kerja lengkap dari branch creation hingga merge dan branch cleanup.

Pull Request sebagai gerbang kualitas kode: deskripsi PR yang baik, code review best practice, branch protection rules untuk mengamankan branch utama, dan tiga merge strategy — merge commit, squash merge, dan rebase merge — beserta trade-off masing-masing.

Memahami arsitektur GitFlow: lima jenis branch (main, develop, feature/*, release/*, hotfix/*) dengan alur merge masing-masing, kelebihan struktur terstruktur untuk produk multi-versi, kekurangan kompleksitas untuk continuous delivery, serta kapan GitFlow cocok digunakan.

Filosofi GitHub Flow: hanya satu branch persisten (main), semua perubahan via Pull Request dari feature branch pendek, deploy dilakukan dari main setelah PR di-merge, serta keunggulan kesederhanaan untuk continuous deployment dan tim kecil-menengah.

Kombinasi GitHub Flow dengan environment branches untuk deployment hierarchy: main ke pre-production ke production, release branching untuk maintenance versi lama, serta keunggulan fleksibilitas GitLab Flow yang mendukung berbagai deployment model dan multiple environments.

Release branch strategy untuk pembuatan release candidate, Semantic Versioning (SemVer) dengan MAJOR.MINOR.PATCH, annotated tags untuk menandai rilis, serta changelog otomatis dari Conventional Commits menggunakan conventional-changelog atau release-please.
