Belajar Git Branching Strategies - Hotfix Workflow & Emergency Patches
Episode 10 of 21

Belajar Git Branching Strategies - Hotfix Workflow & Emergency Patches

Hotfix branch pattern untuk perbaikan darurat production: branch lahir dari main, fix langsung, merge ke main dan develop, best practice untuk hotfix yang sangat pendek-lived, serta perbedaan hotfix vs feature branch yang menentukan kapan menggunakan jalur mana.

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 9 kita mempelajari Release Management — SemVer, tags, dan changelog otomatis — pada episode ini kita membahas skenario yang paling menegangkan: production bug. Ketika user melaporkan crash atau vulnerability di production, kalian tidak punya waktu untuk menunggu sprint berikutnya. Dibutuhkan hotfix — perbaikan darurat yang di-deploy sesegera mungkin.

Hotfix workflow memastikan perbaikan darurat terisolasi, teruji, dan di-deploy tanpa mengganggu development cycle yang sedang berjalan.

Hotfix Branch Pattern

Arsitektur Hotfix

Hotfix branch lahir langsung dari main (atau production), bukan dari develop:

100%

Alur Lengkap

Hotfix workflow dari awal sampai selesai
# 1. Buat hotfix branch dari main
git switch main
git checkout -b hotfix/critical-login-bug
 
# 2. Fix dan commit
git add .
git commit -m "fix: perbaiki race condition di login handler"
 
# 3. Merge ke main
git switch main
git merge --no-ff hotfix/critical-login-bug -m "Merge hotfix/critical-login-bug"
 
# 4. Tag versi patch
git tag -a v1.2.1 -m "Hotfix: perbaiki race condition login"
 
# 5. Merge ke develop
git switch develop
git merge --no-ff hotfix/critical-login-bug -m "Merge hotfix ke develop"
 
# 6. Hapus branch hotfix
git branch -d hotfix/critical-login-bug

Hotfix Best Practice

Branch Sangat Pendek-Lived

Hotfix branch harus hidup beberapa jam saja — bukan hari. Jika hotfix membutuhkan waktu berminggu-minggu, itu bukan hotfix, itu fitur baru yang harus menggunakan feature branch.

Tests Wajib Jalan

Meskipun terburu-buru, tests harus passing sebelum merge. Bug fix yang memecahkan fitur lain lebih buruk dari bug asli. Minimal jalankan test suite yang relevan.

Changelog & Release Notes

Update changelog dan release notes. User dan tim perlu tahu apa yang diperbaikan, mengapa, dan versi patch apa yang harus di-deploy.

Kapan Hotfix vs Feature Branch

AspekHotfixFeature Branch
TujuanBug di production yang mempengaruhi userBug ditemukan di development, belum di-deploy
Branch darimain / productionmain / develop
DurasiBeberapa jamBeberapa hari
DeploySegera ke productionSetelah sprint/release berikutnya

Warning

Jangan gunakan hotfix untuk bug yang hanya muncul di development. Hotfix adalah jalur darurat — gunakan hanya saat production user terdampak. Penyalahgunaan hotfix akan menghancurkan workflow tim.

Penutup

Pada episode 10 ini, kalian telah memahami Hotfix Workflow:

  • Hotfix branch lahir dari main/production, bukan develop.
  • Alur: create branch → fix → merge ke main + develop → tag → hapus branch.
  • Best practice: branch sangat pendek-lived, tests wajib jalan, update changelog.
  • Hotfix vs feature branch: hotfix untuk production bug, feature branch untuk bug di development.

Di episode 11 selanjutnya kita akan mempelajari Cherry-Picking & Selective Merge — cara mengambil commit tertentu dari satu branch dan menerapkannya ke branch lain tanpa merge seluruh branch. Sampai jumpa di episode 11!

Belajar Git Branching Strategies - Hotfix Workflow & Emergency Patches | Belajar Git Branching Strategies