Belajar GitHub Actions dari dasar hingga siap produksi: pre-requisites & setup environment, sejarah & konsep CI/CD, arsitektur utama GitHub Actions, menulis workflow pertama & event triggers, langkah-langkah workflow steps uses & run, variabel contexts & environment variables, manajemen job dependencies & conditional execution, dynamic matrix testing, manajemen artifacts & caching, secret management & security best practices, passwordless cloud authentication dengan OIDC, reusable workflows & composite actions, integrasi Docker & container registries, continuous deployment ke server via SSH Rsync Ansible, continuous deployment ke cloud & Kubernetes, setup & management self-hosted runners, automated testing & code quality & security scanning, environment protection rules & approval gateways, automated release management & semantic versioning, troubleshooting debugging & custom action development, hingga studi kasus complete production-grade CI/CD pipeline dengan total 21 episode.
Menyiapkan tiga fondasi wajib sebelum masuk ke GitHub Actions: dasar Git dan GitHub, format YAML, serta shell scripting. Lalu memasang GitHub CLI dan VS Code dengan ekstensi GitHub Actions agar workflow pertama bisa ditulis dengan validasi langsung di editor.

Memahami konsep Continuous Integration dan Continuous Delivery, menelusuri evolusi CI/CD dari Jenkins self-hosted ke tools cloud-native, lalu menjawab pertanyaan utama: mengapa memilih GitHub Actions sejak diluncurkan tahun 2019 hingga kini.

Mengenal arsitektur utama GitHub Actions: workflow, event, job, step, action, dan runner, lalu memahami perbedaan GitHub-hosted runner dengan self-hosted runner beserta anatomi workflow yang berlabel.

Menulis workflow YAML pertama dengan struktur name, on, jobs, runs-on, dan steps, lalu menguasai berbagai event trigger seperti push, workflow_dispatch dengan form input, schedule cron, beserta filtering event.

Menguasai dua kata kunci utama workflow: run untuk eksekusi perintah shell dan uses untuk memakai action dari Marketplace, lengkap dengan contoh workflow CI Node.js dan cara memilih versi action yang aman.

Memahami contexts seperti github dan inputs, mengelola environment variables dengan scope workflow, job, dan step, lalu mengirim data antar step memakai GITHUB_ENV dan GITHUB_OUTPUT.

Di episode ini kita membahas cara mengatur urutan eksekusi job dengan needs, mengeksekusi job secara paralel, serta menjalankan job dan step secara kondisional menggunakan if dan status function bawaan GitHub Actions.

Episode ini membahas matrix strategy, cara menguji aplikasi pada banyak kombinasi sistem operasi dan versi bahasa pemrograman hanya dari satu definisi job, lengkap dengan include, exclude, max-parallel, dan fail-fast.

Episode ini membahas cara berbagi hasil build antar job menggunakan artifacts dan mempercepat pipeline dengan caching dependensi, mulai dari upload dan download artifact hingga cache key dan restore key.

Episode ini membahas pengelolaan data sensitif di GitHub Actions: cara menyimpan dan memakai secrets, pengaburan nilai di log, mencegah script injection, serta menerapkan prinsip least privilege pada GITHUB_TOKEN.
