Belajar GitHub Actions - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 21

Belajar GitHub Actions - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Menyiapkan tiga fondasi wajib sebelum masuk ke GitHub Actions: dasar Git dan GitHub, format YAML, serta shell scripting. Lalu memasang GitHub CLI dan VS Code dengan ekstensi GitHub Actions agar workflow pertama bisa ditulis dengan validasi langsung di editor.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
5 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar GitHub Actions! GitHub Actions adalah platform CI/CD cloud-native yang hidup langsung di dalam GitHub, dan menguasainya adalah salah satu jalur tercepat menuju peran DevOps Engineer, Cloud Engineer, hingga Release Engineer. Namun sebelum menyentuh workflow YAML pertama, ada tiga fondasi yang harus kalian pegang erat: dasar Git & GitHub, format YAML, dan dasar shell scripting. Tanpa ketiganya, kalian akan tersesat di episode-episode berikutnya — karena sebuah workflow pada akhirnya hanyalah file YAML yang memicu perintah shell di dalam repository Git.

Episode 0 ini adalah lapisan fondasi. Kita akan mengulik tiga skill tersebut, lalu menyiapkan environment kerja yang lengkap: akun GitHub.com, GitHub CLI (gh) yang sudah terautentikasi, dan VS Code dengan ekstensi GitHub Actions untuk validasi serta auto-complete saat menulis YAML. Di akhir episode, kalian akan memiliki mesin yang siap menulis dan menjalankan workflow GitHub Actions.

Pembahasan Utama

Skill Dasar 1: Git & GitHub

GitHub Actions otomatis mengeksekusi pekerjaan pada event yang terjadi di repository kalian — mulai dari commit yang di-push, pull request yang dibuka, hingga release yang dirilis. Karena itu, memahami Git dan GitHub bukan lagi pilihan, melainkan prasyarat mutlak.

KonsepPenjelasanPerintah Kunci
RepositoryWadah seluruh file, kode, dan riwayat perubahangit init, git clone
CommitSnapshot perubahan yang tercatat permanengit add, git commit
BranchJalur pengembangan terpisah dari jalur utamagit branch, git checkout
Pull RequestMekanisme review dan merge antar branchgit push + UI GitHub
Alur Git yang wajib dikuasai
git init
git add .
git commit -m "chore: inisialisasi project"
git branch feature/login
git checkout feature/login
git add .
git commit -m "feat: halaman login"
git push origin feature/login

Mental model yang paling penting: commit adalah checkpoint yang bisa dikembalikan kapan saja, dan branch adalah cara mengembangkan fitur tanpa merusak jalur utama. Pull Request (PR) adalah jantung kolaborasi di GitHub — dan nantinya kalian akan melihat banyak workflow yang dirancang khusus untuk berjalan setiap kali sebuah PR dibuka atau di-update. Jika kalian belum nyaman dengan git add, git commit, dan git push, sempatkan membaca series learn-git di blog ini terlebih dahulu.

Skill Dasar 2: Format YAML

GitHub Actions mendeskripsikan seluruh pipeline sebagai file YAML (YAML Ain't Markup Language) — format serialisasi data yang mudah dibaca manusia. Semua sintaks workflow mulai dari trigger, job, sampai step, ditulis dalam YAML. Tiga konsep dasarnya:

  • Key-value: pasangan nama dan nilai, ditulis nama: nilai.
  • List: deretan item yang diindentasi dengan - di depan item.
  • Nesting: hierarki dibuat semata-mata dari indentasi — ini yang paling sering menimbulkan error.
Struktur dasar YAML: key-value, list, dan nesting
name: my-app
version: 1.0.0
stack:
  - web
  - api
config:
  debug: true
  port: 8080
  jobs:
    - name: build
      run: npm ci

Perhatikan bahwa hierarki ditentukan oleh jumlah spasi di depan baris, bukan tanda kurung atau semicolon. Pahami pola ini baik-baik, karena seluruh bagian workflow nantinya bergantung pada kedalaman indentasi yang benar.

Warning

YAML sangat sensitif terhadap indentasi. Jangan pernah memakai tab — gunakan spasi (konvensi GitHub Actions adalah 2 spasi per level), dan jangan mencampur keduanya. Satu tab yang menyusup bisa membuat parser YAML gagal dengan error yang membingungkan.

Skill Dasar 3: Shell Scripting

Setiap langkah kerja di GitHub Actions pada akhirnya mengeksekusi perintah di dalam shell — defaultnya bash dengan mode set -e dan pipefail. Artinya, sebuah step dianggap gagal jika perintah yang dijalankan mengembalikan exit code selain 0. Contoh pola paling dasar:

Dasar bash: variabel, kondisi, dan exit code
#!/bin/bash
set -e
APP_DIR="./src"
echo "Memeriksa direktori $APP_DIR"
if [ -d "$APP_DIR" ]; then
  echo "Direktori ditemukan"
else
  echo "Direktori tidak ada" >&2
  exit 1
fi

Tiga hal yang wajib kalian pahami dari contoh di atas: variabel (nilai di-assign tanpa $, dipakai dengan $), percabangan dengan if untuk kontrol alur, dan exit code sebagai bahasa sukses-gagalnya sebuah perintah. Series learn-bash-scripting di blog ini adalah pendamping yang sangat direkomendasikan.

Setup 1: Akun GitHub.com

Langkah pertama yang sepele tapi sering dilupakan: pastikan kalian punya akun di github.com. Akun personal cukup untuk belajar dan memakai fitur GitHub Actions di repository pribadi maupun publik. Untuk skala tim, kalian bisa masuk ke dalam organization — di situlah repository, secrets, dan kebijakan keamanan dikelola terpusat. Cukup buat akun, verifikasi email, dan repository pertama kalian siap dibuat dari tombol New repository.

Setup 2: Instalasi GitHub CLI (gh)

GitHub CLI adalah command-line tool resmi dari GitHub yang memungkinkan kalian mengelola repository, pull request, hingga workflow Actions tanpa meninggalkan terminal. Untuk Ubuntu/Debian 64-bit:

Instalasi GitHub CLI di Ubuntu/Debian
sudo apt-get install -y wget
wget -qO- https://cli.github.com/packages/githubcli-archive-keyring.gpg | sudo tee /etc/apt/keyrings/githubcli-archive-keyring.gpg > /dev/null
echo "deb [arch=amd64 signed-by=/etc/apt/keyrings/githubcli-archive-keyring.gpg] https://cli.github.com/packages stable main" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/github-cli.list > /dev/null
sudo apt-get update
sudo apt-get install -y gh
gh --version

Pengguna macOS bisa menginstal lewat Homebrew dengan brew install gh, dan pengguna Windows lewat winget install --id GitHub.cli. Setelah terpasang, langkah berikutnya adalah autentikasi:

Autentikasi GitHub CLI
gh auth login
gh auth status

Perintah gh auth login akan menampilkan serangkaian pertanyaan interaktif: pilih GitHub.com sebagai host, pilih protokol HTTPS (atau SSH jika kalian sudah punya SSH key), lalu login melalui browser — sebuah kode one-time akan muncul dan kalian tempel di halaman github.com/login/device. Verifikasi hasilnya:

Contoh output gh --version dan gh auth status
$ gh version
gh version 2.62.0 (2025-03-06)
 
$ gh auth status
github.com
 Logged in to github.com as arman-dp
 Git operations for github.com configured to use ssh

Jika keluar gh auth status dengan tanda ✓ Logged in, environment CLI kalian sudah terhubung ke GitHub. Perintah gh yang akan sering kalian pakai:

PerintahFungsi
gh repo clone owner/repoMengkloning repository ke mesin lokal
gh pr createMembuat pull request langsung dari terminal
gh run list | head -5Melihat daftar workflow run terbaru
gh workflow run deploy.ymlMemicu workflow secara manual
gh run view 123456789Menampilkan detail log sebuah run

Tip

Buat kebiasaan memakai GitHub CLI untuk mengecek workflow: kombinasi gh run list dan gh run view --log jauh lebih cepat daripada membuka browser setiap kali pipeline gagal.

Setup 3: VS Code dengan Ekstensi GitHub Actions

Untuk menulis workflow dengan nyaman, pasang Visual Studio Code dan ekstensi GitHub Actions (dikembangkan oleh GitHub). Ekstensi ini memberikan syntax highlighting untuk file YAML di direktori .github/workflows, auto-complete untuk keyword seperti event trigger dan nama action populer, serta validasi YAML secara real-time — error indentasi akan terlihat sebelum workflow di-push.

Cara memasangnya: buka VS Code, tekan Ctrl+Shift+X untuk membuka panel Extensions, cari "GitHub Actions", lalu klik Install. Setelah terpasang, setiap file dengan nama *.yml atau *.yaml di dalam folder .github/workflows akan otomatis terdeteksi dan diberi ikon khusus.

Kesalahan Umum Setup

  1. Belum login gh. Perintah apapun seperti gh repo list akan menampilkan To get started with GitHub CLI, please run: gh auth login. Solusinya jalankan gh auth login.
  2. File YAML memakai tab. Parser YAML akan menolak file tersebut. Atur VS Code agar menyisipkan spasi (bukan tab) saat menekan tombol Tab.
  3. Nama file workflow. Ekstensi .yml dan .yaml keduanya didukung, asalkan file berada di direktori .github/workflows/.

Penutup

Pada episode 0 ini kalian telah menyiapkan fondasi lengkap untuk belajar GitHub Actions:

  • Tiga skill prasyarat: dasar Git & GitHub (commit, branch, pull request), format YAML (key-value, list, nesting), dan dasar bash (set -e, variabel, exit code).
  • Akun GitHub.com sebagai rumah bagi repository dan workflow.
  • GitHub CLI (gh) yang sudah terautentikasi, lengkap dengan gh --version dan gh auth status.
  • VS Code dengan ekstensi GitHub Actions untuk auto-complete dan validasi YAML.

Environment kalian sekarang siap. Di episode 1 kita akan berhenti sejenak dari mengetik untuk memahami sejarah, konsep CI/CD, dan mengapa GitHub Actions layak dipilih — mulai dari definisi Continuous Integration dan Continuous Delivery, evolusi dari Jenkins self-hosted ke tools cloud-native, hingga perbandingan jujur antara Jenkins, GitHub Actions, dan GitLab CI. Sampai jumpa di episode 1!

Belajar GitHub Actions - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar GitHub Actions